
Sedangkan zirah putih itu terbang dengan sendirinya dan dikenakan pada tubuh Wenny.
Aron teringat akan gadis berzirah putih di dalam mimpinya dan gadis itu terlihat sama persis dengan Wenny!
Lantas Wenny adalah reinkarnasi dari gadis berzirah putih itu?
Aron tidak percaya, gadis berzirah putih itu masih hidup dan dia adalah Wenny.
Di dalam mimpinya, Aron melihat dengan matanya sendiri saat gadis berzirah putih itu gugur.
Tidak peduli siapa pun Wenny, sekarang Aron harus menemukan cara untuk menghidupkan kembali Wenny!
Untung saja Wenny terus membeku jadi tubuhnya tidak mengalami luka parah, asalkan dia bisa mengeluarkan hawa dingin itu dari tubuh Wenny.
Saat tangan Aron menyentuh Wenny, hawa dingin yang menusuk langsung membuat Aron melepaskan tangannya.
Hawa dingin seperti ini dapat langsung menembus kulit dan mencapai organ dalam tubuh, ini terlalu berat untuk ditanggung oleh manusia.
Aron menarik nafas dalam-dalam lalu mengerahkan kekuatan spiritual dalam tubuhnya, nyala api berwarna biru mulai menari-nari di atas tangannya!
Kemudian dia perlahan-lahan mendekat pada tubuh Wenny dan sepasang tangannya menyentuh Wenny dengan lembut!
__ADS_1
Hawa dingin yang menusuk itu kembali terasa, Aron mencoba memblokirnya dengan kekuatan spiritual dan tidak berhenti menyalurkan kekuatan spiritual ke dalam tubuh Wenny.
Aron mengandalkan api spiritual di telapak tangannya untuk menahan hawa dingin agar tidak membekukan sepasang tangannya.
Namun setelah beberapa menit, tubuh Aron mulai bergetar, kekuatan spiritual terkuras dalam jumlah besar dan membuat dia tidak bisa menahannya lagi, api spiritual di tangannya juga perlahan-lahan melemah lalu sepasang tangannya menjadi putih dan dingin, mulai membeku!
Aron yang melihat ini hanya bisa melepaskan tangannya dengan pasrah, dia menatap Wenny yang ada di depannya dan merasa tidak berdaya, ini membuat dia merasa sangat bersalah.
“Wenny, jangan khawatir, kali ini tidak peduli bagaimana pun saya pasti akan menghidupkanmu kembali…”
Aron menggertakkan giginya dan melihat sekelilingnya, lantai itu dipenuhi dengan Pil Hewan Buas dan di sini tidak kekurangan energi spiritual.
Aron berencana berlatih sementara waktu di sini, dan meningkatkan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya untuk menyelamatkan Wenny!
Aron duduk bersila, Seni Konsentrasi Jiwa dikerahkan hingga batas maksimal,, sebuah pusaran besar mulai menyerap energi spiritual dari Pil Hewan Buas itu dengan liar.
Cahaya keemasan di tubuh Aron mulai bersinar dengan menyilaukan…
…
Di Pulau Naga!
__ADS_1
Air di sepanjang pantai sudah berubah menjadi berwarna merah darah, puluhan monster iblis mengambang di permukaan air, setelah pertarungan satu hari satu malam, banyak di antara mereka yang mendapatkan Pil Hewan Buas!
Namun ada juga yang telah meninggal karenanya, tidak jauh dari sana belasan mayat tergeletak hanya saja tidak ada orang yang memperhatikan mereka yang sudah mati.
Pelatihan itu pada dasarnya sangat berbahaya, jadi wajar saja jika ada yang mati saat pelatihan.
Tapi tidak ada yang memperhatikan orang-orang yang sudah mati ini kebanyakan berubah menjadi mayat kering, wajah mereka menua seolah mereka telah dihisap oleh sesuatu!
Tidak jauh dari sana, tubuh August diselimuti oleh jubah hitam dan sedang duduk bersila, senyuman tipis mengembang di sudut mulutnya.
Pelatihan kali ini telah membuat dia mencicipi rasa manis.
“Jika ada beberapa kesempatan seperti ini lagi, sepertinya saya akan dapat membantumu mencapai puncak ranah Master Guru dalam waktu singkat, bahkan untuk menerobos hingga ranah Grand Master Guru juga akan mudah…”
Suara tua itu terdengar di dalam benak August.
“Senior, kapan saya bisa mencapai ranah Maha Guru?”
August bertanya dengan penuh semangat.
“Maha Guru?” Suara tua itu terdiam sejenak : “Maha Guru itu sepertinya sudah menjadi legenda saat ini…”
__ADS_1
August yang mendengarnya, terdiam!
Memang benar, saat ini ranah Maha Guru sudah menjadi sebuah legenda, meskipun jalan bela diri tidak akan pernah berakhir namun dia hanya pernah mendengar dan melihat ranah Maha Guru!