
Hasan melirik beberapa orang yang berjalan masuk, raut wajahnya dipenuhi dengan penghinaan, hanya mengandalkan orang-orang ini, dia bisa menampar mereka sampai mati!
"Tuan Narsi, Ketua Sekte Hasan, saya Eddyt, Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama, saya tidak tahu dendam apa yang terjadi di antara kalian berdua dan Tuan Aron, tapi sebentar lagi Festival Pertengahan Musim Gugur akan tiba, apakah bisa…”
Eddyt melangkah maju dan mencoba memohon belas kasihan untuk Aron sambil tersenyum.
“Minggir, bajingan…”
Hasan menampar Eddyt dan membuat dia terpental : “Sialan, hanya seorang Ketua Detasemen Perlindungan Hukum juga layak berbicara dengan kami? Orang lain mungkin takut pada Detasemen Perlindungan Hukum, tapi saya tidak…”
Hasan sebagai Ketua Sekte Nirwana tentu saja tidak takut pada Detasemen Perlindungan Hukum, walau Detasemen Perlindungan Hukum dari Kota Dama, apa yang bisa mereka lakukan, mereka sama sekali tidak bisa mengurusi dia.
Tamparan yang mendadak itu membuat raut wajah Eddyt menjadi canggung dan jelek, tapi dia tidak bisa melakukan apapun, menghadapi sekte-sekte yang sudah berusia ratusan tahun, Detasemen Perlindungan Hukum sama sekali tidak bisa mengurus mereka, mereka juga tidak akan memberi muak kepada Detasemen Perlindungan Hukum.
“Saya sudah mengampuni kalian sekali di Lembah Pengobatan, hari ini kalian malah mencari mati…”
Raut wajah Aron menjadi tenggelam.
“Mencari mati?” Hasan mendengus dingin : “Nak, kamu bahkan tidak melihat kekuatanmu sendiri, kalau bukan karena beberapa Tetua dari Lembah Pengobatan itu kamu kira kami akan takut padamu? Hari ini adalah hari kematianmu, siapapun tidak akan bisa menyelamatkanmu…”
Setelah berkata, Hasan langsung melayangkan sebuah pukulan ke arah Aron.
__ADS_1
Dendam karena sudah membunuh putranya, Hasan sudah tidak sabar sejak lama, dia ingin mencabik-cabik mayat Aron.
Aron yang melihat hal itu segera melesat mundur, lalu langsung pergi ke halaman, Hasan mengira Aron sudah takut, dan ingin kabur, jadi kecepatan di kakinya meningkat.
Saat tubuh Aron mendarat di halaman belakang, dia menghantamkan tinjunya ke arah Hasan yang mengejarnya, dengan tinjunya yang besar dan memancarkan cahaya keemasan.
Hasan tercengang namun tetap tidak berhenti!
Bam!
Terdengar suara pukulan yang keras, tinju Aron dan Hasan bertabrakan dengan keras.
Tapi, yang terjadi justru sebaliknya, hanya terdengar suara tulang retak yang nyaring, lalu mereka semua melihat lengan Hasan menekuk dengan aneh, diikuti dengan teriakan memekikkan dari Hasan.
Semua orang tercengang melihat adegan ini, mereka sama sekali tidak menyangka, lengan seorang Great Grand Master akan dipatahkan oleh Aron dalam satu pukulan, ini jelas-jelas sulit dipercaya.
Master Narsi juga mengerutkan kening, dengan tatapan tidak percaya di matanya, dia tidak menyangka dalam waktu satu bulan kekuatan Aron akan meningkat dengan pesat!
Meskipun Hasan hanyalah Great Grand Master tingkat dua, tapi dia tetaplah seorang Great Grand Master, tapi sekarang dia bahkan tidak bisa menahan satu pukulan dari Aron.
Saat semua orang masih terkejut, suara tulang patah kembali terdengar.
__ADS_1
Aron meraih lengan Hasan yang satu lagi dan langsung mematahkannya dengan kekuatannya.
“Ah…”
Rasa sakit yang dahsyat membuat Hasan berteriak kesakitan, dia menatap Aron dengan ngeri, dia tidak menyangka bagaimana Aron bisa menjadi begitu kuat, di hadapan Aron, dia menjadi tidak memiliki kekuatan untuk melawan.
“Kamu mematahkan semua tulang bawahanku, hari ini saya akan membuatmu merasakannya juga…”
Aron berkata lalu melayangkan tendangannya ke arah Hasan, dan langsung membuat tubuh Hasan terbang ke udara.
Aron menghentakkan kakinya dan melompat dengan keras, lantai batu di bawah kakinya hancur, dan tubuhnya juga melayang di udara.
Bam bam bam…
Aron tidak berhenti mengayunkan tinjunya pada Hasan, saat ini Hasan seperti sebuah bola yang terus dipukuli oleh Aron.
Hasan tidak berhenti menyemburkan darah segar dari mulutnya, suara tulang-tulang yang retak terus terdengar.
Melihat pemandangan yang terjadi di udara, semua orang termenung.
__ADS_1