Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kedatangan Ayah Tommy


__ADS_3

Darah bercucuran, tangan kiri Roddy langsung terputus setelah ditebas oleh Aron, tangan yang putu situ masih mencengkram Lina dengan erat, hanya saja Lina berguling-guling di tanah lalu terbebas dari jeratannya…


“Ah…”


Rasa sakit yang begitu dahsyat membuat Roddy berteriak kesakitan, dia menendang dada serigala salju dengan keras, dan membuat serigala salju itu terpental.


Serigala salju berguling sekali dan kembali berdiri seolah-olah tidak terluka sama sekali.


Roddy hanya memiliki kekuatan seorang Grand Master di tingkatan puncak, tapi jika dibandingkan serigala salju ini memiliki kekuatan seperti seorang Great Grand Master, dan tendangan Roddy yang tergesa-gesa itu tidak mungkin bisa melukainya.


Teriakan kesakitan Roddy menarik perhatian bawahannya, melihat Tuan mereka sudah terluka, para bawahan Keluarga Tanu bergegas menjauh dari pertarungan dengan Klan Petir untuk melindungi Roddy.


Mata Roddy memerah saat dia melihat tangannya yang patah.


“Bunuh dia, bunuh mereka semua…”


Roddy berteriak, dan memerintahkan bawahannya untuk membunuh Aron.


Tapi di saat bawahan Keluarga Tanu bersiap untuk menyerang Aron, sebuah hembusan angin tiba-tiba menghantam dan disusul dengan aura yang menakutkan, membuat wajah semua orang menjadi pucat.


Karena aura yang begitu menakutkan sudah melampaui semua orang yang ada di lokasi, merasakan aura yang begitu menekan, baik Grand Master maupun Great Grand Master, sama-sama tidak bisa bergerak.


Aron mengernyitkan keningnya dan menoleh ke samping!

__ADS_1


“Keponakanku, kenapa kamu begitu marah? Siapa yang mau kamu bunuh?”


Terlihat seorang pria paruh baya yang perlahan muncul, pria paruh baya itu mengenakan seragam beladiri berwarna putih, dengan sepasang sepatu kulit dan wajah kotak, tidak terlihat sedikit pun ekspresi di wajahnya.


Sedangkan di belakang pria paruh baya itu ada tiga orang yang mengikutinya, dan tiga orang itu sudah mencapai ranah Great Grand Master, melihat dari aura mereka seharusnya mereka sudah Great Grand Master tingkat empat ke atas.


“Paman Khu…”


Setelah Roddy melihat orang yang datang, dia bergegas merubah ekspresinya dan berteriak dengan penuh hormat.


“Paman Khu…”


Sutai yang melihat itu juga bergegas menghampiri dan berteriak kepada pria paruh baya itu.


“Tommy ada di sana…”


Roddy menunjuk ke arah yang tidak jauh dari sana.


Ternyata orang yang datang adalah ayah Tommy, Tuan Rumah Lembah Tanpa Bayangan, Khu Tang, dia adalah seorang Great Grand Master veteran.


Khu melihat ke arah Roddy menunjuk dan menemukan Tommy sedang mencari kayu kering bersama bawahannya untuk membuat api unggun!


Raut wajah Khu menjadi dingin, kemarahan di tubuhnya seketika meningkat dan semua orang yang merasakan kemarahan Khu tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil!

__ADS_1


Khu berjalan ke arah Tommy, tapi yang lainnya tidak berani bergerak, mereka hanya menyaksikannya dalam diam.


Raut wajah Aron juga menjadi berat, kekuatan Khu Tang sepertinya sudah sama dengan Danu, dengan kekuatan seperti itu, Aron sama sekali tidak menjadi lawannya, terlebih lagi beberapa Great Grand Master yang dibawa oleh Khu…


Kemunculan Khu yang mendadak membuat Roddy dan Sutai serta Raul seketika kehilangan akal sehat mereka dalam sekejap!


Mereka baru saja bertarung untuk memperebutkan Kristal Naga, tapi sekarang, Khu tiba-tiba membawa bawahannya dan muncul disini, bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan Kristal Naga itu lagi.


Saat itu, Khu menghampiri Tommy dengan marah, dan menamparnya dengan keras.


Piak…


“Dasar bajingan, siapa yang menyuruhmu menyelinap ke Pulau Naga?"


Khu bertanya dengan marah.


Tommy melihat ayahnya yang datang lalu menamparnya dengan keras, bukannya marah malah sebaliknya menjadi bersemangat : “Ayah, kebetulan sekali kamu datang, cepat selamatkan Wenny, cepat selamatkan dia, dia membeku…”


Tommy bergegas menarik Khu dan memohon pada Khu Tang untuk menyelamatkan Wenny yang membeku!


Khu melihat Wenny yang telah berubah menjadi patung es dan mengernyitkan keningnya, tapi dia segera menatap Tommy dengan marah : “Kamu tidak punya kegiatan setiap hari hanya tahu mencari wanita, ikut saya pulang sekarang juga…”


__ADS_1


__ADS_2