
Hasan yang di samping melihat tangan Canon yang dipotong seketika raut wajahnya berubah, dia tahu kalau terus seperti ini, mungkin Aron benar-benar tidak akan bisa dibunuh.
Memikirkan hal ini, tubuh Hasan seketika menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Aron.
Aron terkejut dan ingin melepaskan diri dari jeratan, tapi dadanya dipukul dengan keras oleh Hasan.
Tubuh Aron langsung terbalik di udara, dan saat berada di udara Aron memutuskan jeratannya lalu jatuh ke tanah.
Ugh...
Seteguk darah menyembur keluar dan kali ini Aron tidak bisa menahannya.
Saat melihat dadanya, lima bekas jari terlihat jelas dan dadanya juga menjadi cekung.
“Masih pantang menyerah...”
Hasan melihat Aron yang masih belum mati kembali mengangkat telapak tangannya, tubuhnya melompat dan kali ini dia mengarahkan pukulan ke kepala Aron.
Namun pada saat ini, jaring besar yang awalnya menutupi sekeliling tiba-tiba menghilang dan tubuh Hasan seolah menabrak sesuatu, dan dihantam oleh serangan balik yang sangat besar.
“Siapa, siapa?”
Hasan terkejut.
Perlu diketahui orang yang bisa memaksa dirinya mundur tanpa terlihat sosoknya pasti merupakan seorang ahli.
__ADS_1
“Ketua Hasan, berikan muka padaku, bawa orang mu pergi...”
Pada saat ini, seorang lelaki tua bersama dengan seorang pemuda berjalan dengan perlahan.
Lelaki tua itu tampak seperti dewa dan orang itu adalah Tetua Lembah Pengobatan, Alfat, sedangkan pemuda yang ada di sampingnya adalah Eldert.
Sepasang mata Hasan terpaku: “Siapa kamu? Untuk apa saya memberimu muka?”
Hasan tidak mengenal lelaki tua dan pemuda di hadapannya.
“Saya adalah Tetua Lembah Pengobatan, Alfat, semoga Ketua Hasan memberi muka padaku...”
Alfat berkata dengan perlahan.
“Tetua Alfat, anak ini membunuh putraku, saya tidak bisa berada di bawah langit yang sama dengan orang yang membunuh putraku, kenapa kamu membantunya?”
Hasan bertanya tapi nada bicaranya jelas melunak.
“Saudara Aron adalah tamu kehormatan Lembah Pengobatan, tentu saja saya harus membantunya, Ketua Hasan sebagai Ketua Sekte Nirwana, juga sebagai seorang ayah, apakah kamu tidak tahu kalau putramu mempraktekkan ilmu sihir dan mencelakai banyak gadis? Tuan Aron membunuh putramu bisa dianggap sebagai membantu rakyat untuk memberantas bencana...”
Alfat berkata dengan ringan, sepertinya dia mengetahui tentang Leo yang mempraktekkan sihir.
“Kamu...” wajah Hasan memerah lalu memucat, dia menatap Aron di hadapannya, tatapan matanya penuh amarah: “Hari ini saya harus membunuhnya, untuk membalaskan dendam putraku, setelah saya membunuhnya, saya akan mengantarkan hadiah besar ke Lembah Pengobatan untuk menebus kesalahan...”
Setelah Hasan selesai bicara, dia tiba-tiba mengayunkan kekuatannya ke arah Aron dan kekuatannya meningkat.
__ADS_1
Melihat Aron yang sudah hampir mati, Hasan mana mungkin menyerah dengan mudah.
Alfat melihat Hasan yang berani menyerang di depan wajahnya, seketika raut wajahnya berubah menjadi dingin.
“Kamu sedang berencana menjadi musuh Lembah Pengobatan...”
Setelah Alfat selesai bicara, dia melambaikan tangannya dengan santai dan aura yang tidak terlihat menyelimuti Aron, aura Hasan yang kuat menghilang tanpa jejak setelah bersentuhan dengan aura Alfat.
Hasan menggertakkan giginya: “Formasi...”
Atas perintahnya, bawahan Hasan yang membawa pedang di belakang tubuhnya segera membentuk formasi.
“Tetua Alfat, hari ini saya harus membunuh Aron, kalau kamu bersikeras menghalangi maka bertarunglah sampai mati...”
Hasan tampaknya sudah bertekad untuk membunuh Aron.
“Menjengkelkan...” Alfat mendengus dingin: “Jangankan kamu yang sekarang sudah kelelahan setelah pertarungan besar, walau kamu yang masih berada di puncak, ingin membunuhmu, hanya semudah membunuh seekor semut...”
Setelah berkata, Alfat mengibaskan jubah lengannya, dan tiba-tiba ada angin kencang dan tekanan yang bergejolak menyapu ke arah Hasan dan yang lainnya.
Hasan menghentakkan kakinya ke tanah dengan kuat, dia berpegangan erat sedangkan bawahannya sudah terhempas keluar sejak tadi.
Setelah aura itu menghilang, raut wajah Hasan menjadi sangat jelek dan memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1