
Aron tahu, kalau bukan karena Junior yang menyadari rahasia dari teknik sihir Zaru, dia mungkin tidak akan bisa membunuh Zaru.
“Tuan Aron, saat kamu pergi untuk sementara, Kota Dama menjadi jauh lebih tenang, hanya saja Lion dari Keluarga Dayo itu datang berkali-kali untuk menemuimu, entah ada masalah apa!”
Eddyt berkata pada Aron.
“Untuk apa Lion mencariku?”
Aron yang mendengarnya mengernyitkan keningnya.
Lion sudah berkali-kali mencarinya, apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?
“Saya juga tidak tahu, hanya saja dia mengatakan untuk menghubunginya setelah kamu kembali ke Kota Dama!”
Kata Eddyt.
Aron yang mendengarnya mengeluarkan ponselnya dan menelepon Lion.
Karena Lion juga orang yang baik dan sudah menolongnya, dia begitu gelisah mencari dirinya mungkin saja sedang menghadapi masalah.
Lion sangat senang saat dia menerima telepon dari Aron dan meminta Aron untuk menunggunya di Detasemen Perlindungan Hukum, sedangkan Lion segera mengemudi menuju Detasemen Perlindungan Hukum.
Pada saat itu, ada sebuah perjamuan mewah di kediaman Keluarga Dayo!
Rafael duduk di kursi utama dan menunggu kedatangan Aron dengan tenang.
__ADS_1
“Tuan Besar, Aron sudah membunuh Zaru Ketua Klan Kehancuran Surgawi , itu menunjukkan kalau kekuatannya tidak buruk, jika kita menahannya dengan paksa, bagaimana kalau dia melawan?”
Kepala pelayan bertanya kepada Rafael dengan suara pelan.
“Jangan khawatir, saya sudah memikirkannya sejak awal!”
Rafael menyeringai lalu mengeluarkan sebuah pil obat yang terlihat sangat jernih dan sangat indah.
“Tuan Besar, apa ini?”
Kepala pelayan bertanya dengan penasaran.
“Ini adalah Pil Pengontrol Energi, jika memakannya maka sebesar apa pun kemampuan yang dimiliki, sama sekali tidak akan bisa dikerahkan, dan pada saatnya Aron akan berada di bawah kendali kita!”
Kepala pelayan yang mendengar ini bergegas berkata : “Tuan Muda, saya dengar Aron sangat akrab dengan Lembah Pengobatan dan bahkan ada desas-desus bahwa Aron adalah Penguasa Lembah Pengobatan.”
“Kalau begitu, kita mencoba untuk meracuninya bukankah itu sama saja dengan pamer di depan ahlinya? Dia pasti akan mengetahuinya.”
Rafael memelototi kepala pelayan : “Saya beritahu padamu, Pil Pengontrol Energi ini tidak berwarna tidak berbau dan larut dalam air, sama sekali tidak mungkin bisa terlihat, bahkan jika Aron adalah Penguasa Lembah Pengobatan juga tidak akan bisa menyadarinya!”
“Ternyata begitu!” Kepala pelayan mengangguk, lalu kembali bertanya lagi : “Lalu bagaimana dengan Tuan Muda setelah kita mengendalikan Aron? Jika dia tahu dia pasti tidak akan setuju.”
“Saya akan mencari alasan agar Lion pergi, kita hanya perlu mengendalikan Aron, dan tidak butuh waktu lama lagi, Kristal Naga itu akan menjadi milikku.”
Tatapan mata Rafael dipenuhi dengan keserakahan.
__ADS_1
“Lalu bagaimana setelah kita mendapatkan Kristal Naga? Jika melepaskan Aron begitu saja, setelah kekuatannya pulih dia pasti akan mencari kita untuk balas dendam…”
Kepala pelayan bertanya.
“Bajingan, kamu ini bodoh ya? Siapa yang mengatakan akan melepaskannya, setelah mendapatkan Kristal Naga tentu saja harus membunuhnya, lantas harus meninggalkan akar permasalahan.”
Rafael mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan itu dan mengomel pada kepala pelayan.
“Namun jika kita membunuh Aron, dan Tuan Gino mengetahuinya maka kita akan mendapat masalah…”
Kepala pelayan berbisik memperingatkan Rafael dengan cemberut.
Wajah Rafael memerah karena kesal lalu memukul kepala kepala pelayan itu : “Kenapa saya mencari seorang kepala pelayan sialan sepertimu, walau kita membunuh Aron, juga tidak boleh mengatakan kalau kita yang membunuhnya, kebetulan bocah dari Keluarga Himawan itu punya dendam dengan Aron, maka kita bisa membuat kalau anak buah dari Keluarga Himawan yang melakukannya.”
“Pada saatnya jika Tuan Gino menyalahkan, dia akan menyalahkan Keluarga Himawan, akan lebih baik lagi jika bisa menjatuhkan Keluarga Himawan, dengan begitu pada saatnya nanti di Kota Dama, lawan kita akan berkurang satu lagi!”
Kepala pelayan tidak berani bicara lagi, dia menutup mulutnya dengan rapat.
Rafael mengambil teko teh dan memasukkan Pil Pengontrol Energi ke dalamnya, lalu mengocoknya beberapa kali dengan lembut.
Dia akhirnya membuka tutup teko dan menciumnya, sambil mengangguk dengan puas.
Sekarang dia tinggal menunggu Aron datang dan membuat Aron meminum teh itu.
__ADS_1