
“Tuan Aron, kenapa kamu dan Nona Lina bisa ada di Pulau Naga dan tidak datang bersama?”
Saat ini, Jekson juga bertanya dengan bingung.
“Ah…” Aron seketika tidak tahu bagaimana cara menjawab Jekson!
“Saya datang kesini diam-diam, Aron sama sekali tidak tahu, bagaimana bisa datang bersama!”
Saat ini Lina angkat bicara.
“Benar, saya tidak tahu Lina juga datang ke Pulau Naga!”
Aron segera mengangguk.
“Aron, di mana Nuri? Apa kamu datang bersama Nuri?”
Jhonatan menyapu sekeliling dan tidak menemukan sosok Nuri lalu bertanya pada Aron.
Aron tercengang dan tidak tahu bagaimana cara menjawab Jhonatan, pada akhirnya dia memutuskan untuk merahasiakannya dari Jhonatan dan berbohong : “Nuri ada urusan lain, jadi tidak ikut bersamaku, saya datang bersama teman!”
Aron menunjuk Robi dan Raden yang ada di belakangnya!
Robi juga melangkah maju dan tersenyum menyapa Kurniawan serta Jhonatan : “Halo, saya adalah teman Aron, namaku Robi Himawan…”
__ADS_1
“Halo!”
Kurniawan dan Jhonatan juga membalas sapaan Robi!
Setelah berbasa-basi, rombongan itu kembali ke kabin, Kurniawan dan Jhonatan tampak lebih senang dan jauh lebih bersemangat setelah bertemu dengan Lina dan Aron!
Di dalam salah satu ruangan, Kurniawan dan Jhonatan berbincang-bincang dengan Aron, selama beberapa waktu ini Aron berkelana dan sangat jarang pulang ke Kota Sanur, dua orang itu sangat merindukan Aron.
“Aron, temanmu yang bernama Robi itu terlihat lumayan, seharusnya dia adalah putra dari keluarga kaya bukan? Wibawa yang dia pancarkan sepertinya tidak dapat ditemukan pada pemuda di Kota Sanur!”
Jhonatan bertanya pada Aron.
“Iya, dia adalah anggota Keluarga Himawan di Kota Dama, orang ini cukup ramah tapi sebenarnya sulit diajak bergaul! Jadi Paman Jhonatan, Tuan Kurniawan kalian menjauhlah darinya dan abaikan saja dia.”
Aron memperingatkan Jhonatan dan Kurniawan!
Setelah mengobrol selama sesaat, Aron memanggil Lina secara terpisah!
“Lina, bukankah saya sudah mengatakan kamu tidak boleh kemari?”
Raut wajah Aron menjadi muram.
“Saya…saya takut kamu akan berada dalam bahaya!”
__ADS_1
Lina melihat Aron yang menjadi marah, menundukkan kepalanya dan menjelaskan dengan suara pelan!
“Saya beritahu padamu, setelah tiba di Pulau Naga, kamu bawa Tuan Kurniawan dan yang lainnya dan jangan ikuti saya, kalau kalian mengikutiku, itu tidak hanya tidak membantuku, bahkan bisa membuatku kewalahan…”
Aron memperingatkan kepada Lina dengan serius!
Aron tahu, Robi membawanya ke Pulau Naga pasti bukan karena hal baik, jika hanya dia sendiri, dan terjadi sesuatu dia memiliki kemampuan untuk kabur.
Tapi sekarang Jhonatan dan Kurniawan bahkan ada di sini, orang-orang ini bisa menjadi beban bagi Aron!
Pada saatnya, jika Robi menangkap salah satu dari mereka untuk mengancamnya, maka Aron tidak mungkin duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.
Lina mengangguk, dia juga merasa kedatangannya kemari adalah tindakan sembrono!
Saat ini, tidak jauh dari sana, di dalam sebuah kamar suasana hati Robi sangat baik!
“Hahaha, sungguh anugerah, tidak disangka akan bertemu dengan kerabat Aron di tempat ini, dengan begitu tidak perlu takut Aron tidak akan bersikap baik!”
Robi menyesap anggur merahnya dengan perlahan!
“Tuan Muda Robi, di antara orang-orang ini saya rasa gadis itu yang paling penting bagi Aron, pada saatnya kita hanya cukup mengendalikan gadis itu dan Aron pasti akan menurut!”
Raden si Raja Alhas berkata.
__ADS_1
“Benar, saya juga merasakannya, tidak disangka Aron ini benar-benar memiliki banyak kekasih, dan disukai oleh banyak wanita…”
Kilatan kecemburuan muncul di mata Robi lalu berkata : “Kita membawa Aron ke Pulau Naga, apakah kamu yakin dengan menggunakan Aron akan memancing Naga Api itu keluar?”