Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di sukai banyak wanita susah,,!! ga di sukai wanita juga parah!!!


__ADS_3

Kalau demikian, kenapa Raja Poison mau mengadopsi dirinya dan membesarkan dirinya sampai dewasa.


Elen yang mendengarnya juga merasa masuk akal, lalu menatap Danu dan berharap Danu bisa menjelaskannya, tapi sayangnya Danu juga tidak bisa menjelaskan.


“Salomo yang memberitahukannya kepadaku, jadi saya hanya bisa memberitahumu yang sebenarnya, dan apakah kalian mau mempercayainya atau tidak, hanya kalian sendiri yang bisa memutuskan...”


Setelah Danu selesai berbicara, dia keluar dari kamar karena dia sendiri juga tidak bisa membuktikan perkataannya.


Melihat ini, Aron juga ikut keluar dan tidak lama kemudian Elen dan Neli juga berjalan keluar, hanya saja raut wajah Neli tidak terlalu baik, dia sedang berpikir dengan keras.


Mungkin dia masih memikirkan apakah perkataan Danu bisa dipercaya atau tidak!


Elen mempercayai sebagian perkataan Danu, meskipun Salomo disebut sebagai orang jahat tapi dia tidak pernah berbohong, karena Salomo yang mengatakannya maka seharusnya tidak salah.


Saat beberapa orang ini terdiam di ruang tamu dan membuat suasana menjadi agak tertekan, pintu vila tiba-tiba dibuka, lalu anuri dan Lina berjalan masuk.

__ADS_1


“Aron, apakah kamu bersenang-senang tadi malam...”


Baru saja masuk, Nuri sudah bertanya dengan keras dan nada bicaranya terdengar menyindir.


Mendengar perkataan Nuri, Danu dan Elen menatap Aron, keduanya baru menyadari kalau pakaian Neli banyak yang robek, dan kancing bajunya juga hilang, sedangkan Nrli segera memegangi pakaiannya sendiri.


Meski begitu, sebagian besar kulit putihnya masih terlihat dan jelas pakaian Neli dirusak oleh seseorang dengan kuat.


“Aron, dasar cabul, apa yang kamu lakukan pada kakakku?”


​Elen tiba-tiba menghampiri Aron dengan marah dan bertanya, dia bahkan menghantamkan pukulan yang keras pada Aron, hanya saja dia tidak memiliki kekuatan jadi pukulan itu tidak membuat Aron merasa sakit, sebaliknya karena memukul Aron terlalu kuat, tangannya sendiri gemetaran.


Aron menjelaskan.


Saat ini, Lina dan Nuri yang melihat Elen dan Neli yang sama persis seketika tercengang, ternyata memang ada orang yang benar-benar terlihat sama persis, sepertinya semalam mereka sudah salah paham pada Aron.

__ADS_1


“Omong kosong, lihat baju kakakku sudah menjadi seperti ini, kamu masih berani mengatakan tidak melakukan apapun padanya? Jelas-jelas kamu memang cabul, sudah mempunyai dua orang wanita masih tidak cukup dan bertindak pada kakakku, melihat matamu itu saja saya sudah tahu kamu bukan orang baik-baik…”


​Elen sama sekali tidak percaya pada perkataan Aron, dia dengan keras kepala mengira Aron sudah melakukan sesuatu pada Neli, kalau tidak bagaimana pakaiannya bisa menjadi seperti itu.


Aron baru saja buka mulut dan hendak menjelaskan tapi Nuri sudah maju dan berkata: “Aron punya berapa banyak wanita, apa urusannya denganmu? Kenapa kamu mengatai dia cabul? Saya adalah pacarnya Aron, saya bisa membuktikan dia tidak melakukan apapun.”


“Aron bukan orang cabul, kamu sedang memfitnahnya, Aron adalah pria yang jujur, saat saya telanjang dan jatuh ke dalam pelukannya, Aron tidak melakukan apapun terhadapku, itu membuktikan dia bukan pria cabul bukan?”


Neli berdiri di samping Nuri dan membantah pernyataan Elen.


Tepat setelah Neli selesai bicara dia tiba-tiba merasa dirinya mengatakan hal yang salah, sedangkan Nuri menatap Lina dengan kaget: “Lina, sejak kapan dia melihatmu telanjang? Kenapa saya tidak tahu?”


​Wajah Lina memerah, dia sangat canggung hingga tidak tahu harus berbuat apa.


Saat Nuri menatap Aron, Aron juga memalingkan wajahnya dan pura-pura tidak melihatnya, karena masalah seperti ini, bagaimana dia bisa mengatakannya?

__ADS_1


Danu yang berdiri di samping melihat sikap Aron dan menunjukkan senyuman mengejek, dia tahu seorang pahlawan pun akan sulit menghadapi jebakan wanita cantik, hanya saja untunglah kultivator bisa memperistri banyak wanita, jadi semuanya tergantung pada kemampuan Aron.



__ADS_2