Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Uang Keluarga


__ADS_3

Aron mulai mengagumi pemilik kapal pesiar ini sekarang!


Rombongan itu dipandu oleh pelayan di kapal pesiar dan tiba di lokasi pelelangan.


Tempat itu sudah dipadati oleh orang dan tampaknya orang-orang kaya memang suka mengoleksi barang antik, karena apa gunanya memiliki begitu banyak uang kalau tidak dibelanjakan?


Mengoleksi barang antik juga memiliki nilai investasi, kalau bisa mendapatkan barang bagus di pelelangan maka pasti akan untung.


Karena aturan pelelangan, semuanya harus membayar uang jaminan sebelum bisa mengikuti pelelangan, jadi Indrawan membayar 1 miliar sebagai uang jaminan dan kerumunan itu berjalan masuk ke dalam!


Setelah menemukan tempat yang relatif terpencil, mereka semua duduk dan menunggu pelelangan dimulai!


Saat itu, Aron juga melihat Robi dan Raden juga datang kemari, namun keduanya duduk agak jauh darinya!


Kurniawan tampak sangat bahagia dan terus menggosok-gosokkan telapak tangannya.


“Jhonatan, kalau nanti ada barang bagus dan uangku tidak cukup, kamu harus mendukungku!”


Kurniawan berbisik pada Jhonatan.


“Tuan Kurniawan jangan khawatir, saya pasti mendukungmu!”

__ADS_1


Jhonatan tersenyum dan mengangguk.


“Tuan Kurniawan, saya memiliki sebuah kartu, tidak tahu ada berapa banyak uang di dalamnya, mungkin lebih dari 1 triliun, kamu pegang saja dulu, jika ada yang kamu sukai nanti, maka tawar saja…”


Aron menyerahkan selembar kartu bank kepada Kurniawan.


Uang yang ada di dalam kartu Aron adalah hasil penjualan bahan obat, serta bahan tambang, sekarang dia tidak mengurusnya lagi, tetap akan ada aliran uang yang masuk terus menerus ke dalam rekeningnya!


“Tidak perlu, saya mana boleh menggunakan uangmu, kamu sendiri juga masih membutuhkan uang!”


Kurniawan mengibaskan tangannya!


Kurniawan tahu Aron harus mengeluarkan banyak uang untuk berkultivasi, membeli bahan obat dan berbagai sumber daya, jadi uang masih berguna untuk Aron!


“Tuan Kurniawan, sekarang saya tidak membutuhkan uang untuk berbelanja, kamu ambil saja…”


Aron meletakkan kartu itu ke tangan Kurniawan.


Kurniawan ingin menolak tapi Lina angkat bicara : “Kakek, dia sudah memberikannya kepadamu, maka kamu terima saja, lagipula ini adalah uang sekeluarga!”


​Perkataan Lina membuat Kurniawan tercengang dan segera tertawa lepas : “Benar benar benar, uang keluarga, saya akan mengambilnya, saya akan mengambilnya…”

__ADS_1


Lina merasa dirinya sudah salah berbicara, dan wajahnya seketika memerah!


“Tuan Kurniawan, ke depannya kita semua adalah satu keluarga, kalau uangmu tidak cukup nanti, kamu bisa memberitahukan kepadaku…”


Jhonatan berkata sambil tersenyum.


Aron, Nuri dan Lina bersama, baik Jhonatan maupun Kurniawan tidak ada yang merasa keberatan.


Mereka tahu, Aron bukanlah pria biasa, ke depannya walau memiliki tiga istri dan empat selir, juga tidak akan berarti apa-apa!


​Tidak lama kemudian, pelelangan akan segera dimulai dan pembawa acara naik ke atas panggung!


“Kita sangat beruntung karena di pelelangan hari ini, Tuan Vision juga hadir bersama kita, mari kita undang Tuan Vision untuk menyampaikan sepatah dua kata di atas panggung…”


Saat pembawa acara menyampaikan sambutan, seorang pria berjanggut lebah dan berperut buncit naik ke atas panggung.


Pria itu bernama Vision, dia adalah orang yang paling berkuasa di Kota Lamar, seluruh dermaga yang ada di Kota lamar dikuasai olehnya, begitu juga dengan kapal-kapal, bahkan kapal pesiar mewah ini juga merupakan miliknya, bisa dibilang kekayaan Vision jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga-keluarga di Kota Dama!


Vision juga merupakan seniman bela diri, sekarang dia sudah mencapai kekuatan Grand Master, dulu Vision mencari nafkah dengan memancing, tapi rumornya, setelah Vision menangkap seekor ikan besar dan menemukan sebutir mutiara di dalamnya, dan menelannya, kekuatan Vision meningkat pesat hingga mencapai titik di mana dia bisa mengendalikan seluruh dermaga!


Beberapa tahun ini, armada milik Vision sudah banyak mengangkut batu Giok antik, karena Vision adalah orang yang kasar, dia tidak suka barang-barang seperti ini, jadi dia mengadakan pelelangan untuk melelang barang-barang ini dan ini membuat Vision menjadi semakin kaya, lalu perlahan-lahan mendapatkan pijakan di Kota Lamar!

__ADS_1



__ADS_2