Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron Di pukul telak


__ADS_3

“Tuan Aron, kamu tidak apa-apa kan?” melihat Aron bersikap seperti itu Eddyt bertanya dengan sedikit khawatir.


“Oh, tidak apa-apa, saya terlalu lama tidur…” Aron tersenyum tipis lalu berjalan menuju Lima Pengurus Desa Poison.


Pengurus Utama menatap Aron yang berjalan ke arahnya dan sedikit keterkejutan terlihat di matanya, karena dia tidak menyangka Aron masih semua ini, terlihat seperti baru berusia dua puluh tahunan, dan sudah memiliki kekuatan seperti itu.


“Kamu Aron?”


Pengurus Utama bertanya pada Aron.


“Benar, orang yang membunuh ulat bonekamu adalah saya….”


​Aron mengangguk tanpa malu.


Tatapan Pengurus Utama menjadi dingin, dia tahu Aron sengaja mengatakan ini untuk memprovokasinya karena ulat boneka itu sudah dipelihara olehnya selama belasan tahun.


“Bocah, saya akui kekuatanmu sangat kuat dan kamu masih begitu muda, sangat jarang bisa mencapai tahap kekuatan seperti kekuatanmu tapi sayangnya kamu terlalu sombong, kalau membiarkanmu berlatih selama sepuluh tahun lagi mungkin saya tidak akan bisa menjadi lawanmu lagi….”


Pengurus Utama berkata dengan penuh khidmat.


“Tidak perlu berlatih hingga sepuluh tahun, saya yang sekarang juga bukan lawanmu lagi, sebaiknya kalian menyerahkan diri dengan patuh, mungkin saja kalian masih bisa mempertahankan nyawa kalian….”

__ADS_1


Aron berkata dengan ringan.


“Hahaha, bocah kamu benar-benar sangat sombong, kalau begitu, maka saya akan membunuhmu dulu…”


Setelah selesai bicara, Pengurus Utama tiba-tiba menyerang Aron dengan tinjunya dan tinjunya ditutupi oleh kabut hitam, dan di bawah terpaan angin yang menderu, kabut hitam itu tidak menghilang!


Aron menatap Pengurus Utama yang menyerang ke arahnya dan dia tidak bergerak sama sekali, dia bahkan tidak bersiap untuk melawan, dia berencana menahan pukulan dari Pengurus Utama.


Melihat Aron tidak bergerak, Eddyt panik dan bergegas berteriak untuk memperingatkan : “Tuan Aron, jangan lengah, tinju mereka sudah dibalut dengan gas beracun….”


Tinju Pengurus Utama diselimuti oleh kabut hitam yang sangat beracun, walau tinju itu tidak bisa membunuh Aron tapi kalau tinju itu mengenai kulitnya itu akan membuat kulitnya seketika membusuk dan kehilangan kekuatan bertarungnya.


Tapi Aron seolah tidak mendengarkan perkataan Eddyt, dia tetap berdiri tidak bergerak, dan membuat Pengurus Utama sedikit bingung.


Gerakan Pengurus Utama melambat dan mengamati Aron dengan hati-hati, dia takut akan masuk ke perangkap Aron!


“Saya berdiri dan tidak bergerak saja membuatmu takut?”


Aron menyeringai dan mengejek Pengurus Utama.


“Cari mati….”

__ADS_1


Pengurus Utama menjadi kesal dan gerakannya yang melambat seketika dipercepat lagi, dan kekuatannya mencapai puncak, dia ingin menghabisi Aron dalam satu pukulan!


Alasan Aron membuat Pengurus Utama marah adalah agar dia menggunakan seluruh kekuatannya dan dia ingin tahu tubuhnya bisa menahan serangan hingga batas seperti apa.


“Tuan Aron…..”


Eddyt melihat Aron masih tidak mengelak bergegas mengeluarkan belati dan bersiap melangkah maju ke depan Aron untuk menghadang pukulan.


“Tidak perlu ikut campur, kamu lihat saja….”


Aron berkata pada Eddyt.


Eddyt benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Aron, lantas dia yakin tubuhnya bisa menahan tinju yang begitu ganas?


“Bocah sombong….”


Pengurus Utama menjadi sangat marah, dan kabut hitam di kepalan tangannya menjadi lebih tebal dan akhirnya kabut hitam itu seolah akan membungkus Aron.


Bam……


Suara hantaman terdengar, dan tubuh Aron langsung terpental hingga terbang lebih dari sepuluh meter, dan akhirnya menabrak dinding dan langsung merobohkan dinding itu.

__ADS_1


Dinding yang roboh mengubur Aron seketika, dan kali ini semua orang tercengang.


Bahkan Pengurus Utama juga langsung tercengang, dan menatap kosong ke arah dinding yang roboh di kejauhan, dia terus mengira kalau tidak bergerak sama sekali adalah taktik Aron, tapi tidak disangka Aron benar-benar akan berdiri diam dan terlempar oleh tinjunya, Pengurus Utama bahkan tidak merasakan adanya perlawanan.


__ADS_2