
Keringat dingin bercucuran di kening Iman, dia bergegas menoleh ke arah Aron dan ingin menjelaskan pada Aron, tapi Aron memberi isyarat padanya dan menghentikannya, Aron percaya Imam tidak akan berani menggelapkan uang, itu semua hanyalah bualan dan omong kosong Heri.
Terlebih lagi, Aron sendiri tidak tahu kalau Pil Peremajaan buatannya masih bisa mengobati histeria, ini jelas-jelas omong kosong, meskipun Pil Peremajaan bisa menjernihkan pikiran dan menguatkan tubuh tapi kalau ingin mengeluarkan makhluk gaib dari tubuh seseorang, Pil Peremajaan tidak memiliki khasiat seperti itu.
Hanya saja Aron tidak langsung membeberkan omong kosong Heri, dia ingin terus menunggu, menunggu untuk melihat Heri menjadi bahan candaan, dan pada saatnya saat Keluarga Teguh melihat Heri tidak berguna, tentu mereka akan memohon padanya.
“DIrektur Heri, Keluarga Teguh akan membayar uang pil obat ini, kami tidak akan membiarkan Direktur Heri rugi…..”
Jeremy mengerti maksud Heri, dan bergegas buka suara.
“Tuan Jeremy terlalu sungkan, saya bukan bermaksud seperti itu, hanya beberapa miliaran saya tidak mempermasalahkannya…”
Heri tersenyum dan melambaikan tangannya lalu memberikan Pil Peremajaan itu kepada Jeffry : “Kamu bawalah ini dan berikan pada ayahmu, percayalah ayahmu akan segera sembuh….”
Jeffry terus berterima kasih, dan membawa Pil Peremajaan dengan hati-hati dan bergegas menuju ke belakang.
Semua anggota Keluarga Teguh menunggu dengan cemas dan berharap Pil Peremajaan ini benar-benar berkhasiat.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Jeffry berlari kembali dengan wajah gembira.
“Jeff, bagaimana keadaan ayahmu?”
__ADS_1
Ibu Jeffry bertanya padanya.
“Ibu, Pil Peremajaan yang diberikan oleh Direktur Heri memang berkhasiat, setelah ayah memakannya, dia tidak membuat keributan lagi dan memanggil namaku, dia mengenalku…”
Jeffry berkata dengan semangat.
“Benarkah? Bagus sekali, saya akan menemuinya…”
Ibu Jeffry berkata dan hendak berlari ke belakang.
“Ibu, ayahku hanya tersadar sejenak, lalu kembali tertidur, kamu pergi ke sana juga tidak ada gunanya….”
“Direktur Heri, kenapa kakakku tertidur lagi, apa yang terjadi?”
Jeremy bertanya dengan bingung.
“Kepala Keluarga Keluarga Teguh pikirannya sempat kacau dan tubuhnya dikendalikan, dia sudah kelelahan dan sekarang karena dia sudah sadar, dia pasti sangat lelah, jadi tertidur lagi adalah hal yang wajar…”
Heri menjelaskan.
Anggota Keluarga Teguh yang mendengarnya merasa apa yang dikatakan oleh Heri masuk akal dan menganggukkan kepala mereka, dan semakin menunjukkan rasa hormatnya kepada Heri.
__ADS_1
“Tuan Jeremy, karena saya sudah menyembuhkan penyakit kakakmu, selanjutnya bukankah kamu harus menunjukkan ginseng puluhan ribu tahun itu kepadaku?”
Heri bertanya pada Jeremy.
Jeremy membuka mulut, namun karena Imam, Aron dan yang lainnya masih di sana, Jeremy menutup mulutnya dan ragu-ragu sejenak, lalu akhirnya berkata pada Iman : “Saudara Imam, kamu datang jauh-jauh dari kota, dan sudah sampai di kediaman Keluarga Teguh, sebagai tuan rumah kami seharusnya menjamu kamu, tapi hari ini kami berhalangan dan berharap Saudara Imam bisa membawa orang-orang mu pergi dari sini, saya pasti akan mengunjungimu langsung nanti untuk mentraktir Saudara Imam….”
Jeremy memerintahkan Iman untuk pergi, karena Iman dan Aron ada disini dan Jeremy sulit buka suara.
Perkataan Jeremy membuat raut wajah Iman menjadi sangat jelek, tapi dia tidak bisa mengatakan apapun karena Jeremy mengatakannya dengan segan, dia tidak mungkin bersikeras tidak mau pergi dari rumah orang kan?
Imam yang tidak berdaya menoleh pada Aron, dan ingin tahu apa yang dipikirkan oleh Aron.
“Kamu kira kakakmu sudah sembuh?”
Aron bertanya pada Jeremy.
“Iya, kenapa? Tadi keponakanku sudah mengatakannya, apa kamu tidak dengar? Kakakku sudah mengenalinya, sekarang dia hanya tertidur lagi….”
Jeremy yakin, karena bagaimanapun identitas Heri sudah menjaminnya!
“Hm!” Aron mendengus dingin : “Pil Peremajaan hanya bisa menjernihkan pikiran, dan hanya tonik, tidak bisa menyembuhkan penyakit, dan tentu saja tidak bisa menyembuhkan histeria, lagipula sejak kapan Pil Peremajaan dijual dengan harga miliaran, kenapa saya tidak tahu?”
__ADS_1