
Setelah berjalan memasuki sebuah gang yang sunyi, orang yang berada di sekitar semakin lama semakin sedikit, dan cahaya lampu juga menjadi redup, namun di kedua sisi gang ada cahaya lampu berwarna merah muda di beberapa tempat pelacuran, dan terlihat beberapa wanita yang berpakaian minim berdiri di depan pintu pelacuran itu.
“Kakak, ayo masuk dan bermain sebentar….”
Pada saat ini, seorang gadis berpakaian minim yang sedang berdiri di depan pintu tempat pelacuran melambai pada Aron!
“Kakak, datang ke tempatku saja, disini kami punya gadis-gadis muda…..”
Wanita pelacur lainnya juga berteriak pada Aron.
Orang-orang yang datang kemari kebanyakan datang untuk mencari pelacur, jadi para wanita ini langsung sibuk menyapa Aron dengan hangat saat melihat dia berjalan masuk.
Aron melihat pemandangan di depannya dan merasa sedikit canggung, dia datang kemari bukan karena alasan ini, dia hanya merasa orang-orang yang berada di sini lebih sedikit dan cahayanya lebih redup, jadi dia ingin melihat siapa sebenarnya orang yang memata-matainya.
Hanya saja, Aron juga tidak berani berbalik dengan gegabah, dan berjalan menuju seorang wanita, saat melihat Aron berjalan menuju dirinya, wanita itu bergegas menyapanya dengan senyuman : “Kakak, kamu benar-benar punya penglihatan yang bagus, saya adalah yang paling cantik disini, apakah orang yang dibelakang itu datang bersama denganmu? Kalau kalian berdua bersama, maka saya akan meminta tambahan uang ya….”
Perkataan wanita itu membuat Alon menoleh sedikit, dan melihat seorang pria kekar mengikuti dirinya di belakang, dan hanya berjarak beberapa meter darinya.
__ADS_1
Setelah melihat pria itu Aron merasa bergejolak dalam hatinya, dia tahu kalau dia sudah bertemu dengan seorang ahli hari ini, karena sepanjang perjalanan Aron hanya merasakan kalau ada seseorang yang sedang memata-matai dirinya dengan indera spiritual, dan indera spiritual itu samar-samar, dia sama sekali tidak menyadari kalau jaraknya hanya beberapa meter dari dirinya!
Kalau orang itu menyerangnya dari belakang, sepertinya dirinya tidak akan punya kesempatan untuk menghindar, dan ini membuat Aron sangat gugup.
“Kami tidak datang bersama….”
menggelengkan kepalanya pada wanita itu.
Saat ini dia belum tahu apa tujuan pria itu mengikuti dirinya, jadi Aron tidak mau terang-terangan pada pria itu.
“Tidak datang bersama ya?” Wanita itu tercengang, namun dia segera berjalan menuju pria yang ada di belakang Aronsambil tersenyum : “Kakak, kamu juga datang untuk bermain ya, saya lihat tubuhmu begitu kekar kamu pasti sangat kuat, saya paling suka yang sepertimu, bagaimana kalau nanti saya berikan diskon untuk kakak?”
“Dasar tidak tahu malu, kamu berencana merebut semua bisnis ya? Apa kamu masih membiarkan orang lain hidup? Hanya karena kamu masih muda, kamu ingin merebut bisnis kami? Kamu tidak takut kamu akan disetubuhi sampai mati….”
Saat ini, seorang wanita yang lebih tua datang dan berjalan di depan pria itu sambil mencaci maki.
“Kakak, jangan lihat saya sudah agak tua tapi saya pintar dalam hal ini, mereka yang masih muda belum tentu pintar, dan hargaku juga lebih murah, hanya 50 ribu saja….”
__ADS_1
Wanita yang lebih tua itu berkata pada pria itu dan terus mencondongkan tubuhnya ke arah pria itu.
Tapi pria itu seperti sepotong kayu, dia tidak bergerak sama sekali dan matanya hanya tertuju pada Aron, dia bahkan tidak melirik kedua wanita itu.
“Kakak, saya juga hanya 50 ribu saja….”
Wanita muda itu juga tidak mau mengalah, dan bergerak ke arah pria itu.
“Saya tidak suka hal seperti ini, segera enyah kembali ke tempat kalian, matikan lampu dan tidur….”
Pria itu berkata tanpa ekspresi.
Tapi siapa sangka perkataan pria itu malah membuat dua wanita itu tercengang dan seketika mereka seperti dimanipulasi oleh seseorang, tatapan mata mereka menatap lurus ke depan dan mengangguk dengan bodoh : “Baik…..”
Setelah dua wanita itu pergi, mereka semua kembali ke tempat pelacuran masing-masing dan menutup lampu.
Setelah lampu padam, gang itu menjadi lebih gelap lagi.
__ADS_1