
Aron belum tahu kalau dirinya sudah menjadi orang populer yang sedang dibicarakan seluruh dunia seni bela diri, dan dengan popularitasnya Aron, masalah juga satu per satu menghampirinya.
Kalau bukan karena Eddyt dan Hendy yang mendukung Aron di Kota Dama, Dika pasti sudah langsung pergi ke Kota Sanur setelah keluar dan membalaskan dendam putranya sendiri.
Sekarang Dika mengeluarkan surat tantangan, walau Hendy merupakan pemimpin dari Pengadilan, dia juga tidak bisa mengatakan apapun lagi, karena ini adalah aturan di dunia seni bela diri, menyelesaikan masalah di atas arena tidak termasuk dendam pribadi, dan Hendy tidak bisa ikut campur.
Tetapi saat ini Aron masih tenggelam dalam kultivasinya dan dia tidak tahu tentang surat tantangan itu, dan tidak tahu kalau dunia seni bela diri sedang memperhatikan dirinya.
Saat ini, di luar area Perumahan Bumi Sejuk, banyak rekan seni bela diri yang datang, Jekson dan Lyla juga bergegas kembali dari Kota taka dan membawa tim yang terdiri dari ratusan orang, mereka tidak peduli betapa mengerikannya kekuatan Keluarga Bara, tidak peduli sekuat apa Dika, di mata mereka, Aron adalah Penguasa mereka, dan mereka hanya akan setia pada Aron, bahkan walau mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka, mereka tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Aron.
Di saat bersamaan, Kurniawan, Jhonatan dan Walikota Hendrik juga datang ke Perumahan Bumi Sejuk untuk membahas tindakan pencegahan dengan Aron, meskipun Hendrik adalah pemimpin di Kota Sanir tapi dia juga tidak berani secara langsung membantu Aron menghadapi Keluarga Bara dari Kota Dama.
Semua orang berkumpul di Perumahan Bumi Sejuk, dan wajah mereka tampak gelisah, namun Aron masih berkultivasi dan tidak ada orang yang berani mengganggunya.
__ADS_1
“Ayah, apa yang harus kita lakukan?” Nuri tampak cemas dan bingung.
Meskipun Nuri tidak tahu siapa Dika, tapi setelah mendengar Lina mengatakan kalau Dika ini sangat kuat dan terkenal di seluruh dunia seni bela diri, ini membuat Nuri sedikit takut, takut Aron akan dibunuh oleh Dika.
“Kamu jangan khawatir, lihatlah ada begitu banyak orang yang sedang memikirkan solusinya!”
Jhonatan menghibur Nuri.
“Masalah ini terjadi karena saya, walau harus mempertaruhkan nyawa saya juga tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Aron.
Kurniawan menatap cucunya sendiri, dan tatapannya dipenuhi dengan rasa sedih, hanya saja dia tidak mengatakan apapun, karena masalah ini terjadi karena Keluarga Pratomo, kalau bukan karena menyelamatkan Lina, untuk apa Aron membunuh Roy.
Kalau tidak membunuh Roy, maka Dika tidak akan mengeluarkan surat tantangan pada Aron.
__ADS_1
Suasana di dalam villa menjadi sangat suram, raut wajah semua orang tampak sedih dan tidak ada yang berani berbicara lagi, sekarang Aron belum muncul, jadi mereka hanya bisa menunggu.
“Tuan Kurniawan, saya tidak mengerti aturan di dunia seni bela diri, kalau pihak lain mengeluarkan surat tantangan, bukankah kita bisa menolaknya? Apalagi kalau pihak lain ingin bertarung di arena tiga hari kemudian, bagaimana jika Aron belum keluar saat itu?”
Jhonatan tidak mengerti aturan di dunia seni bela diri, jadi dia bertanya pada Kurniawan.
Kurniawan menghela nafas pelan : “Pihak lain mengeluarkan surat tantangan, kalau tidak menerima tantangannya maka reputasi Tuan Aron di dunia seni bela diri sepertinya akan menjadi buruk, dan yang paling penting, pihak lain akan mempunyai alasan untuk memburu dan membunuh Tuan Aron dengan cara apapun, pada saat nya tidak hanya Tuan Aron sepertinya semua orang di sekitarnya juga akan terlibat, kali ini Dika mengeluarkan surat tantangan pasti karena ada perlawanan di Kota Dama, jadi dia tidak berani memburu dan membunuh Tuan Aron begitu saja, dan memilih menggunakan cara ini.”
Jhonatan yang mendengar kalau konsekuensi dari menolak tantangan akan begitu serius, hingga melibatkan orang-orang yang ada di sekitar Aron seketika terdiam.
“Hm, tidak peduli sehebat apa Keluarga Bara di Kota Dama, dan sekuat apa si Dika, kalau datang ke Kota Sanur, ini adalah wilayah kami, orang-orangku di Kota Sanur, ditambah lagi dengan orang-orang yang didatangkan dari Kota taka sudah mencapai ribuan orang, lantas masih tidak bisa menghadapi satu orang dari Keluarga Bara….”
Jekson mendengus kasar dengan raut wajah yang marah.
__ADS_1