Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ulat Boneka


__ADS_3

Segera, jarum perak yang berukuran 10 cm itu sudah menusuk ke dada Josua, dan hanya tersisa sebagian kecil dari jarum perak itu yang berada di luar, dan kemudian, di bagian atas jarum perak yang terpapar itu terlihat mulai mengeluarkan darah hitam, lalu mulai menyembur.


Ternyata, jarum perak itu berlubang, dan darah yang menyembur sepanjang jarum perak itu semuanya berwarna hitam!


Febri yang melihat ini bergegas mengeluarkan beberapa jarum perak lagi, dan menusukkannya ke tubuh Josua dalam satu tarikan nafas!


Setelah menancapkan semua jarum perak ke tubuh Josua, tubuh Josua terlihat sedikit gemetar, lalu mata dan mulutnya tiba-tiba terbuka!


Melihat putranya membuka matanya, Hendy melompat kegirangan.


“Putraku, putraku, akhirnya kamu bangun, cepat lihat saya….”


Hendy berteriak pada Josua!


Pada saat ini, mata Josua berwarna merah darah, dan bola matanya tidak bergerak seolah dia tidak bisa mendengarkan teriakan Hendy sama sekali.


Melihat putranya tidak merespon, Hendy bertanya dengan bingung pada Febri : “Guru Febri, apa yang terjadi pada putraku? Kenapa dia sudah bangun tapi seperti tidak mengenalku?”


“Pemimpin, jangan panik, sebentar lagi akan baik-baik saja…”


Guru Febri berkata dengan acuh tak acuh!


Karena Josua sudah bangun, Febri menghela nafas lega dan dengan lambaian tangannya dia menarik kembali semua jarum perak yang ada di tubuh Josua.


Melihat Febri begitu tenang, Hendy merasa lega dan menunggu putranya bisa mengenalinya lagi dengan tenang!

__ADS_1


​“Ah…………..”


Tiba-tiba Josua membuka mulutnya dan berteriak keras, dan mengejutkan Hendy!


Bahkan Febri dan Oyong juga terkejut!


Setelah teriakannya, Josua yang terus berbaring di tempat tidur tiba-tiba duduk dan sepasang matanya masih berwarna merah darah, tapi ada kabut hitam yang menyembur keluar dari mulutnya, dan kemudian seluruh wajah Josua berubah menjadi warna hitam!


Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi hitam dan membusuk, saat melihat putranya seperti itu, Hendy tercengang!


Febri juga tercengang, dia tidak menyangka Josua akan berubah menjadi seperti itu, tadi dia sudah memaksa racun itu keluar dari tubuh Josua, kenapa sekarang kondisinya malah memburuk


“Guru Febri, apa yang terjadi pada putraku? Apa yang sebenarnya terjadi?”


“Pemimpin, jangan panik, saya akan segera memeriksa apa yang terjadi.”


Febri berkata lalu tangannya dengan cepat menepuk Josua yang ada di tempat tidur, namun setiap kali dia menepuknya, kabut hitam yang keluar dari mulut Josua menjadi semakin banyak!


“Ah ah ah…………”


Josua masih terus berteriak dengan mengerikan!


Sepasang mata Josua seperti hewan buas saat ini, dia menatap Febri dengan erat seolah ingin membunuh Febri dengan tatapan matanya itu!


Febri yang ditatap oleh Josua seperti itu merasa kulit kepalanya mati rasa, dan keringat dingin membasahi keningnya!

__ADS_1


Dia tidak tahu kenapa Josua bisa seperti ini, dan sekarang Febri hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan racun dari tubuh Josh!


Di ruang tamu, Eddyt yang mendengarkan pergerakan di dalam kamar, raut wajahnya sedikit berubah : “Tuan Aron, apa yang terjadi di dalam?”


“Tidak apa-apa, duduk saja dengan tenang!” Aron minum teh dengan santai dan tidak khawatir sedikitpun!


“Tuan Aron, tidak boleh terjadi sesuatu pada Pemimpin Hendy, kalau terjadi sesuatu padanya, akan merepotkan….”


Eddyt tidak berani membiarkan sesuatu terjadi pada Hendy, sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama, dia bertanggung jawab atas keamanan di Kota Dama, dan melindungi para pemimpin di Kota Dama!


Kalau sesuatu terjadi pada Hendy saat ini, dan Eddyt berada di tempat kejadian, maka dia tidak akan bisa lepas dari tanggung jawab dan sepertinya bisa dihukum mati!


“Jangan khawatir, tidak akan ada yang terjadi pada pemimpin, mereka akan keluar dalam waktu tiga menit!”


Aron melihat waktu dan berkata!


Melihat Aron begitu percaya diri, Eddyt juga tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya bisa menatap ke arah kamar itu dengan cemas!


Saat ini di dalam kamar, Febri sudah berkeringat deras, racun di dalam tubuh Josua seperti tidak ada habisnya, dan seluruh kamar dipenuhi dengan kabut hitam yang bau busuknya sangat menjijikkan!


Tapi saat Febri hendak menepuk Josua lagi, Josua tiba-tiba membuka mulutnya dan seekor ulat hitam terbang keluar dari mulut Josua, dan ulat itu langsung menuju ke arah Febri dengan cepat!


Ekspresi Febri yang melihat itu seketika berubah drastis : “Ulat boneka, ini adalah ulat boneka, cepat lari, cepat lari…..”


Melihat Febri mengibaskan tangannya dan tiba-tiba ada jaring besar yang terbuat dari benang merah yang muncul dan menghadang ulat boneka itu!

__ADS_1


__ADS_2