Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bandel


__ADS_3

Sebagai kepala keluarga Keluarga Himawan, siapa yang berani berbicara seperti itu kepadanya, atau berani memakinya?


Setelah itu Satria melayangkan sepasang tinjunya yang disertai dengan energi Qi melimpah ke arah Aron.


“Brengsek, saya akan menghancurkan urat-uratmu lalu menghancurkan Dantianmu dan membuatmu menderita selama sisa hidupmu…”


Satria meraung dan aura pembunuhnya memenuhi udara!


Ekspresi Aron menjadi dingin, dia tidak berani melambat, Kristal Naga di dalam tubuhnya memancarkan cahaya keemasan dan seekor naga emas melayang-layang di atas kepala Aron!


Kekuatan Naga Ilahi dikerahkan sepenuhnya oleh Aron, dia tahu dia harus bertahan hidup kalau tidak dia sama sekali tidak akan mampu menahannya.


Satria menatap naga emas yang melayang di atas kepala Aron samar-samar, dia tidak berhenti dan sepasang tinjunya berubah menjadi energi angin yang seolah-olah akan mencabik-cabik Aron.


Aron melayangkan sepasng tinjunya dan menyambut serangan itu dengan ganas.


Menghindar juga tidak ada gunanya, Aron sekarang hanya bisa bertarung sekuat tenaga…


Bam!


Debu beterbangan di sekeliling, bumi bergetar dan energi yang besar itu menyebar ke sekeliling, bahkan Bella dan yang lainnya yang berada ratusan meter jauhnya juga dapat merasakan tekanan yang luar biasa, dan bergegas menahannya!


Setelah debu menghilang, terlihat sebuah kawah besar bertambah di tanah, dan cahaya keemasan di tubuh Aron menghilang, digantikan dengan luka yang mengucurkan darah segar!


Kekuatan Aron masih kalah jauh dengan Satria, bahkan setelah menggunakan seluruh kekuatan Naga Ilahi yang dimilikinya, dia masih tidak mampu menahan serangan Satria.

__ADS_1


Aron terbaring di tengah kawah itu dan menatap kosong ke arah langit yang sudah berubah menjadi abu-abu.


Aron perlahan-lahan bangkit berdiri sambil menggertakkan giginya.


Meskipun seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka, Aron tetap bangkit berdiri.


Satria melihat Aron yang masih mampu berdiri, seketika bergetar karena menahan kemarahannya.


Jika hal ini tersebar, bagaimana Satria masih punya muka untuk bertemu orang lain?


Seorang Master Guru senior menghadapi seorang pemuda dengan kekuatan setengah Master Guru, tidak mampu menghabisinya dalam tiga kali serangan, jika sampai tersebar, ini benar-benar memalukan.


“Saya tidak percaya, kamu adalah prajurit kecil yang tidak bisa dibunuh...”


Satria menggertakkan giginya, cahaya merah yang samar-samar menyelimuti telapak tangannya, kemudian cahaya merah itu meledak dan membuat sinar matahari kalah darinya.


Cahaya merah itu kemudian meledak menjadi hujan pedang yang langsung menyelimuti Aron.


Aron yang melihat itu tahu dirinya sudah tidak bisa menghindar, jadi dia memejamkan matanya, kekuatan spiritual di dalam tubuhnya dipancarkan dan membentuk kabut tipis di sekitar tubuhnya, mencoba menghalangi hujan pedang itu!


Bam bam bam…


Hujan pedang itu menghantam tubuh Aron dan kabut tipis yang dibentuk dari kekuatan spiritual Aron tidak dapat menghentikan hujan pedang yang tajam itu.


Dalam sekejap, pertahanannya hancur dan luka-luka sayatan membekas di tubuh Aron!

__ADS_1


Tubuh Aron seolah akan hancur tertusuk hujan pedang itu dan darah segar langsung mengubah Aron menjadi manusia darah.


Kekuatan spiritual di dalam tubuhnya runtuh dalam sekejap dan tulang-tulang anggota tubuhnya patah!


Aron jatuh menghantam tanah dengan keras, sepasang matanya yang memerah menatap Satria.


Bahkan sampai di saat seperti ini, tatapan Aron tidak menunjukkan sedikit rasa takut pun.


Melihat penampilan Aron yang sudah seperti ini, tatapan matanya masih menunjukkan semangat tempur.


Membuat Satria merasa dirinya tertantang dan merasa terhina…


“Saya akan membuatmu merasakan kematian yang perlahan-lahan…”


​Satria mengulurkan tangannya dan sebuah daya hisap yang besar langsung menyedot Aron keluar dari kawah itu dan tiba di cengkeraman Satria.


Aron menggertakkan giginya, Seni Konsentrasi Jiwa di dalam Dantiannya bekerja dengan sangat cepat, berharap dapat mengerahkan kekuatan spiritual dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Satria.


Namun sayangnya, energi spiritual di dalam tubuh Aron seolah sudah hancur dan tidak dapat disatukan.


Satria memegang Aron dengan satu tangannya dan menyeringai.


Sedangkan raut wajah Adon menjadi semakin jelek…


“Jangan khawatir, saya tiba-tiba tidak ingin membunuhmu lagi, saya akan membuat hidupmu menderita, kamu membuat putraku cacat, saya juga tidak akan membiarkanmu hidup dengan baik…”

__ADS_1


Satria berkata lalu melemparkan Aron ke tanah.



__ADS_2