
Aliansi Seni Bela Diri!
Arthur, Wiwanto dan petinggi Aliansi Seni Bela Diri lainnya sedang berkumpul bersama, besok adalah hari dimana pelatihan resmi dimulai, sebagai pihak penyelenggara, Aliansi Seni Bela Diri harus memikirkan segala sesuatunya dan jika terjadi hal yang tidak beres mereka akan sulit mempertanggung jawabkannya.
“Ketua Arthur, pelatihan kali ini diselenggarakan di Makam Kaisar berusia ribuan tahun tidak ada yang tahu berapa banyak harta karun di dalam sana, apakah Aliansi Seni Bela Diri harus diam-diam mengutus orang untuk mengambil harta karun dari dalam?”
Wiwanto bertanya dengan hati-hati kepada Arthur.
Arthur menggelengkan kepalanya : “Kali ini Tuan Gino yang mengurus langsung, jika kita diam-diam mengutus orang maka kemungkinan akan ketahuan.”
“Kalau begitu kita harus melihat harta karun di dalam Makam Kaisar itu diambil begitu saja oleh para klan dan keluarga bela diri?”
Wiwanto merasa enggan.
“Jangan khawatir, saya sudah membicarakannya dengan Naveen, kamu akan memimpin tim dalam pelatihan kali ini, namun kamu harus lebih menjaga anggota Keluarga King, sampai waktunya harta karun dan sumber daya yang didapatkan oleh Keluarga King akan dibagi rata dengan kita.”
Arthur sudah memiliki rencana sejak awal.
“Saya mengerti…” Wiwanto menganggukkan kepala.
…
Keesokan harinya, pelatihan resmi dimulai!
__ADS_1
Aron pergi ke tempat pelatihan bersama dengan Eddyt, saat Aron tiba ternyata sudah ada lautan manusia yang tiba, dan banyak klan serta keluarga bela diri yang sudah memadati tempat itu.
Dia juga menemukan bukit kecil itu sudah diratakan dan dikelilingi oleh pagar yang tinggi, menyisakan sebuah pintu masuk dan keluar, dimana pintu itu dijaga oleh dua penjaga yang memiliki kekuatan Great Grand Master tingkat tujuh, untuk mencegah siapapun yang tidak diundang menerobos masuk.
“Tolong tunjukkan undangan kalian, yang tidak memiliki undangan dilarang masuk…”
Aron dan Eddyt berjalan ke depan pintu dan dua orang penjaga itu menghadang.
Aron mengeluarkan undangannya dan berjalan masuk dengan Eddyt.
Saat berjalan masuk, Aron menemukan sebuah lubang yang sangat dalam, dimana sebuah pintu batu yang besar terbuka dan jika didorong maka bisa masuk ke dalam Makam Kaisar.
Melihat ukuran makam kaisar ini, pasti akan ada banyak harta karun di dalamnya, bahkan mungkin juga perangkap tersembunyi.
“Kak Aron…”
Aron menoleh untuk melihat dan menemukan ternyata orang itu adalah Tommy, dan di belakang Tommy ada dua orang ahli dengan kekuatan Great Grand Master.
“Tommy, untuk apa kamu kemari?”
Aron bertanya dengan heran.
Karena dengan kekuatan Tommy, jika dia datang ke pelatihan seperti ini maka bisa saja menjadi bahan olok-olok orang lain.
__ADS_1
“Saya datang untuk berpartisipasi dalam pelatihan!” Tommy berkata dengan semangat.
Aron terdiam, dia tidak menyangka Tommy benar-benar datang untuk mengikuti pelatihan.
“Dengan kekuatanmu itu, mengikuti pelatihan seperti ini bukankah sama saja dengan cari mati? Apakah kamu tahu betapa banyak bahaya yang tersembunyi dalam makam kaisar berusia ribuan tahun ini?”
Aron tidak mengerti kenapa Khu mengizinkan Tommy untuk berpartisipasi dalam pelatihan ini?
“Saya tidak takut, ayahku sudah mengatakan kalau Kak Aron juga akan berpartisipasi dalam pelatihan ini, dia memintaku untuk mengikutimu dan pasti tidak akan ada masalah, selain itu saya juga membawa dua orang ahli bersamaku…”
Tommy menunjuk dua orang yang ada di belakangnya.
“Tuan Aron…”
Kedua orang itu berteriak memanggil Aron dengan penuh hormat.
Aron mengangguk kecil, dua orang itu memiliki kekuatan Great Grand Master tingkat tiga, meskipun kekuatannya tidak rendah tapi berada di antara keluarga dan klan yang mengikuti pelatihan ini, kekuatan mereka tidak bisa dianggap.
“Kamu ikutlah denganku, ingat jangan berkeliaran sembarangan, di dalam makam kaisar ini banyak bahaya yang tersembunyi, bahkan saya sendiri juga tidak tahu bisa mengatasinya atau tidak…”
Aron memperingatkan Tommy.
“Kak Aron jangan khawatir, saya akan mendengarkan instruksi Kak Aron, ayahku sudah berpesan jika Kak Aron berada dalam bahaya maka kami harus melindungimu dengan nyawa kami!”
__ADS_1
Tommy berkata dengan senyuman di wajahnya.
Aron menepuk pundak Tommy : “Berhati-hatilah, seharusnya tidak akan ada masalah besar.”