Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron dan Keluarga Bara Punya dendam


__ADS_3

Setelah Aron mendengarnya dia mengernyitkan keningnya, dia baru saja mengatakan dia sudah harus pulang karena takut Eddyt akan buka mulut dan meminta bantuannya, bukannya Aron takut pada orang-orang dari Desa Poison, tapi dia tidak bisa menghabiskan waktu untuk masalah ini, dia harus segera berkultivasi.


Dan Aron juga tahu kalau orang-orang dari Desa Poison itu tidak akan terlalu sadis, dan tidak mungkin terlalu sadis, karena mereka hanya ingin menggunakan Ulat Boneka untuk mengendalikan dan mendapatkan keuntungan untuk Desa Poison, dan mereka juga tidak akan berani membunuh orang.


Karena itulah Aron tidak terlalu ingin ikut campur, karena ini tidak mengancam nyawa, dan mengenai hal lainnya Aron juga tidak berpikir untuk mengurusnya.


Melihat Aron mengernyitkan keningnya, Hendy membuka mulut : “Tuan Aron, saya benar-benar berharap Tuan Adon dapat membantu, kalau tidak orang-orang dari Desa Poison ini sepertinya bisa memporak-porandakan Kota Dama, meskipun kali ini mereka tidak berani bertindak padaku, tidak menjamin mereka tidak akan bertindak pada pemimpin lainnya.”


“Di Kota Dama yang begitu besar lantas tidak ada orang yang bisa mengendalikan orang dari Desa Poison? Kalau ada beberapa penyihir yang membakar, membunuh dan menjarah di Kota Dama saat ini, lantas kalian hanya akan menonton begitu saja?”


Aron sedikit tidak mengerti, di Kota Gama yang besar ini tidak mungkin tidak ada orang yang bisa mengendalikan orang-orang dari Desa Poison, dan yang menjaga keamanan di Kota Dama adalah Detasemen Perlindungan Hukum yang anggotanya kebanyakan adalah ahli bela diri, kalau beberapa penyihir kuat yang datang, bukankah orang-orang dari Detasemen Perlindungan Hukum ini hanya akan menjadi hiasan?


Setelah Aron selesai bicara, Hendy dan Eddyt tercengang, dan raut wajah mereka terlihat serba salah, pada akhirnya Eddyt angkat bicara : “Tuan Aron, tentu ada orang yang bisa mengendalikan orang-orang dari Desa Poison itu, walau mereka adalah penyihir yang kuat, tapi kalau berani membuat masalah di Kota Dama juga akan ada orang yang mengurus mereka, hanya saja itu tidak diurus oleh Detasemen Perlindungan Hukum.”


“Maksudmu, di atas Detasemen Perlindungan Hukum masih ada departemen penegak hukum lagi?”


Aron sedikit kaget.


“Salah, bukan departemen penegak hukum, orang-orang ini berada di luar lembaga hukum, dan tidak ada orang yang bisa memerintah mereka, mereka juga tidak berada di bawah kekuasaan apapun, bahkan semua orang yang ada di Pengadilan juga tidak berhak untuk memerintah mereka….”

__ADS_1


Hendy menggelengkan kepalanya.


“Mereka? Siapa sebenarnya mereka? Apakah mereka kultivator?”


Mendengar perkataan Hendy, tatapan mata Aron menunjukkan sedikit kegembiraan.


Hendy terkejut saat mendengar Aron mengatakan “kultivator”.


“Pemimpin Hendy, Tuan Aron adalah seorang kultivator, tetapi saat ini kekuatannya masih tidak terlalu kuat….”


Eddyt menjelaskan kepada Hendy.


“Pemimpin Hendy, orang-orang yang kamu bicarakan tadi apakah mereka itu kultivator?”


Aron kembali bertanya.


Hendy menggelengkan kepalanya : “Saya tidak tahu, walau saya tahu saya juga tidak boleh memberitahumu, karena ini adalah rahasia….”


​Aron yang mendengarnya menunjukkan sedikit kekecewaan.

__ADS_1


“Tuan Aron, ini memang rahasia, bahkan saya juga hanya tahu sedikit, yang lainnya tidak tahu, oleh karena itu kami tidak mungkin bisa meminta bantuan kepada orang-orang itu, dan berharap Tuan Aron mau membantu…..”


Aron mengernyitkan keningnya, dia benar-benar tidak ingin membantu.


“Tuan Aron, apakah kamu takut Keluarga Bara akan datang untuk membalas dendam bila kamu menetap di Kota Dama? Saya bisa menjamin kepada Tuan Aron, saya akan memperingatkan Keluarga Bara, dan mereka tidak akan berani bertindak pada Tuan Aron selama Tuan Aron menetap beberapa hari di Kota Dama ini…”


Eddyt mengira Aron takut pada Keluarga Bara yang akan balas dendam.


“Tuan Aron dan Keluarga Bara punya dendam?”


Hendy yang mendengar itu bertanya dengan curiga.


​Eddyt mengangguk, dan menceritakan kejadian yang terjadi antara Aron dan Keluarga Bar padanya.


Hendy yang mendengarnya bergegas berkata : “Tuan Aron tenang saja, saya bisa maju dan membantu Tuan Aron untuk berbicara.”


“Kalian salah paham, hanya Keluarga Bara yang kecil tidak ada apa-apanya bagiku, saya memang punya urusan lain untuk dikerjakan saja….”


Aron bukannya takut dengan Keluarga Bara, hanya saja dia tidak punya waktu untuk menunda kultivasinya.

__ADS_1



__ADS_2