Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berakhirnya Kisah Wiwanto


__ADS_3

Aron mengangkat telepon Wiwanto, dan menemukan orang yang menelepon adalah Arthur.


Aron menekan tombol jawab dengan perlahan, lalu segera terdengar pertanyaan cemas dari Arthur : “Wiwanto, bagaimana? Tadi kamu mengatakan dalam waktu tiga menit Aron sudah akan berubah menjadi genangan darah?


“Ketua Arthur, mohon maaf, sepertinya akan mengecewakanmu…”


Aron menanggapinya dengan nada mengejek.


Pihak lawan jelas tercengang, dan setelah sesaat suara Arthur yang muram baru terdengar : “Aron, di mana Wiwanto? Apa yang kamu lakukan terhadapnya?”


“Kamu tidak perlu khawatir, dia sangat baik, kamu akan segera bertemu dengannya…”


Setelah selesai bicara, Aron langsung mengerahkan kekuatan di tangannya dan ponsel itu seketika berubah menjadi bubuk.


Segera setelah itu, Aron mengeluarkan ponselnya sendiri dan merekam Wiwanto yang sedang berlutut dan dijambak oleh dirinya.


“Bunuh saya, bunuh saya…”


Wiwanto meraung marah, dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Aron.


“Jangan khawatir, saya pasti akan membunuhmu, tapi sebelum membunuhmu saya akan menunjukkan kepada semua orang, betapa menyedihkannya seorang ketua dewan aliansi sepertimu.”


​Aron menjambak rambut Wiwanto dengan satu tangannya dan merekam dengan tangan yang lain!


Wiwanto meronta-ronta, dia tidak ingin menghadap kamera, tapi dia tidak bisa melepaskan diri!


“Yuki, saya pasti akan membuat semua orang yang melukaimu membayar harganya, saya pasti akan menyelamatkanmu…”


Setelah selesai berkata, Aron memutar tangannya!


Krek…

__ADS_1


Kepala Wiwanto dipelintir dengan keras oleh Aron.


Mata Wiwanto membelalak dan sudah mati…


​…


​Di dalam Aliansi Seni Bela Diri!


Arthur membanting ponselnya dengan keras ke lantai hingga ponselnya hancur berkeping-keping!


Dia sama sekali tidak menyangka, Wiwanto tidak menjadi lawan dari Aron.


Dia tahu jelas kekuatan Wiwanto, terutama Wiwanto mempraktikkan teknik kultivasi jahat, walau sama-sama berada di ranah Great Grand Master puncak, Wiwanto dapat dikatakan sebagai yang terbaik.


Sekarang dia dikalahkan oleh Aron, bagaimana mungkin hal ini terjadi!


“Ketua Aliansi, Aron ada di luar…”


Di saat Arthur sedang mengamuk, seseorang tiba-tiba berlari masuk dan melapor kepadanya.


“Ketua Aliansi, Aron mengatakan dia ingin memberikan hadiah kepada Ketua Aliansi!”


Bawahan itu berkata.


“Memberi hadiah?” Arthur sedikit bingung, dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh Aron.


Setelah berpikir sejenak, Arthur berjalan menuju ke aula.


Saat memasuki aula, Arthur melihat Aron membawa sebuah kotak kayu dan duduk di kursi dengan ekspresi tenang di wajahnya!


Arthur menatap Aron lalu berbicara perlahan : “Aron, di mana Wiwanto?”

__ADS_1


Aron melemparkan kotak kayu yang ada di tangannya kepada Arthur!


Arthur menangkap kotak kayu itu, dan saat dibuka, ada bau darah yang menyengat hidung!


Saat Arthur melihat isi kotak kayu itu adalah kepala dari Wiwanto, dia menjadi sangat marah!


Dia sama sekali tidak menyangka, Aron berani membunuh Wiwanto.


Bagaimanapun, Wiwanto adalah anggota dewan dari Aliansi Seni Bela Diri, Aron membunuh Wiwanto itu sama saja dengan merobek wajah Aliansi Seni Bela Diri sepenuhnya.


“Kamu…kamu berani membunuh Wiwanto?”


Arthur menunjuk Aron dan berteriak padanya.


“Dia hanyalah permulaan, ke depannya akan ada lebih banyak orang-orang Aliansi Seni Bela Diri yang mati…”


​Aron menatap Arthur yang mengamuk dengan dingin.


“Nyalimu besar sekali, membunuh Wiwanto, dan berani datang ke Aliansi Seni Bela Diri untuk membuat onar, hari ini saya akan menunjukkan kepadamu, Aliansi Seni Bela Diri bukanlah tempat di mana kamu bisa berbuat seenaknya…”


Setelah berkata, tubuh Arthur mulai membesar dengan cepat.


Gelombang tekanan yang menakutkan menyelimuti Aron.


Bruak bruak bruak…


Kursi yang diduduki oleh Aron seketika berubah menjadi bubuk, dan tubuh Aron seperti ditekan oleh gunung yang sangat besar.


Urat-urat di kening Aron menonjol, dia menggertakkan giginya dengan kuat untuk menahan tekanan ini!


Kekuatan Arthur berada jauh di atas Aron, hanya ledakan tekanannya saja sudah membuat Aron kesulitan untuk menahannya.

__ADS_1


Namun Aron tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.



__ADS_2