Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lina Cs Terjebak


__ADS_3

Kota Dama, di sebuah jalanan yang tidak terlalu ramai!


Karena hari sudah malam dan cuaca agak sejuk, tidak terlalu banyak orang yang terlihat di jalan.


Di sebuah gang kecil di pinggir jalan, Lina dan yang lainnya sedang bersembunyi.


Mereka sedang menunggu, menunggu orang-orang Keluarga Himawan yang lewat.


Karena mereka sudah melihat dua orang dari Keluarga Himawan yang pergi ke restoran di ujung jalan untuk makan, dan yakin mereka akan segera keluar.


Tidak lama kemudian, dari salah satu ujung jalan, dua orang pria paruh baya yang sedang mabuk berjalan mendekat.


Dua orang itu adalah anggota Keluarga Himawan, yang sedang ditunggu oleh Lina dan yang lainnya.


“Sudah datang, sudah datang, mereka sudah mabuk, waktu yang tepat untuk menyerang…”


Elen melihat dua orang dari Keluarga Himawan berjalan ke arah mereka dan berkata dengan suara pelan.


“Ayo…”


Nely menarik Elen dan bersiap keluar dari gang kecil.


“Kalian berdua, hati-hati, dua orang ini memiliki kekuatan Great Grand Master.”


Lina mengingatkan mereka berdua.


​Pada awalnya mereka berdua berhasil mengalahkan dua orang Great Grand Master Keluarga Himawan karena pihak lawan sama sekali tidak punya persiapan mental.


Pada akhirnya orang-orang Keluarga Himawan mulai waspada dan tidak mudah bagi mereka untuk menghadapi para Great Grand Master.

__ADS_1


“Jangan khawatir, dua orang itu sudah sangat mabuk, pasti tidak apa-apa.”


Nely berkata dengan penuh percaya diri.


Tidak lama kemudian, dua orang dari Keluarga Himawan berjalan mendekat ke arah mereka, dan Nely serta Elen menyambut mereka.


“Dua kakak ini mau pergi ke mana?”


Nely menggunakan teknik pesonanya dan mengangkat matanya dengan ringan sambil bertanya.


Mata kedua orang dari Keluarga Himawan itu langsung bersinar saat melihat Nely dan Lina.


“Hahaha, tidak disangka malam-malam begini akan bertemu dengan dua wanita cantik!”


“Kebetulan kakak sedikit bosan, temani kakak bersenang-senang ya…”


Salah seorang dari Keluarga Himawan menyeringai bejat dan meraih Nely.


Sambil berkata, Nely mengedipkan matanya dan Elen juga mengedipkan matanya pada satu orang Keluarga Himawan lainnya di saat bersamaan.


Tatapan kedua orang dari Keluarga Himawan ini berbinar lalu kemudian berubah menjadi sedikit kusam.


Nely melihat teknik pesonanya berhasil menyeringai jahat dan mengeluarkan sebuah belati.


Di saat bersamaan, Lina juga bergegas keluar dari gang kecil dan bertindak bersama dengan Nely.


Namun pada saat dua orang itu bergerak, tatapan mata dua orang dari Keluarga Himawan yang awalnya kusam kembali bersinar dan mengulurkan tangannya untuk menangkap Nely dan Lina.


Perubahan situasi yang mendadak mengagetkan Nely dan Lina, Elen yang ada di samping juga terkejut.

__ADS_1


“Kakak, apa yang kamu lakukan?”


Elen berbisik kepada salah seorang dari Keluarga Himawan.


Dan teknik pesona tidak berhenti memancar dari tatapan matanya.


“Hm, teknik pesona kalian itu tidak ada gunanya pada kami!”


Salah seorang dari Keluarga Himawan mengulurkan tangannya dan menangkap Elen.


Hal ini membuat tiga gadis itu panik, ternyata dua orang dari Keluarga Himawan ini tidak terpengaruh teknik pesona mereka.


“Ternyata kalian bertiga menggunakan cara seperti ini untuk membunuh orang-orang Keluarga Himawan kami, sekarang saya akan membawa kalian menemui kepala keluarga…”


Dua orang dari Keluarga Himawan ini mengendalikan Lina dan yang lainnya lalu berjalan menuju ujung jalan.


Lina dan yang lainnya meronta namun sia-sia, pihak lawan adalah Great Grand Master, mereka sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawan.


Namun saat mereka tiba di ujung jalan, mereka tiba-tiba melihat seorang pria yang berdiri di tengah jalan dan membelakangi mereka!


Dua orang dari Keluarga Himawan yang melihat itu langsung memancarkan aura mereka dan bersiap untuk bertarung.


“Saudara, siapa kamu? Kami dari Keluarga Himawan!”


Saat ini, salah seorang dari Keluarga Himawan melangkah maju dan bertanya kepada orang yang membelakangi mereka.


“Lepaskan mereka bertiga…”


Saat berkata, sosok itu tiba-tiba berbalik secara perlahan.

__ADS_1


Di saat Lina dan yang lainnya melihat penampilan pria itu, mereka seketika terdiam dan membelalak penuh kebahagiaan.



__ADS_2