Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tidak Bisa Menolong Nuri


__ADS_3

Pantas saja Robi membawanya ke gang di samping Aliansi Seni Bela Diri!


“Ayo!”


Robinberkata lalu melompat masuk ke dalam pintu yang gelap itu terlebih dulu!


Aron mengikuti dari belakang dan hal berikutnya yang terjadi, Aron merasa kegelapan di depannya membuat dia seperti melayang di angkasa luar, namun sebelum Aron bisa merasakannya, pandangannya bersinar lagi!


Aron melihat dirinya sedang berdiri di sebuah penjara bawah tanah, sekelilingnya ada pintu jeruji yang setebal lengan, meskipun ini adalah penjara bawah tanah tapi udara di dalamnya sangat kering.


“Kita hanya punya waktu tiga menit, bergegaslah, ruangannya ada di paling ujung…”


Robi memperingatkan Aron.


Aron mengangguk dan bergegas menuju ke sel yang ada di paling ujung.


Saat Aron tiba di depan pintu sel dan melihat Nuri, sekujur tubuhnya tersentak.


Nuri sedang terbaring di tempat tidur, sel ini memiliki berbagai macam fasilitas di dalamnya.


“Nuri…”


Aron berteriak dengan penuh semangat.


Mendengar suara Aron, Nuri melompat dari tempat tidur.


​Saat dia melihat Aron, dia menjadi bersemangat.


“Aron, bagaimana…kamu bisa masuk kemari?”


Nuri bergegas menuju ke pintu selnya dan tangannya menembus pintu jeruji sel dan memegang tangannya dengan erat!

__ADS_1


Saat melihat Nuri yang baik-baik saja, tidak terlihat dianiaya, Aron merasa jauh lebih lega.


“Nuri, apa kamu baik-baik saja? Apakah mereka menyiksamu?


Aron bertanya dengan prihatin.


Nuri menggelengkan kepalanya : “Mereka sangat baik padaku, selain mengambil sebotol darah dari tubuhku setiap hari, mereka tidak melakukan apapun lagi!”


​“Bagaimana kamu bisa masuk?”


Setelah selesai berbicara Nuri bertanya dengan heran.


“Saya dibawa oleh seseorang, jangan khawatir saya pasti akan mengeluarkan kamu dari sini, orang-orang di Aliansi Seni Bela Diri ini, saya akan membuat mereka membayar harganya…”


Aron berkata lalu tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang kuat!


“Memancarkan auramu di sini, kamu ingin mati?”


Aron yang mendengarnya bergegas menarik kembali auranya!


Nuri menatap Robi dan bertanya pada Aron : “Siapa dia?”


​“Seorang teman!”


Aron tidak mengatakan yang sebenarnya pada Nuri, dia takut Nuri akan mengkhawatirkan dirinya.


“Masih tersisa satu menit lagi, cepat mengobrol…”


Robi melirik waktu dan memperingatkan Aron.


“Aron, kamu harus menjaga dirimu di luar sana, jangan gegabah, saya baik-baik saja di sini.”

__ADS_1


Nuri memperingatkan Aron, dia takut Aron akan bertindak gegabah, dan terlibat konflik dengan orang-orang di Aliansi Seni Bela Diri.


Dengan kekuatan Aron saat ini dia tidak mungkin bisa melawan Aliansi Seni Bela Diri.


“Tapi saya tidak bisa membiarkanmu terus dikurung di sini, saya pasti harus memikirkan cara untuk mengeluarkan kamu!”


Adon berkata dengan penuh perhatian.


“Sudahlah, waktunya sudah tiba, ayo kita pergi…”


Robi berkata dan melemparkan Gelang Semesta ke udara, dan sebuah pintu masuk yang gelap muncul!


“Aron, kamu harus tenang, saya tidak berada dalam bahaya di sini, kamu tenang saja!”


Nuri berkata pada Aron dengan tidak tega.


Aron juga menggenggam tangan Nuri dengan erat, tatapan matanya penuh keengganan dan rasa bersalah!


“Tidak bisa, saya harus membawamu bersamaku…”


Melihat Nuri, Aeon tiba-tiba meraih pintu jeruji dengan kedua tangannya, kekuatan spiritual di dalam tubuhnya berkumpul pada tangannya dan dia mengerahkan kekuatannya untuk mematahkannya.


Dia ingin mematahkan jeruji besi ini dan mengeluarkan Nuri lalu membawanya pergi bersama!


Tapi urat-urat di kening Aron mulai timbul dan jeruji besi itu sama sekali tidak bergeming!


“Ayo cepat pergi, jeruji itu ditempa dari baja halus di Laut Bada, jangankan kamu, walau seorang Master Guru juga tidak akan bisa mematahkannya.”


Robi maju dan menarik Aron.


__ADS_1


__ADS_2