Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Markas Bajak Laut


__ADS_3

Melihat tumpukan tengkorak yang sudah menggunung, kaki para awak kapal itu menjadi lemas, dan hanya bisa dipapah oleh orang.


Setelah berjalan selama sepuluh menit, Aron melihat beberapa rumah yang dibangun dengan tumpukkan batu di sebuah area yang datar.


Bajak laut dengan tengkorak merah di dadanya berjalan lurus ke arah salah satu rumah yang lebih besar.


Sedangkan Aron dan yang lainnya, dikurung.


Saat bajak laut itu memasuki rumah yang paling besar itu, seorang pria dengan rambut panjang sedang duduk di dalam.


Melihat rambut pria itu tampaknya sudah bertahun-tahun tidak pernah dipotong.


Bau darah juga sudah melekat di tubuhnya.


Pria ini adalah bos dari bajak laut Pulau Tengkorak, yang bernama BBag


Melihat bajak laut yang berjalan masuk, Baga mengernyitkan keningnya.


“Bloody, kenapa kali ini kamu kembali dengan cepat? Bagaimana hasil kali ini?”


Baga menatap bajak laut itu dan bertanya padanya dengan dingin.


“Bos, kali ini kami mendapatkan sebuah kapal pesiar, namun tidak ada turis di dalamnya, hanya ada lima belas orang!”


Bloody berkata dengan hati-hati.


“Apa? Lima belas orang?”


​Kemarahan Baga seketika meledak : “Apa gunanya lima belas orang? Sekarang kekuatanku sudah berada di masa kritis dan membutuhkan lima puluh orang!”


“Bos jangan marah, saya akan segera membawa orang-orang untuk mencari lagi…”

__ADS_1


Bloody gemetar ketakutan.


“Sudahlah, dua hari lagi saya akan melaut untuk memeriksa sendiri!”


Baga mengibaskan tangannya lalu bertanya : “Di antara lima belas orang ini apakah ada ahli bela diri?”


Bloody menggelengkan kepalanya : “Tidak ada, semuanya orang biasa.”


Mendengar hal ini, kening Baga mengernyit lebih erat lagi lalu merenung sejenak dan berkata : “Kapal pesiar ini milik perusahaan mana? Coba cari cara untuk menghubungi mereka, agar mereka datang menebus mereka, dengan begitu pada saatnya nanti orang yang datang bisa kita tahan bersama!”


“Baik!”


Bloody mengangguk lalu berbalik pergi.


Di sisi lain, Baga memasang raut wajah tertekan, dengan adanya esensi dari lima puluh orang maka dia bisa melangkah masuk ke ranah Great Grand Master, dan kekuatannya akan meningkat pesat!


Baga dan yang lainnya merupakan Kultivator Iblis, karena diburu mereka terpaksa datang ke pulau terpencil ini.


Lalu mengubah namanya menjadi Pulau Tengkorak, dan Baga mengandalkan kemampuannya untuk menjarah di laut dan menjalani hidup di Pulau Tengkorak.


Pada saat ini, Aron yang sedang dikurung di dalam sebuah rumah batu, memancarkan kesadaran spiritualnya lalu segera memetakan seluruh pulau kecil itu dengan jelas.


Dan di area barat daya Pulau Tengkorak, sebuah tempat di dekat laut, hawa Yin sangat pekat dan seharusnya di tempat ini terkubur banyak tengkorak.


Di saat kesadaran spiritual Aron menyebar, menuju ke arah rumah batu yang paling besar untuk memeriksa.


Baga yang awalnya tertekan tiba-tiba melompat dan bangkit berdiri.


​Segera setelah itu, dia segera melihat sekelilingnya dengan ekspresi tegang.


Karena dia baru saja merasakan aura yang berbahaya.

__ADS_1


Meskipun aura itu hanya sekilas tapi dia tetap merasakannya.


Baga mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya berubah menjadi sangat jelek.


Aura seperti ini tidak akan mungkin dipancarkan oleh anak buahnya.


“Bloody, Bloody…”


Baga berteriak keras.


Segera, Bloody membuka pintu dan berjalan masuk.


“Bos, ada apa?”


Tanya Bloody.


​“Di mana orang yang kamu tangkap? Bawa saya pergi melihat-lihat…”


Kata Baga.


Bloody mengangguk lalu membawa Baga menuju ke rumah batu tempat di mana Aron dan yang lainnya dikurung.


Saat itu, orang-orang yang ditangkap sedang berkerumun bersama, mereka gemetaran dan tidak berhenti berdoa.


Hanya Aron seorang yang berdiri di samping dan melihat keadaan di luar dari jendela kecil.


Pintu ruangan itu dibuka dan Bloody membawa Baga masuk.


Orang-orang yang ditangkap itu menjadi semakin panik saat melihat penampilan Baga yang begitu liar, bahkan ada yang sudah berteriak dengan suara parau.


​“Teriak apa kalian? Kalau tidak bersikap baik saya akan membunuh kalian semua…”

__ADS_1


Bloody menegur dengan keras.



__ADS_2