Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Fitnah Kejam


__ADS_3

“Keponakan, keponakan…”


Gera terisak sambil memeluk mayat Rein.


Rein sudah meninggal, ini adalah satu-satunya keturunan Keluarga Galah mereka, ke depannya keturunan Keluarga Galah akan berakhir.


Sedangkan Gera juga tahu jika kakaknya keluar dari pengasingan dan mendapati anaknya dibunuh oleh orang lain, dia pasti akan menggila dan dirinya juga yang akan terkena imbasnya.


Setelah menangis beberapa waktu, Gera perlahan-lahan bangkit berdiri dan tubuhnya dipenuhi dengan keinginan membunuh yang agung.


Sepasang matanya membelalak dan menatap Robi dengan dingin.


“Siapa yang membunuh keponakanku?”


Gera menggertakkan giginya dan bertanya.


Melihat penampilan Gera, hati Robi bergetar tapi dia segera menenangkan dirinya : “Tuan Muda Rein, dibunuh oleh Aron.”


“Aron?”


Gera tidak pernah mendengar nama Aron dan tidak tahu siapa itu Aron.


Di saat ini, kepala pelayan membisikkan sesuatu di telinga Gera, diduga memberitahukan informasi tentang Aron kepada Gera.


Setelah mendengarnya, Gera mengernyitkan keningnya : “Keponakanku tidak memiliki dendam dengan Aron, kenapa dia membunuh keponakanku?”


​“Siapa yang membunuh keponakanku?”


Gera menggertakkan giginya dan bertanya.


Melihat penampilan Gera, hati Robi bergetar tapi dia segera menenangkan dirinya : “Tuan Muda Rein, dibunuh oleh Aron.”


“Aron?”

__ADS_1


Gera tidak pernah mendengar nama Aron dan tidak tahu siapa itu Aron.


Di saat ini, kepala pelayan membisikkan sesuatu di telinga Gera, diduga memberitahukan informasi tentang Aron kepada Gera.


Setelah mendengarnya, Gera mengernyitkan keningnya : “Keponakanku tidak memiliki dendam dengan Aron, kenapa dia membunuh keponakanku?”


Gera sedikit tidak percaya, kenapa Aron ingin membunuh Rein.


Robi segera menceritakan apa yang terjadi.


Mulai dari dia yang menceritakan masalah Menara Setan kepada Rein, lalu Rein pergi mencari Aron, dan meminjam bawahan dari Keluarga Himawan, semuanya diceritakan kepada Gera.


Dan semua itu diceritakan sebagaimana terjadinya, hanya saja satu poin yang tidak diceritakan dengan jujur adalah, dialah yang membunuh Rein.


Robi tahu, Keluarga Galah pasti akan menyelidiki, tidak hanya mendengar ceritanya saja.


Jadi sebelum datang kesini, Robi sudah memikirkannya dengan baik, dan memutuskan untuk menceritakan semuanya sesuai dengan kenyataan.


Gera yang mendengar perkataan Robi menoleh ke arah kepala pelayan.


Kepala pelayan mengangguk dan berkata : “Tuan kedua, saat Tuan Muda meninggalkan rumah dia memang membahas tentang masalah ini, dan pernah menyebutkan nama Aron.”


“Mereka pergi ke Kota Dama, saya juga pernah menghubungi mereka, Tuan Muda mengatakan dia akan menetap beberapa hari di Kota Dama, dan saya tidak berani bertanya lagi!”


Gera yang mendengar perkataan kepala pelayan, menunjukkan raut wajah yang sangat muram.


“Pergi dan selidiki, tidak peduli seberapa jauh Aron melarikan diri, walau sampai ke ujung dunia, saya akan memastikan dia mati dengan tragis…”


Gera berteriak marah, mengejutkan semua orang yang ada di Keluarga Galah hingga bernafas pun tidak berani.


“Paman Gera, sebelum datang kemari saya sudah mengutus seseorang untuk melacak keberadaan Aron, sekarang mungkin sudah ada kabarnya, saya akan segera menanyakannya!”


Sebelum datang ke Kota Dawa, Robi sudah mengutus seseorang untuk mencari tahu tentang keberadaan Aron.

__ADS_1


Dia tahu Keluarga Galah pasti akan mencari Aron untuk membalas dendam, pada saatnya tiba dia hanya perlu melaporkan tempat persembunyian Aron saja.


Robi mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor.


​Tidak lama kemudian, raut wajah Robi kembali menjadi jelek


“Tuan Muda Robi, apakah sudah ditanyakan? Di mana Aron saat ini?”


Gera bertanya.


Robi mengangguk : “Paman Gera, Aron tahu kalau dia sudah berada dalam masalah besar, jadi dia bersembunyi di Lembah Iblis.”


“Lembah Iblis?”


Gera yang mendengarnya seketika tercengang, dia sama sekali tidak bisa memikirkan hubungan apa yang dimiliki oleh Aron dengan Lembah Iblis.


“Lantas Aron juga memiliki hubungan dengan Lembah Iblis?”


Tanya Gera.


“Saya juga tidak tahu, hanya saja saya rasa Lembah Iblis tidak mungkin memilih menjadi musuh Keluarga Galah hanya karena Aron.”


Robi takut Gera yang mendengar tentang Lembah Iblis tidak akan berani mencari Aron untuk balas dendam.


Karena Lembah Iblis memiliki reputasi mereka sendiri, Empat Tetua Iblis juga merupakan sosok yang luar biasa.


Jadi tidak ada orang yang bersedia memprovokasi Lembah Iblis.


“Hm, walau Lembah Iblis melindungi Aron, keponakanku juga tidak akan mati sia-sia, paling tidak hanya perlu melenyapkan Lembah Iblis bersama dengannya…”


Kilatan dingin memancar di mata Gera, dan sepasang tinjunya mengepal dengan erat.


“Tuan kedua, Lembah Iblis memiliki kekuatan yang luar biasa, bagaimana kalau kita menunggu Tuan besar keluar dulu baru diskusikan lagi?”

__ADS_1


__ADS_2