
“Lantas ini disegel lagi?”
Aron teringat saat dia pertama kali dia berada di dalam Menara Setan dan tidak bisa membuka pintu untuk keluar.
“Sekali lagi…”
Aron kembali melayangkan tinjunya, suara ledakan yang keras memekakkan telinga!
Rein yang ada di luar Menara Setan melihat hal ini dan raut wajahnya berubah : “Apa yang dilakukan orang itu di dalam? Seperti sedang merobohkan rumah…”
“Tuan Muda, sepertinya Aron ini sedang mencoba untuk menghancurkan Menara Setan, dia tidak bisa mendapatkannya dan tidak akan membiarkan kita mendapatkannya…”
Azuwa berkata.
Rein yang mendengarnya menambah kekuatan dan kecepatan di tangannya, dia harus bergegas masuk untuk mencegah Aron merusaknya!
Sedangkan Aron sudah melayangkan beberapa pukulan namun pintu perunggu di depannya tetap seperti semula, tidak bergerak sama sekali.
“Apa yang sedang terjadi sebenarnya?”
Aron mengernyitkan keningnya lalu menatap tinjunya sendiri : “Lantas haris menggunakan Tinju Cahaya Suci juga?”
Aron menyimpan kekuatan spiritualnya dan kembali menarik nafas dalam-dalam, otot-otot di tubuhnya menggembung, dia hendak mencoba membuka pintu perunggu itu dengan kekuatan fisiknya.
"Tinju Cahaya Suci…”
Urat-urat di kening Aron menonjol dan dengan mengandalkan kekuatan fisiknya, dia menghantamkan tinjunya ke pintu perunggu itu.
Krek krek krek…
__ADS_1
Pintu perunggu itu mulai bergerak perlahan-lahan karena pukulan Aron.
Melihat pintu perunggu itu terbuka, Aron seketika menjadi sangat bahagia.
Segera, sebuah cahaya gelap bersinar dari dalam ruangan, dan sebuah aura murni yang aneh menyelimutinya.
Merasakan aura itu, Aron segera melangkah masuk ke dalam.
Kegelapan memenuhi ruangan itu, Aron merasa seperti berada di dalam ruang kosong, dan hanya ada sekelebat cahaya di depannya.
Aron berjalan menuju ke arah cahaya tersebut, tidak lama kemudian Menara Setan yang jauh lebih kecil muncul di hadapan Aron.
Menara Setan itu hanya memiliki tinggi sekitar dua puluh sentimeter dan di ujung menaranya terdapat sebuah permata, yang memancarkan cahaya berkilau.
Di atas menara, sebuah aura yang sederhana membuat tubuh Aron merasa sangat nyaman.
“Ternyata tidak salah, ini adalah esensi sesungguhnya dari Menara Setan, ini adalah Menara Setan yang sebenarnya…”
Saat Aron mengulurkan tangannya, dan ingin mengambil Menara Setan itu, tiba-tiba sekelilingnya menjadi sangat terang.
Seorang pria tua dengan rambut seputih bulu bangau, dan memegang tongkat kepala naga di tangannya menatap Aron dengan marah.
“Hm, kenapa tidak sekalian menemui Raja Neraka saja, sampai berani mencoba mengambil Menara Setan milikku…”
Suara pria tua itu terdengar sangat keras dan agung!
Aron melihat pria tua itu dan segera berkata dengan penuh hormat dan sopan : “Senior, saya tidak tahu Menara Setan ini milikmu, saya tidak bermaksud menyinggung, mohon senior memaafkan…”
“Memintaku untuk memaafkanmu boleh saja, tapi kamu harus mengalahkanku terlebih dulu…”
__ADS_1
Pria tua itu berkata dan menghantamkan tongkat kepala naganya ke arah Aron secara mendadak.
Aura yang menakutkan langsung membuat Aron terhempas ke belakang.
“Senior, saya tidak menginginkan Menara Setan ini lagi, saya pergi saja…”
Aron tahu kalau dia sama sekali bukan lawan dari pria tua di hadapannya.
Pria tua ini tampak seperti ahli, dan kekuatannya entah berapa kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan Aron.
“Saya sudah mengatakan, mau pergi juga harus mengalahkanku dulu…”
Pria tua itu menghantamkan tongkatnya lagi.
Aron bergegas menghindar dan bergumam : “Sudah begitu tua tapi masih begitu pemarah…”
Pria tua itu tidak memedulikan Aron dan terus menyerangnya dengan serangkaian serangan yang membuat Aron terus menghindar.
Dalam sekejap mata, pria tua itu sudah menyerang belasan kali berturut-turut, dan semuanya berhasil dihindari oleh Aron.
Kali ini, hati Aron menjadi percaya diri.
“Sepertinya kamu juga tidak sekuat yang saya bayangkan, karena kamu terus memaksaku, maka saya akan bertarung denganmu…”
Setelah selesai berkata, cahaya keemasan di tubuh Aron bersinar dan kekuatan Naga Ilahi meledak.
Beberapa naga emas tiba-tiba keluar dari tubuh Aron dan mengelilingi tubuh Aron.
“Putra Naga, memang hebat…”
__ADS_1
Pria tua itu menyeringai, lalu tongkat kepala naga di tangannya tiba-tiba menusuk lantai dengan keras!
Auman naga terdengar dan tongkat kepala naga pria tua itu juga berubah menjadi seekor naga raksasa.