Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berakhirnya Kisah Si Raja Alhas


__ADS_3

Melihat pemandangan di depannya, Raden merasa ketakutan dalam hatinya dan raut wajahnya menjadi semakin pucat.


“Kamu adalah anak cucu yang durhaka, bahkan berani menggunakan kerangka nenek moyangmu, kalau kamu masih punya kemampuan lain, gunakan saja…”


Aron menatap Radeb dan berkata dengan dingin.


“Jangan merasa sombong…”


Raden membelalak, lalu berteriak keras, kekuatannya yang sudah mulai menghilang saat ini dihentikan dan tubuh Raden mengembang dengan cepat.


Aron yang melihat situasi ini, tahu kalau Raden akan meledakkan dirinya.


Seorang yang memiliki kekuatan mendekati Great Grand Master tingkat puncak meledakkan diri, maka kekuatan ledakannya akan lebih kuat daripada bom udara!


Tidak akan ada lagi makhluk hidup yang bisa bertahan dalam radius ratusan meter di sekitarnya.


Aron segera membuat segel, seketika api spiritual kembali muncul dan langsung mengarah ke arah Raden.


Raden juga tidak menghindar, tatapan matanya sudah dipenuhi dengan keganasan!


Bam!


Api spiritual mengelilingi Raden, seketika Raden juga terbakar oleh bara api itu!


Ini adalah api spiritual, bahkan air pun tidak akan bisa memadamkannya.


​“Ah…”


Sensasi terbakar yang hebat membuat Raden berteriak kesakitan.


Namun aura di dalam tubuh Raden tidak melemah sedikit pun, aura itu tetap berkembang dengan cepat dan tubuhnya semakin mengembang!

__ADS_1


Aron melambaikan sepasang tangannya, dan gelombang kekuatan Naga Ilahi mengalir keluar!


Api spiritual bertemu dengan kekuatan Naga Ilahi, membuat bara api itu membakar dengan lebih dahsyat lagi!


Aron tidak boleh membiarkan Rade berhasil meledakkan dirinya, kalau tidak walau dirinya tidak mati juga akan terluka berat!


Cis cis cis…


Api itu membakar kulit dan membuat suara mendesis.


Teriakan Raden semakin lama semakin melemah, dan aura di dalam tubuh Raden juga mulai melemah.


Pada akhirnya, Rqden seperti sebuah bola kempes yang terduduk di tanah.


Rasa sakit akibat terbakar oleh api spiritual membuat Raden terus berguling-guling di tanah.


“Bunuh saya, cepat bunuh saya…”


Raden mulai meminta untuk dibunuh saat ini.


Aron tidak pernah berbelas kasihan kepada musuh-musuhnya!


Tidak lama kemudian, tidak terdengar lagi suara Raden, dan api spiritual yang membakarnya mulai padam, menyisakan sebuah mayat gosong di tanah.


Raden sudah mati, seluruh manor Keluarga Jota menjadi reruntuhan, kecuali Menara Setan yang masih berdiri kokoh, dan dikelilingi oleh aura yang mengagumkan.


Aron berdiri di depan Menara Setan dan terlihat sangat kecil.


“Ini adalah barang yang bagus, kalau Menara Setan ini bisa dibawa pergi, maka akan sangat bagus…”


Aron merasa sedikit menyayangkan!

__ADS_1


Menara Setan ini adalah barang yang bagus, kalau bisa berkultivasi di dalam Menara Setan maka setengah usahanya akan menghasilkan hasil dua kali lipat!


Seperti kata pepatah, satu jam di dalam menara adalah satu hari di luar menara…


Namun Menara Setan ini terlalu besar, Aron tidak bisa membawanya pergi, dan tidak bisa dimasukkan ke dalam Cincin Penyimpanan, ini benar-benar sangat disayangkan.


Aron terjebak di dalam Menara Setan saat hari gelap, tapi beberapa jam kemudian, tiga hari sudah berlalu dan hari sudah siang.


Kalau begitu bukankah satu hari latihan di dalam menara setara dengan hampir satu bulan di luar menara!


Setelah menatap Menara Setan dengan enggan, Aron hanya bisa pergi dan mencari Lina.


Saat ada kesempatan, dia akan datang kemari dan mencoba untuk menjadikan manor ini sebagai wilayah miliknya!


​Dengan menyebarkan kesadaran spiritual, Aron segera melacak keberadaan Lina dan segera mengejarnya.


Saat ini, Lina sedang mencari Paman Martin dengan cemas.


Melihat Aron datang, Lina segera bertanya : “Aron, bagaimana dengan orang itu?”


“Sudah mati…”


Kata Aron.


Mendengar Raden sudah mati, Lina tidak merasa kaget, karena dengan kekuatan Aron saat ini, Raden sama sekali tidak menjadi lawannya!


“Menyebalkan sekali, tua bangka itu melarikan diri, jika dia tidak mengandalkan keakrabannya dengan wilayah ini, saya pasti sudah membunuhnya sejak awal…”


​LIna berkata dengan marah.


“Bukankah hanya seorang bawahan, biarkan saja dia kabur…”

__ADS_1


Aron menghibur dengan pelan lalu berkata : “Kita juga sudah harus kembali, sudah beberapa hari kita datang kemari, yang lain pasti khawatir.”



__ADS_2