Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Harus Pandai pandai memilih


__ADS_3

“Guru Kenari, terima kasih banyak, kamu tidak hanya menyelamatkan Aron, kamu juga sangat membantu Istana Lotus, mohon terima hormat dari saya…”


Bella berkata dan hendak berlutut pada Kenari.


“Baginda Bella, kamu tidak boleh melakukannya, saya hanya membantu sedikit saja.”


Kenari bergegas menghentikan Bella.


“Nona Bella, kamu tidak perlu melakukan ini, karena dia sudah membantu kita, maka saya akan memberikan lebih banyak saat pembagian harta karun nanti!”


Aron berkata pada Bella.


“Pembagian harta karun? Membagi harta karun apa?”


Bella tampak bingung.


Aron dan Kenari saling menatap lalu kemudian tertawa terbahak-bahak.


“Baginda Bella, pada saatnya nanti biarkan Aron yang berterima kasih kepadaku saja!”


Kenari dan Aron tertawa lalu kembali berjalan masuk ke dalam Istana Lotus!


Bella menatap kedua orang itu dan sama sekali tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


“Aron, kamu anak ini pasti akan mendapat malapetaka besar di masa depan!”


Kenari berjalan sambil berkata pada Aron.


​“Malapetaka besar? Malapetaka apa? Lantas kamu benar-benar bisa meramal?”


Aron tercengang.


“Hahaha, kamu ditakdirkan untuk terjebak dalam masalah percintaan di masa depan, kamu tidak ingin menganiaya wanita mana pun tapi tanpa sadar kamu selalu membuat wanita merasa sedih untukmu.”


“Kamu anak ini benar-benar sangat beruntung dalam hal asmara, namun wanita yang menyukaimu semua adalah wanita yang penuh dengan perasaan dan penuh kasih sayang.”

__ADS_1


“Ke depannya, pilihan seperti apa yang akan kamu buat, itu terserah padamu, namun sepertinya ini juga merupakan salah satu ujian bagimu!”


“Kultivator Abadi, harus meninggalkan tujuh emosi dan enam keinginan, untuk mencapai keabadian sedangkan kamu…”


“Hahaha…”


Kenari tertawa keras, lalu melangkah maju dengan cepat.


“Saya tidak pernah mengatakan saya mau menjadi dewa…”


Melihat punggung Kenari, Adon bergumam dalam hatinya…


...****************...


Keesokan harinya.


Setelah berpesan kepada Bella, Aron masuk ke dalam gua bersama dengan Kenari!


Pada saat ini di dalam gua sudah terdapat banyak batu-batu, semua itu merupakan bekas reruntuhan akibat pertarungan Aron dan Baswan.


Aron bertanya dengan cemas kepada Kenari.


“Tidak perlu cemas, duduk dan istirahat sebentar…”


Kenari mencari sebuah batu datar dan duduk di atasnya.


Ini membuat Aron bertanya-tanya, jika tidak terburu-buru mengapa dia tidak beristirahat di luar gua dan malah masuk ke dalam gua untuk beristirahat?


Aron mencari sebuah batu dan duduk sambil menyalakan sebatang rokok.


Dia memberi satu batang kepada Kenari, Kenari tidak mengambilnya lalu mengeluarkan pipa cerutu dari sakunya dan menghisapnya.


Air sungai yang jernih terus mengalir keluar dari gua dan tidak berhenti menerpa pada batu-batu yang berjatuhan itu.


Sekitar sepuluh menit berlalu, Kenari mengetuk pipa cerutunya lalu menyimpannya.

__ADS_1


“Sudah waktunya mulai bekerja…”


Sambil berkata, Kenari mengeluarkan setumpuk kertas jimat lalu mulai menggambar sesuatu di atasnya, tidak lama kemudian seluruh bagian dalam gua itu sudah dipenuhi oleh kertas jimat.


Saat hanya satu lembar kertas jimat yang tersisa, Kenari menatap Aron.


“Pinjam darahmu sebentar…”


Kata Kenari.


“Meminjam darahku?”


Aron tampak bingung, namun dia tetap menggigit ujung jarinya dan darah segar mengalir keluar.


Kenari menggunakan darah Aron untuk menggambar sebuah pola di atas kertas jimat, lalu kertas jimat terakhir itu ditempelkan di atas batu besar.


Bruak bruak bruak…


Saat jimat ditempelkan, seluruh gua mulai bergetar.


Lalu, sebuah cahaya besar bersinar dan seluruh jimat memancarkan cahaya yang menyinari batu besar itu.


Kertas jimat di atas batu besar itu mulai memancarkan warna merah darah, pola yang ada di atasnya langsung ter sematkan ke dalam batu besar itu!


Seluruh batu besar itu mulai bersinar dengan cahaya yang menyilaukan!


​“Tutup matamu, jangan membuka matamu sebelum saya menyuruhmu membukanya…”


Kenari bergegas berkata pada Aron.


Aron juga tidak ragu-ragu, dan segera menutup matanya.


Tidak lama kemudian, guncangan itu menjadi semakin kuat dan Aron merasa tubuhnya terjatuh dengan cepat!


__ADS_1


__ADS_2