Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mulai Lebih jelas asal usul


__ADS_3

Berdiri, jangan bergerak..!!


Tiba-tiba, suara Danu terdengar di telinga Aron.


Segera setelah itu, Aron mendengar suara dentingan, dan aura setajam pisau itu tiba-tiba mengenai tubuh Aron namun seolah menabrak baja, dan terpental satu demi satu, tetapi Aron tidak menemukan ada orang di sekitarnya, artinya tidak ada perisai pelindung yang dibentuk dengan kekuatan spiritual sama sekali, namun bagaimana caranya aura menakutkan ini bisa dihadang?


Aron sangat bingung, namun saat ini dia juga tahu kekuatan dirinya saat ini kalau benar-benar memasuki dunia kultivasi, masih tidak sebanding dengan seekor semut, dia menyalahkan dirinya karena menjadi katak dalam tempurung, dia selalu ingin bertemu dengan kultivator dan sekarang setelah bertemu, itu menjadi pukulan telak bagi Aron.


Pada saat ini, setelah Badak Basi meledakkan auranya, dia tidak mempunyai niat bertarung, dan melompat setinggi puluhan meter dan mencoba melarikan diri di antara gedung-gedung!


Danu tidak akan membiarkannya kabur, dia juga melompat dan langsung meninju baju Badak Basi, dan membuat Badak Basi jatuh dengan kecepatan tinggi dan membentur tanah dengan keras, dan sebuah lubang besar muncul di tanah!


Jatuh dari ketinggian yang begitu tinggi, kalau orang biasa pasti akan langsung hancur tak berbentuk, walau para master dan ahli kalau jatuh dari ketinggian seperti itu juga sepertinya akan patah tulang, namun Badak Basi yang jatuh ke tanah masih bisa berguling dan berdiri, tanpa luka sama sekali.

__ADS_1


“Danu, apa kamu harus membunuhku? Saya bisa menganggap seolah-olah tidak melihat apa-apa dan meninggalkan Kota Dama….”


Badak Basi berkata dan menatap Danu dengan ketakutan.


“Kamu rasa saya akan percaya?” Danu mendengus dingin, dan bergegas maju menuju Badak Basi.


Badak Basi terkejut, dia mengulurkan tangannya dan ingin menghadang tapi sudah terlambat, hanya terdengar suara hantaman yang keras, dan Badak Basi yang bertubuh besar itu langsung terjatuh.


Aron melihat lebih dekat dan menemukan ada sebuah lubang sebesar ibu jari yang mengeluarkan darah, darah segar tidak berhenti mengalir.


Danu yang membunuh Badak Basi seperti hanya membunuh seekor anak ayam, dia perlahan menoleh pada Aron dan berkata : “Kamu tidak apa-apa?”


Aron menggelengkan kepalanya : “Tidak apa-apa, belum mati, siapa kamu? Kenapa kamu melindungiku? Siapa sebenarnya saya?”

__ADS_1


Aron tahu, Danu yang ada di hadapannya ini pasti tahu identitas dirinya, kalau tidak mana mungkin dia menyelamatkannya, dan saat teringat Badak Basi tadi mengatakan dirinya adalah Tuan Muda dari Keluarga King, dan pria paruh baya di depannya bernama Danu King, ini jelas bukan kebetulan.


“Ada beberapa hal yang akan lebih baik kalau kamu terlambat mengetahuinya…”


Danu tidak menjawab Aron, dan mengeluarkan sebutir pil obat : “Ambillah pil obat ini dan gunakanlah, lain kali jangan keluar sembarangan, setelah menyelesaikan urusanmu segera pergi dari Kota Dama….”


Aron menerima pil obat itu, namun dia masih merasa tidak puas dan bertanya pada Danu : “Kumohon padamu, beritahu saya, siapa sebenarnya saya? Apakah saya anggota keluarga King? Apa kamu tahu siapa ibuku?”


Saat Aron membahas ibunya, jelas wajah Danu sedikit tergerak, tapi dia segera memulihkan ekspresinya dan menatap Aron dengan dingin : “Jangan tanya lagi, nanti saat hari ke lima belas bulan Purnam kamu akan memahami semuanya.”


Aron tercengang, dia tidak menyangka Danu juga mengetahui perjanjian yang dia buat dengan Liu Khang, kemudian dia berkata dengan bersemangat : “Apa kamu mengenal Liu? Kalau tidak bagaimana kamu bisa tahu tentang perjanjian kami?”


Aron mencengkram bahu Danu dengan bersemangat, dan pada saat ini Aron merasa dirinya yang bertemu dengan Liu di Jurang Iblis, dan Liu yang mengajari di acara berkultivasi bukanlah kebetulan, tapi Liu sengaja melakukannya.

__ADS_1



__ADS_2