
Natan melakukan perlawanan tapi tidak ada gunanya.
Segera, Natan menjadi tawanan!
“Penguasa Lembah Amon, jangan melawan lagi, menyerahlah dengan patuh!”
“Harga yang harus dibayar atas perlawananmu adalah nyawa seluruh orang di Lembah Iblis!”
Robi menatap Amon dengan raut wajah penuh kemenangan.
Amon tidak mengatakan apa pun, yang membalasnya hanyalah sebuah kilatan tamparan yang bersinar!
“Hm, keras kepala…”
Robi mendengus dingin, lalu semua bawahannya langsung menyerang Amon.
Sosok Amon terus mundur setelah diserang oleh orang-orang ini!
“Formasi…”
Robi berteriak.
Segera setelah itu, beberapa bawahan Keluarga Himawan mengepung Amon dan tidak berhenti mengubah posisi mereka.
Beberapa benang sutra yang tak kasat mata melesat keluar dari tangan orang-orang ini!
Lalu, beberapa orang yang terus berganti posisi itu membuat benang-benang sutra itu berubah menjadi sebuah jaring besar.
Tubuh Amon seketika dijerat oleh jaring besar.
“Hm, sekarang saya mau lihat bagaimana kamu bisa melawan!”
Robi berkata dengan penuh kemenangan.
Mata Amon memerah dan tidak berhenti meronta.
Darah di tubuhnya terus mengalir, namun Amon sama sekali tidak peduli.
__ADS_1
Namun tidak lama kemudian, aura di tubuh Amon menjadi semakin samar dan kemudian menyemburkan seteguk darah.
Perlahan-lahan, tubuh Amon menjadi tenang.
Saat ini tubuhnya sudah seperti manusia darah.
Robi menatap Amon dan tersenyum dingin : “Apa perlu seperti ini? Apakah Lembah Iblis layak mengorbankan nyawa hanya untuk melindungi Aron?”
“Cuih…”
Amon meludah dengan keras ke arah Robi.
Namun Robi tidak peduli, dia malah menyuruh orang untuk menekan Amon dan Natan, lalu dia berjalan menuju ke dalam lembah.
Di dalam Lembah Iblis, semua orang melihat Amon yang ditangkap, hanya bisa menyerah sama sekali tidak bisa melawan!
Hingga tiba di tempat di mana Menara Setan berada!
Salomo memimpin pasukannya untuk menghentikan Robi.
Di saat Salomo melihat Amon dan Natan yang penuh dengan luka, kemarahan di tubuhnya langsung memuncak.
“Lepaskan Kakak pertama dan Kakak keduaku…”
Melihat Salomo dan beberapa ahli Lembah Iblis yang muncul tiba-tiba, Robi tampak sedikit kaget.
“Tidak disangka, Lembah Iblis akan bertindak hingga tahap ini, sampai mengutus orang untuk menjaga Aron!”
Robi tidak menyangka, Amon akan mengutus orang untuk menjaga Aron tanpa memedulikan keselamatannya sendiri.
Dia tidak mengerti, sebenarnya Lembah Iblis dan Aron memiliki hubungan apa.
“Lepaskan Kakak pertama dan Kakak keduaku…”
Salomo kembali berteriak.
“Lebih baik kamu melihat situasinya dengan jelas, jika kamu menyerah dengan patuh sekarang, maka kamu tidak perlu menderita, tapi jika kamu berani melawan maka saya akan membunuh mereka!”
__ADS_1
Setelah selesai berbicara, Robi dengan santai mengulurkan pedangnya dan mengarahkannya ke Amon.
Salomo yang melihat itu seketika tidak tahu harus berbuat apa.
“Adik ketiga, tidak perlu peduli pada kami, ingat tugas yang kuberikan kepadamu, walau harus mati kamu harus menepatinya!”
Amon berteriak pada Salomo.
“Sialan…”
Robi mengumpat lalu menghunuskan pedangnya ke perut Amon!
Amon seketika memuntahkan seteguk darah dan raut wajahnya menjadi pucat pasi.
“Kakak pertama…”
Salomo membelalak dan kemarahan memenuhi wajahnya!
“Menyerah dengan patuh, kalau kamu melawan maka pedang ini akan memenggal kepalanya!”
Robi mengancam Salomo.
Tidak lama kemudian, beberapa ahli dari Keluarga Himawan berjalan menghampiri, Salomo menatap Amon dengan tatapan tidak berdaya.
Dia tidak melawan karena dia tidak bisa melihat Amon dibunuh di hadapannya begitu saja.
Amon masih ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa karena darah sudah memenuhi tenggorokannya!
Setelah menangkap Salomo dan beberapa ahli Lembah Iblis, Robi menatap Menara Setan yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh keserakahan.
“Sudah kubilang, Menara Setan tidak mungkin runtuh begitu saja.”
“Ternyata ada pada Aron, harta karun seperti ini hanya pantas dimiliki olehku!”
Robi berjalan mendekati Menara Setan perlahan-lahan.
__ADS_1
#mohon maaf, untuk sementara, updete akan kembali ke 3 bab..🙏🙏🙏🙏