Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musuh Datang Dengan tiba-tiba


__ADS_3

Mendengar penjelasan Jekson, tatapan mata Aron seketika bersinar.


Dia bisa pergi melaut untuk sementara waktu, di lautan yang luas tidak akan ada yang bisa menemukannya, dan Aron kebetulan juga bisa berkultivasi dengan tenang.


“Hahaha, benar juga, kenapa saya tidak memikirkannya!”


Aron tertawa keras lalu menepuk pundak Jekson.


Aron hanya tinggal selama satu hari di Kota Sanur, lalu berangkat menuju Kota Lamar.


Keluarga Malik adalah keluarga terbesar di Kota Lamar, ditambah dengan kekuatan Grand Master tingkat puncaknya Vision, membuat mereka dapat menguasai seluruh pelabuhan di Kota Lamar.


Tapi dengan keuntungan sebesar itu tentu saja ada orang lain yang mengincarnya.


Keluarga Awan di Kota Lamar juga sudah mengincar pelabuhan yang menghasilkan keuntungan besar ini cukup lama, namun karena kekuatan yang dimiliki oleh Vision, Keluarga Awan hanya bisa melihat Vision menghasilkan banyak uang.


Namun, untuk bisa merebut pelabuhan dari tangan Vision, Keluarga Awan menghabiskan banyak uang untuk menyewa tiga Grand Master, setelah kabar ini tersebar, Vision menjadi panik.


“Tuan Besar, apa yang harus kita lakukan sekarang? Seluruh Kota Lamar sudah mengetahui bahwa Keluarga Awan mengundang tiga orang Grand Master, dan Keluarga Awan akan segera menyerang kita.”


Kepala pelayan Keluarga Malik, berkata dengan wajah panik.

__ADS_1


Raut wajah Vision menjadi jelek : “Dari mana Keluarga Awan bisa menyewa para ahli seperti itu, jangankan tiga orang Grand Master, bahkan satu orang saja sudah bisa memusnahkan seluruh Kota Lamar.”


“Tuan Besar, bagaimana kalau kita mengundang Empat Pendekar Gunung Tomang?”


Tanya kepala pelayan.


“Tidak ada gunanya mengundang mereka, apakah mereka dapat mengalahkan Grand Master!” Vision mencaci maki.


“Lalu…lalu apa yang harus kita lakukan? Sekarang banyak orang di dalam kediaman keluarga yang sudah gelisah dan ada yang mulai diam-diam menyelinap pergi!”


Kepala pelayan itu berkata dengan cemas.


Vision mengernyitkan keningnya, tapi alisnya seketika mengendur, “Benar juga, Keluarga Awan bisa menyewa para ahli, Keluarga Malik juga bisa, saya hampir saja lupa, sepasang pria dan wanita yang ikut bersama dengan Tuan Kurniawan juga sepertinya memiliki kekuatan Grand Master!”


“Tapi mereka hanya berdua, apakah bisa menang melawan tiga orang Grand Master Keluarga Kanggawan?”


Kepala pelayan bertanya dengan ragu.


“Tidak perlu memedulikan hal itu terlebih dulu, sekarang saya akan menelepon dan mengundang mereka kemari, lagi pula mereka adalah bawahannya Tuan Aron, jika mereka tidak bisa menang, maka undang juga Tuan Aron…”


Vision berkata lalu mengeluarkan ponselnya dan hendak menelepon.

__ADS_1


Tapi di saat itu, seorang bawahan Keluarga Malik berlari menghampiri dengan tergesa-gesa.


“Tuan Besar, gawat, gawat, Joel Awan dari Keluarga Awan sudah membawa orang untuk menyerang kemari, orang-orang kita tidak bisa menahannya!”


Raut wajah Vision seketika berubah setelah mendengarnya, tiga orang Grand Master, tentu saja para bawahan Keluarga Malik tidak bisa menahannya.


“Tuan Besar, tidak di sangka Keluarga Awan akan menyerang begitu cepat, bagaimana kalau kamu bersembunyi terlebih dulu?”


Kepala pelayan membujuk Vision.


“Tidak perlu, saya akan keluar untuk memeriksa!”


Vision melangkah keluar, dia tahu Keluarga Awan bukan datang untuk membunuh, jika tidak ada cara lain maka dia akan memberikan sebagian keuntungan dari pelabuhan ini kepada Keluarga Awan.


Di saat Vision berjalan ke halaman, dia melihat orang-orang Keluarga Malik tergeletak di mana-mana, dan seorang pemuda menatapnya dengan penuh penghinaan.


Pemuda ini adalah Joel Awan, Tuan Muda dari Keluarga Awan, tiga orang pria paruh baya berdiri di belakang Joel, masing-masing dari mereka memancarkan aura menekan yang samar-samar.


Walau Vision sendiri merupakan Grand Master tingkat puncak, namun merasakan aura tekanan itu masih membuat dia sedikit takut.


“Keponakan, ada masalah apa yang membuatmu begitu marah? Jika bawahanku sudah memprovokasimu, kamu bisa memberitahukannya kepadaku, saya bisa mewakilimu untuk menghabisi mereka.”

__ADS_1


Vision tersenyum dan berkata kepada Joel.


Walau saat ini, Vision sudah hampir mati kesal, namun dia tidak menunjukkan kekesalannya sedikit pun, menunjukkan betapa sulit diprediksinya orang ini.


__ADS_2