
Terlihat seekor serigala berwarna seputih salju yang sedang menerkam dan menggigit Monster Otoroshi.
“Serigala salju?” melihat serigala itu Aron langsung mengenalinya, itu adalah Serigala salju yang dia temui di Pulau Naga.
Saat itu, Serigala salju pergi bersama dengan Nuri dan yang lainnya, kenapa bisa tiba-tiba muncul di sini?
Lantas Nuri dan yang lainnya ada di pulau kecil ini?
Aron melihat sekeliling dan menemukan Danu membawa serta Nuri dan yang lainnya sedang berjalan menghampiri.
Aron yang melihat Nuri dan yang lainnya seketika menjadi seperti seorang anak kecil yang kegirangan.
Kalau bukan karena ada begitu banyak orang di sini, Aron pasti sudah langsung melompat dan memeluk Nuri.
Mata Nuri dipenuhi dengan kegembiraan saat melihat Aron.
Lina yang ada di sampingnya juga menatap Aron dengan kegembiraan dan penuh semangat.
Hanya saja Aron tidak berani menatap Lina secara langsung, dia tidak bisa menghadapi tatapan seperti itu dari Lina.
“Paman Danu, kenapa kalian bisa ada di sini?”
Aron bertanya dengan kaget pada Danu.
__ADS_1
Alih-alih menjawab pertanyaan Aron, Danu melirik ke orang-orang dari Negara Partan yang ada di sekeliling dan sedang bertarung dengan anggota Detasemen Perlindungan Hukum, lalu berkata pada Nuri dan Lina : “Kalian berdua boleh mencoba kekuatan kalian…”
Setelah Danu selesai bicara, Nuri dan Lina tersenyum dengan penuh semangat lalu sosok mereka seketika menghilang di hadapan Aron.
Kemudian, pertarungan menjadi kacau, dua sosok cantik muncul dan dimana pun kedua sosok itu melintas, akan terlihat pendekar Negara Partan yang meminta ampun!
“Ini…”
Aron membelalak tidak percaya, dan tidak berani mempercayai apa yang terjadi di depannya.
Perlu diketahui para pendekar dari Negara Partan memiliki kekuatan setidaknya seorang Master, dan ada beberapa diantara mereka yang memiliki kekuatan Grand Master, walau Audrey membantu, mereka juga bertarung dengan susah payah hingga sekarang, tapi begitu Nuri dan Lina bergabung dengan mereka, pertarungan itu langsung terlihat jelas.
Ini sedikit berlebihan, mengingat Aron dan Nuri serta yang lainnya baru berpisah selama satu bulan lebih, bagaimana kekuatan mereka bisa berkembang dengan begitu cepat?
Aron mengangguk, dia memang tidak dapat memahami, kecepatan kultivasi mereka jauh lebih cepat dibandingkan dengan dirinya.
“Saya beritahu padamu, itu karena Paman Danu mewariskan seluruh kekuatannya kepada mereka berdua, dan sekarang Paman Danu hanyalah orang biasa.”
Elen menjelaskan.
Mendengar perkataan Elen, Aron langsung tercengang dan menatap Danu dengan tidak percaya, “Paman Danu, kamu…kenapa kamu melakukannya?”
Danu terlihat tenang dan tersenyum tipis : “Aron, saya memiliki kekuatan namun tidak bisa membantumu sama sekali, jika saya menunjukkan diri maka Keluarga King pasti tidak akan melepaskanku, saya mewariskan kekuatanku pada Niri dan Lina, agar mereka berdua bisa membantumu, saya percaya kedepannya kamu pasti bisa membunuh Keluarga King dan menyelamatkan Nona…”
__ADS_1
Aron menatap Danu, matanya tiba-tiba menjadi basah, Liu mengorbankan nyawa untuknya, sekarang Danu juga kehilangan semua kekuatannya demi dia, Aron tidak tahu bagaimana dia harus membalasnya.
Tidak lama kemudian, seluruh pendekar dari Negara Partan sudah tersingkir, Nuri dan Lina berjalan kembali dengan wajah gembira.
Audrey dan Albert mengikutinya, dua orang itu tampak penuh kebingungan, tidak tahu apa hubungan orang-orang yang tiba-tiba muncul ini dengan Aron.
“Kapten Albert, apakah anggota kita ada yang terluka?”
Melihat Albert, Aron segera bertanya.
Dia sudah berjanji pada Eddyt, akan membawa semua anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu kembali.
“Hanya ada sepuluh orang yang terluka dan tidak ada yang meninggal!”
Kata Albert.
Mendengar ini, hati Aron merasa lega, dan saat Aron hendak mengajukan pertanyaan bagaimana Danu dan yang lainnya bisa ada di pulau ini, raungan Monster Otoroshi itu menarik perhatian Aron.
trima kasih buat mas Nurcholis Eko Leksono dan mas Iwan Iwan🙏🙏🙏
__ADS_1