
Kalau bukan karena terpaksa, Hasan juga tidak ingin bermusuhan dengan Lembah Pengobatan.
“Jangan berharap, Lembah Pengobatan tidak akan menyerahkan orang kepadamu, sekarang saya akan memberikan dua pilihan kepadamu, bawa orangmu enyah dari sini, atau mati saja di sini...
Alfat menunjukkan raut wajah dingin, sepertinya tidak ada ruang untuk bernegosiasi.
Hasan seketika tercekik dan tidak bisa mengatakan apa-apa.
“Kalian Lembah Pengobatan benar-benar sangat arogan, apakah kalian tidak menganggap serius sekte lainnya?”
Melihat Alfat yang bersikap arogan, mata Master Narsi sedikit menyipit.
Alfat menatap Master Narsi dan mengernyitkan keningnya: “Siapa kamu? Apakah bantuan yang direkrut oleh Hasan?”
“Ini adalah Ketua Yayasan Hanura Master Narsi, Canon yang dibunuh oleh Aron adalah murid yang paling dibanggakan oleh Ketua Narsi, hari ini Ketua Narsi juga datang untuk membalas dendam pada Aron...”
__ADS_1
Hasan menunjuk Master Narsi dan memperkenalkannya.
Mendengar dua kata Yayasan Hanura, ekspresi Alfat dan beberapa Tetua lainnya tampak berubah.
Master Narsi terkenal dengan Taoisme, dan menggunakan beberapa teknik yang tidak dapat diprediksi, Master Narsi bisa menggunakan berbagai senjata sihir, formasi sihir dan mantra, bahkan meminjam kekuatan langit dan bumi untuk bertarung, tapi berbeda dengan ahli bela diri, mereka hanya bisa mengandalkan kekuatannya sendiri, walau Great Grand Master juga hanya bisa mengumpulkan energi dan menggunakan energinya untuk bertarung.
Oleh karena itu, ada perbedaan mendasar antara ahli sihir dengan ahli bela diri, banyak ahli bela diri yan gtidak ingin memprovokasi ahli sihir, dan ahli Tao.
Alfat dan para Tetua tidak tahu apa-apa tentang mantra walau mereka sudah mencapai ranah Great Grand Master, mungkin kalau Master Narsi menggunakan formasi psikedelik yang paling sederhana, mereka juga akan sulit menerjang keluar, oleh karena itu saat mendengar nama Master Narsi dari Yayasan Hanura, Alfat dan tetua lainnya menunjukkan perubahan ekspresi.
“Ketua Narsi, kami Lembah Pengobatan menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas pembunuhan yang Aron lakukan pada muridmu, minta saja apa kompensasi yang kamu butuhkan, kami juga akan memberikan kompensasi sepuluh butir Pil Kehidupan kepada Ketua Narsi, sekarang Aron sudah menjadi Penguasa Lembah Pengobatan, kalau kalian bersikeras untuk membunuhnya, maka Lembah pengobatan akan bergerak dan bersumpah untuk melindungi Penguasa Lembah kami...”
Tapi perkataan Alfat membuat Hasan dan Master Narsi tercengang.
Terutama Hasan, hatinya bergetar, syarat yang ditawarkan oleh Alfat terlalu murah hati, dia benar-benar akan mengeluarkan sepuluh butir Pil Kehidupan, kalau Master Narsi menyetujuinya, maka hanya akan tersisa Sekte Nirwana, dia tidak usah berharap bisa membalas dendam pada Aron lagi.
__ADS_1
“Tetua Alfat, jangan berbohong, Aron mana mungkin bisa menjadi Penguasa Lembah Pengobatan, jangan kira dengan mengatakan hal itu, bisa membuat kami berhenti, dia membunuh putraku dan murid yang paling dibanggakan oleh Ketua Narsi, tentu saja dia harus membayar dengan nyawanya...”
Setelah Hasan selesai bicara, dia berkata pada Master Narsi: “Ketua Narsi, kamu jangan percaya pada perkataan mereka, Aron itu bocah ingusan, bagaimana mungkin menjadi Penguasa Lembah Pengobatan, itu jelas-jelas omong kosong, saya rasa mereka hanya ingin memisahkan kita berdua, lalu menghancurkannya satu per satu...”
Master Narsi tidak mengatakan apapun dan hanya melekatkan pandangannya pada Alfat lalu berkata dengan perlahan: “Saya tidak peduli siapa Aron ini, dia harus mati, kalau tidak ingin terjadi pertumpahan darah di Lembah Pengobatan, kedua belah pihak mengalami kerugian, maka serahkan dia, saya tidak akan mempersulit kalian Lembah Pengobatan...”
Master Narsi juga tidak percaya pada perkataan Alfat, bagaimana mungkin Aron bisa menjadi Penguasa Lembah Pengobatan?
Kekuatan para Tetua di hadapannya jauh lebih tinggi daripada Aron, apakah mereka akan mendengarkan perintah Aron?
Itu sama sekali tidak mungkin!
“Ketua Narsi, kalau kamu tidak percaya, maka kami akan bertarung hidup dan mati...”
Alfat berkata sambil melirik Tetua Kedua yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Dan Tetua Kedua mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan tiba-tiba melemparkannya ke langit, sebuah kembang api yang terang meledak.