Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ada Udang Di balik batu


__ADS_3

Orang ini juga baru mencapai ranah Master Guru, kekuatannya tidak terlalu kuat.


“Saya tidak terbiasa menjadi anak bagi siapa pun, terlebih lagi saya bisa menangani masalahku sendiri, niat baik dari Baginda Damo saja sudah cukup!”


Aron tidak memberi muka kepada Damo.


Damo tercengang dia tidak menyangka Aron akan menolaknya.


Perlu diketahui sangat banyak orang yang bahkan rela bersujud hanya untuk memintanya menjadi ayah angkat, Damo sangat ketat dalam memilih anak angkat.


Namun Aron tanpa ragu-ragu menolaknya, ini membuat Damo sedikit terkejut.


“Aeon, saya sudah menunjukkan niat baikku, apakah kamu tidak mau memikirkannya lagi?”


Tanya Damo.


“Tidak perlu dipikirkan lagi, karena walau saya menjadikanmu sebagai ayah angkat, kamu juga tidak bisa membantuku.”


“Apakah Istana Hewan Surgawi berani melawan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama? Berani melawan Keluarga King?”


“Bahkan jika Keluarga Himawan dari Kota Dama datang menangkapku, apakah Istana Hewan Surgawi berani mengatakan satu kata tidak?”


Aron menatap Damo, dan menembakkan serangkaian pertanyaan yang langsung membuat Damo bingung.


Wajah tua Damo memerah, karena perkataan Aron menusuk langsung ke hatinya!


Baik Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama atau pun Keluarga King, bahkan Keluarga Himawan, Istana Hewan Surgawi benar-benar tidak berani menyinggung mereka!

__ADS_1


Jika orang-orang itu datang untuk menangkap Aron, Istana Hewan Surgawi juga tidak berani menghentikan mereka!


Damo ingin Aron tetap tinggal dan menjadikan Aron sebagai anak angkatnya juga karena memiliki rencananya sendiri.


Sejak Aron membunuh Sean, Damo udah mencari tahu tentang Aron di forum bela diri.


Dan tahu kalau Aron memiliki banyak harta karun!


Damo ingin mengambil dan menjadikan harta karun yang ada pada Aron menjadi miliknya tanpa pertumpahan darah!


Jika Aron bergabung dengan Istana Hewan Surgawi, maka tentu saja harta karun yang ada pada Aron akan menjadi milik Damo.


Damo tidak menyangka, Aron sama sekali tidak memberi muka kepadanya.


“Karena kamu begitu meremehkan Istana Hewan Surgawi, maka jangan salahkan saya, kamu membunuh anak angkatku, hari ini kamu harus memberi penjelasan kepadaku…”


​Mereka semua adalah murid-murid senior Istana Hewan Surgawi, masing-masing dari mereka memiliki kekuatan Great Grand Master.


“Baginda, bukankah kamu mengatakan tidak akan membalaskan dendam Sean?”


Pada saat ini Gavin melihat Damo yang hendak menyerang Aron segera menghadang di depan Aron.


Damo mengernyitkan keningnya : “Tetua Gavin, apa maksudmu?”


“Baginda, saya mengundang Tuan Aron kemari karena kamu berjanji tidak akan mencari masalah dengannya atas kejadian yang menimpa Sean, kenapa kamu mengingkarinya sekarang?”


“Walau Tuan Aron tidak setuju untuk menetap di Istana Hewan Surgawi sekarang, kita bisa memberi waktu kepadanya untuk memikirkannya, saya yakin dia akan membuat keputusan yang tepat.”

__ADS_1


Gavin kembali memperjuangkan kesempatan untuk Aron.


Bukan karena Gavin memiliki hubungan dengan Aron, hanya karena Gavin sudah berjanji pada Aron, sekarang Damo malah mengingkarinya dan ini membuat Gavin merasa dirinya kehilangan kepercayaan pada Aron!


“Tetua Gavin, menyingkirlah, kamu lupa siapa dirimu? Kamu adalah Tetua dari Istana Hewan Surgawi…”


Damo berteriak marah.


Aron menatap Gavin dengan tatapan berterima kasih, lalu berkata dengan ringan : “Tetua Gavin, sebaiknya kamu minggir, apa pun yang terjadi hari ini, tidak ada hubungannya denganmu…”


Gavin melirik Aron dengan perasaan bersalah dan akhirnya menyingkir.


Di Istana Hewan Surgawi hanya Damo yang dapat membuat keputusan, walau dia merupakan Tetua, tapi sama sekali tidak memiliki hak.


“Aron, saya akan memberi kesempatan lagi kepadamu, jika kamu mau menyerahkan harta karun yang kamu miliki, maka saya bisa tidak memperpanjang masalah kamu yang membunuh anak angkatku.”


Damo berkata pada Aron.


Aron yang mendengarnya tiba-tiba tertawa, ternyata Damo bukan ingin membalaskan dendam Sean, tapi mengincar harta karun yang dimilikinya.


“Kalau punya kemampuan, ambil saja sendiri…”


Setelah selesai bicara, cahaya keemasan di tubuh Aron mulai memancar dan sisik-sisik emas mulai menyelimuti tubuh Aron dengan cepat.


Saat ini Aron seperti seorang ksatria yang mengenakan baju besi berwarna emas.


__ADS_1


__ADS_2