
“Teman, jika masalah menyewa kapal, kamu bisa membicarakannya denganku saja, ke depannya saya yang memiliki kuasa atas seluruh kapal milik Keluarga Malik.”
“Namun sekarang kami masih punya urusan pribadi yang harus diselesaikan, mohon untuk mundur terlebih dulu dan sebaiknya jangan sampai terlibat!”
Joel melihat Aron datang untuk menyewa kapal, dan berkata dengan dingin padanya.
Aron menjatuhkan tatapannya pada Joel perlahan, lalu tiba-tiba menyeringai : “Kamu yang memiliki kuasa atas seluruh kapal milik Keluarga Malik? Lantas kamu adalah putranya Vision?”
Perkataan Aron membuat raut wajah Joel seketika menjadi dingin.
“Nak, saya rasa kamu datang bukan untuk menyewa kapal, tapi untuk mencari masalah, kalau begitu jangan salahkan saya tidak segan-segan…”
Joel menyipitkan sepasang matanya lalu melambaikan tangannya : “Kalian bertiga, serang, lumpuhkan dia…”
Namun setelah Joel selesai bicara, tidak ada satu orang pun yang bergerak, dia segera menoleh dan melihat tatapan mata tiga orang Grand Master itu dipenuhi dengan ketakutan, tubuh mereka gemetaran, dan lantai di bawah kaki mereka basah!
Tiga orang itu ketakutan hingga mengompol, di saat mereka melihat Aron pertama kalinya, mereka sudah mengompol.
Walau Joel juga seorang ahli bela diri, tapi Keluarga Awan pada dasarnya adalah keluarga bisnis, dan tidak terlalu memperhatikan masalah di dunia bela diri.
Sedangkan tiga orang Grand Master yang diundang olehnya berbeda, mereka sering memeriksa forum bela diri, dan tentu saja tahu tentang reputasi Aron belakangan ini.
Seseorang yang dapat membunuh Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama, ingin membunuh mereka bertiga, Aron hanya perlu mengandalkan ledakan auranya untuk membuat mereka bertiga menjadi daging cincang.
Dengan perbedaan kekuatan yang begitu jauh, mana mungkin tiga Grand Master itu tidak mengompol.
“Apa yang terjadi dengan kalian bertiga?”
Joel menatap tiga orang Grand Master yang mengompol dan bertanya dengan bingung.
__ADS_1
“Sepertinya tiga orang yang kamu bawa ke mari juga tidak ada apa-apanya, lihatlah mereka sampai mengompol, bau sekali…”
Aron berkata dengan penuh penghinaan lalu berkata pada tiga orang Grand Master itu : “Tuan kalian menyuruh kalian bertiga untuk menyerangku? Apa kalian tidak mau menyerangku?”
Setelah selesai berbicara, tiga orang Grand Master itu langsung ketakutan dan segera berlutut di lantai.
“Tuan Aron, ampuni nyawa kami, Tuan Aron, ampuni nyawa kami…”
Tiga orang Grand Master itu segera bersujud memohon ampun.
Joel melihat pemandangan ini dan seketika tercengang, tatapan matanya penuh dengan kengerian!
Perlu diketahui tiga orang Grand Master ini bisa menghancurkan Kota Lamar dengan mudah, tapi sekarang mereka sedang bersujud memohon ampun.
“Enyahlah…”
Aron menatap tiga orang Grand Master yang bersujud memohon ampun dan sedikit kehilangan kesabarannya lalu mengibaskan tangannya.
Aron tidak tertarik membunuh beberapa ekor semut seperti itu.
Terlebih lagi, Aron bukanlah orang yang haus darah.
Tiga orang Grand Master itu segera berterima kasih, berbalik lalu melarikan diri.
“Eh eh eh…”
Joel melihat tiga orang Grand Master yang melarikan diri itu seketika menjadi panik.
Tiga orang itu adalah andalannya, sekarang mereka sudah kabur dan Joel juga tidak memiliki andalan lagi.
__ADS_1
“Kamu masih tidak mau pergi? Saya beritahu padamu, ke depannya saya yang berkuasa atas Keluarga Malik, jangan berani mengincar Keluarga Malik lagi!”
Aron berkata pada Yoel.
Tubuh Joel gemetaran, dia menganggukkan kepalanya lalu berbalik pergi.
Pada akhirnya hanya tersisa Valko, dia ingin kabur bersama dengan Joel tapi Vision menangkapnya.
Valko mulai menangis dan berlutut di hadapan Vision.
“Kakak, saya salah, saya salah, mohon ampuni saya, ampuni saya…”
“Saya juga dipaksa oleh Joel, saya tidak akan berani lagi…”
Valko memeluk paha Vision dan mulai menangis hingga air mata dan ingusnya mengalir!
Aron menatap dua bersaudara itu dan berbalik berjalan menuju ke ruang tamu utama.
Aron tidak peduli bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, itu adalah masalah pribadi Vision.
Vision menatap Valko dengan marah, mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Kakak, mohon ampuni saya, ampuni saya…”
“Ayah dan ibu meninggal terlalu cepat, kamu yang membesarkanku, kamu hanya memiliki seorang adik, saya hanya satu-satunya keluargamu…”
“Saya bersalah…”
Valko memohon dengan getir.
__ADS_1