Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Kurung


__ADS_3

Kota Dama, di depan pintu Aliansi Seni Bela Diri!


Aron sedang berdiri dengan tenang di sana, dia berencana menerobos masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri dan mengeluarkan Nuri.


Satu lengan Arthur sudah ditebas olehnya, jadi tidak ada lagi yang perlu ditakuti!


Aron memegang Pedang Naga, dan Tubuh Emas tak terhancurkan sudah diaktifkan olehnya.


Saat ini Aron seperti seorang dewa pembunuh, tubuhnya dipenuhi dengan keinginan membunuh.


Namun saat Aron hendak masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


Aron melayangkan tamparannya dengan ganas ke belakang dan saat dia melihat dengan jelas siapa orang yang menepuk pundaknya, dia langsung berhenti!


Angin dari pukulan itu bersiul, meskipun Aron berhenti tepat waktu namun tetap saja kulit wajah orang di seberangnya terasa panas dan perih!


“Aron, kekuatanmu sudah bertambah pesat ya!”


Junior berkata sambil mengusap wajahnya.


“Kapten Junior, kenapa kamu bisa ada di sini?”


Aron bertanya dengan penasaran.


“Tentu saja datang mencarimu, Tuan Gino sudah menduga sejak awal kalau kamu pasti akan menerobos masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri, jadi dia memintaku datang kemari dan membawamu kembali…”


Kata Junior.


“Bagaimana Tuan Gino bisa tahu kalau saya sudah kembali ke Kota Dama?”


Aron mengernyitkan keningnya, namun seketika dia berkata dengan penuh tekad di wajahnya : “Saya tidak mau kembali, saya harus menyelamatkan pacarku terlebih dulu…”

__ADS_1


Melihat Aron yang penuh dengan tekad, Junior berkata dengan tidak berdaya : “Tuan Gino tahu kamu pasti akan keras kepala, jadi dia memintaku memberitahumu kalau kamu kembali menerobos masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri maka kamu pasti akan mati, jangan mengira karena kamu mempunyai tubuh yang abadi, rahasia kecilmu ini diketahui oleh banyak orang!”


Aron tercengang dan menatap Junior Dikurung


dengan tidak percaya, tatapan seperti itu membuat Junior yang ditatap olehnya merasa tidak nyaman!


“Jangan melihatku seperti itu, Tuan Gino memintaku menyampaikan pesan ini padamu, kamu punya rahasia apa saya sama sekali tidak tahu…”


Junior segera mengibaskan tangannya.


Aron tidak mengatakan apa pun, hatinya sedikit tersentak saat ini, dia mulai mencurigai identitas Tuan Gino.


Lantas Tuan Gino juga merupakan seorang kultivator abadi yang sangat kuat?


Sekarang dia merupakan seorang kultivator abadi di ranah Jiwa Baru, lantas ranah seperti ini tidak layak dibicarakan di hadapan Tuan Gino?


Aron sama sekali tidak mengerti, dia juga tidak tahu kenapa Tuan Gino melakukan hal ini!


Saat pergi, Aron menoleh dan menatap Aliansi Seni Bela Diri : “Nuri, kamu tidak perlu khawatir, cepat atau lambat saya akan mengeluarkanmu dari sini.”


Aron mengikuti Junior hingga tiba ke dalam sebuah manor berbentuk persegi yang tampak sangat biasa!


Aron sedikit bingung, biasanya dia menemui Tuan Gino di Detasemen Perlindungan Hukum, kenapa kali ini dia berada di tempat seperti ini?


“Kapten Junior, untuk apa kamu membawaku ke sini?”


Aron bertanya dengan bingung.


“Tentu saja untuk bertemu dengan Tuan Gino…


Junior menjawab.

__ADS_1


Aron juga tidak bertanya lagi, dan mengikuti di belakang Junior menuju ke sebuah ruangan.


Setelah masuk ke dalam ruangan Aron merasakan bahwa manor yang biasa ini ternyata tidak sederhana, karena dia merasakan aura yang bergelombang di sekeliling manor ini, serta ada banyak perangkap serta formasi yang tersembunyi!


Ini seharusnya merupakan tempat tinggal Tuan Gino atau tempat Tuan Gino bekerja, dan Aron baru pertama kali ke sini.


“Aron, kamu duduk sebentar, Tuan Gino akan segera tiba…”


Junior menuangkan segelas teh untuk Aron.


“Terima kasih Kapten Junior…”


Aron segera menerima segelas teh itu dan berterima kasih kepada Junior.


Junior menatap Aron dengan tatapan penuh arti, lalu berjalan keluar dari ruangan, dan menutup pintu ruangan itu.


Namun, saat Junior menutup pintu itu, tiba-tiba ruangan itu bergetar dan diikuti dengan suara gemuruh yang terdengar.


Aron mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya berubah drastis, lalu bergegas bangkit berdiri dan menerjang ke arah luar.


Namun saat tiba di depan pintu, dia menemukan sebuah gerbang besi yang langsung menutup pintu ruangan itu.


Cahaya putih yang samar muncul di sekeliling ruangan, seperti tirai cahaya yang mengurung Aron di dalam ruangan itu.


Aron yang melihat ini segera mengangkat tangannya dan melayangkan tamparannya.


Bam!


Sebuah suara ledakan terdengar, tubuh Aron langsung terpental ke belakang.


Aron baru menyadari bahwa ruangan ini telah dipasang formasi terlarang dan dia sama sekali tidak bisa keluar.

__ADS_1



__ADS_2