Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Niat balas dendamnya Boyca


__ADS_3

“Diam!”


Danu memelototi Elen, jelas dia tidak ingin Aron tahu betapa berharganya Pil Pengolaha Tubuh.


Setelah mendengar hal tersebut, Aron menatap Aron dengan kaget, dia mengira bahwa Pil Pengolahan Tubuh akan mudah dibuat oleh kultivator seperti Danu, tidak disangka Danu juga mendapatkan Pil Pengolahan Tubuh dengan susah payah dan malah diberikan kepadanya.


Pada saat ini Aron tahu kalau Danu pasti memiliki semacam hubungan dengan dirinya, mungkin kerabatnya, memikirkan hal ini membuat Aron menatap Danu dengan penuh semangat.


“Kamu sudah mengetahui yang seharusnya kamu ketahui, segara tinggalkan Kota Dama dan jangan pernah menginjakkan kaki di Kota Dama sebelum kamu pergi ke Pulau Naga saat hari ke lima belas bulan Purnama….”


Danu berkata pada Aron.


Aron membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi Danu sudah membawa Elen pergi, dan menghilang dari pandangan Aron dalam sekejap mata.


Melihat Danu menghilang, Aron tertegun sejenak lalu berbalik pergi, setelah mencari taksi dia berencana langsung kembali ke Kota Sanur.


Danu menyuruhnya pergi dengan begitu cemas, Aron tahu kalau dia terus menetap di Kota Dama akan menjadi semakin berbahaya, dengan kekuatannya yang tidak seberapa ini sepertinya akan sulit untuk punya reputasi sendiri di Kota Dama, bahkan wanita yang tidak punya kekuatan saja bisa membuat dirinya melakukan apa yang dia perintahkan, kalau bertemu dengan ahli lainnya, maka Adon tidak akan memiliki ruang untuk melawan.

__ADS_1


Setelah naik taksi, dia memandangi gedung-gedung bertingkat yang lewat di kedua sisi, Aron diam-diam bersumpah dalam hatinya : “Kota Dama, saya pasti akan kembali lagi…..”


Di tengah Kota Dama tersimpan rahasia tentang identitas Aron, jadi Aron pasti akan kembali lagi.


​Di saat bersamaan, di pekarangan kediaman Keluarga Bara, tiga mayat sedang di taruh di tengah dan dikelilingi oleh banyak orang dari Keluarga Bara, dan seorang wanita sedang menangis dengan sedih di atas mayat Chris.


“Putraku, kenapa kamu mati setragis ini, kenapa kamu mati, beritahu ibu, siapa yang sebenarnya membunuhmu, saya pasti akan membalaskan dendammu…..”


Wanita itu adalah ibu Chris, dan saat melihat Chris yang mati tragis dia menangis dengan histeris.


Sedangkan saat ini Boyca memandangi mayat putranya, tubuhnya gemetar tidak terkendali dan matanya berubah menjadi merah.


​Boyca berteriak marah, dan aura pembunuh di tubuhnya menyelimuti seluruh pekarangan, membuat para pelayan keluarga Bara takut dan tidak berani bicara, mereka semua menundukkan kepala mereka.


“Tuan Ketiga, saya sudah memeriksanya, saat itu Tuan Muda sedang makan dan bertemu dengan Mars serta Aron, hanya saja menurut pemilik toko, Tuan Muda keluar dan mengejar seorang wanita, dan Aron juga tidak menyelesaikan makanannya dan ikut keluar, meninggalkan Mars sendiri di tempat makan, oleh karena itu Tuan Muda kemungkinan besar dibunuh oleh Aron….”


Kepala pelayan menghampiri Boyca dan berkata dengan suara pelan.

__ADS_1


Mendengar nama Aron, membuat Boyca sangat marah : “Aron lagi, kali ini kalau saya tidak membunuhnya, maka saya, Boyca, bersumpah tidak akan menjadi manusia lagi….”


“Tuan Ketiga, kekuatan Aron itu tidak lemah, sedangkan saat ini dia sudah meninggalkan Kota Dama, bagaimana kalau kita tunggu sampai Tuan Besar keluar lalu kita bicarakan lagi….”


Kepala pelayan membujuk Boyca.


“Walau dia pergi ke ujung dunia, saya juga akan mencabik-cabik mayatnya…..”


Boyca dipenuhi dengan niat membunuh, dan perlahan-lahan mengeluarkan kunci dari sakunya.


Kepala pelayan yang melihat kunci itu seketika raut wajahnya berubah : “Tuan Ketiga, kamu….kamu hendak melepaskan Empat Raja Surgawi?”


“Benar, kali ini saya pasti akan membuat Aron membayar nyawa putraku….”


Setelah berkata Boyca menatap mayat Chris lalu berbalik dan pergi ke halaman belakang.


Kepala pelayan yang melihat itu bergegas menghentikan Boyca dengan ketakutan : “Tuan Ketiga, kamu harus memikirkannya dengan baik, Empat Raja Surgawi itu hanya bisa dikendalikan oleh Tuan Besar, kalau kamu melepaskan mereka, dan mereka menggila, maka seluruh Keluarga Bara akan menderita….”

__ADS_1



__ADS_2