Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kuburan di gali


__ADS_3

Saat Imam melihat Aron, dia bergegas memaju dan menyambutnya, dan tiba-tiba langsung berlutut di hadapan Aron, namun Aron menariknya Imam untuk berdiri dengan perlahan.


“Tuan Imam, ada apa denganmu?”


Tanya Aron.


“Tuan Aron, adik keempat saya terlalu terobsesi dengan uang, dia berani mencari orang untuk mengusir Tuan Aron, dia cari mati, saya akan memintanya untuk berlutut dan minta maaf pada Tuan Aron, saya berharap Tuan Aron berbesar hati dan mengampuni nyawa mereka…”


Setelah selesai bicara Imam menendang Ian dengan keras : “Bajingan, masih tidak mau minta maaf pada Tuan Aron….”


“Paman pertama, apa yang sedang kamu lakukan?”


Benny yang melihat itu bertanya dengan sangat tidak puas.


“Piak…..”


Iman menampar Benny dengan kejam : “Kamu juga berlutut, kalian ayah dan anak benar-benar sama kejinya, hari ini kalau kalian tidak bisa mendapatkan pengampunan dari Tuan Aron, maka saya akan mengusir kalian dari Keluarga Hardi, dan kedepannya kalian tidak akan mendapatkan satu sen pun harta warisan Keluarga Hardi….”


Walau Imam sudah meninggalkan rumah lama, tapi Keluarga Hardi bisa berkembang seperti ini juga berkat bantuan Iman, oleh karena itu perkataan Iman masih sangat berkuasa di dalam rumah.


Benny yang mendengar akan diusir dari Keluarga Hardi terkejut dan bergegas berlutut ketakutan.


“Bersujud, sujud pada Tuan Aron….”


Imam berteriak membentak Ian dan anaknya.


Kemarahan Iman sudah tidak bisa digambarkan, hanya sekelompok katak dalam sumur berani mencari preman untuk mencari masalah pada Aron, bukankah itu sama saja dengan mencabuti bulu di tubuh harimau, dan mencari mati?

__ADS_1


Jangankan Aron, hanya Jekson yang ada di samping Aron, yang merupakan ketua mafia di Kota Surau saja sudah cukup terkenal di Provinsi Canai, bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan preman kecil di tempat kecil seperti ini?


Ian dan Benny hanya bisa terus bersujud pada Aron, dan tidak lama kemudian ada benjolan besar di kepala mereka.


“Sudahlah….”


Aron berkata dengan ringan.


Sebenarnya Aron tidak ingin mempermasalahkan masalah ini, sekelompok preman itu hanya seperti sekumpulan lalat, mengibaskan tangannya saja sudah bisa membubarkan mereka, Aron tidak mengambil hati, dia hanya ingin mendapatkan ginseng puluhan ribu tahun, dan yang lainnya tidak penting baginya.


“Terima kasih Tuan Aron, terima kasih Tuan Aron……”


Iman segera berterima kasih pada Aron.


​“Jangan sampai terlambat, ayo pergi lihat ginseng puluhan ribu tahun itu, agar tidak terus terbayang-bayang….”


“Baik, kita akan segera berangkat ke kediaman Keluarga Teguh….”


Imam mengangguk dan mengantar Aron dan yang lainnya menuju Keluarga Teguh sendiri.


Melihat mobil yang melaju pergi, Benny yang sedang berlutut bertanya : “Ayah, dari mana asalnya tiga orang ini?”


Wajah Ian sangat pucat dan sekujur tubuhnya gemetaran : “Jangan bertanya lagi, kita hampir saja menembus langit….”


Setelah berkata, Ian langsung terduduk di tanah.


…………..

__ADS_1


Karena kota ini tidak besar, Aron dan yang lainnya tiba di kediaman Keluarga Teguh dengan cepat, kediaman Keluarga Teguh jelas lebih mewah dibandingkan dengan rumah Imam, dibangun di pelataran 8 kali 4, dan memiliki belasan kamar.


Aron mengikuti Iman berjalan ke kediaman Keluarga Teguh, namun saat memasuki halaman, dia merasakan hembusan angin dan suhunya turun dengan drastis.


Imam dan Jekson semua mengencangkan pakaian mereka.


“Cuaca macam apa ini, jelas-jelas ini musim panas tetapi dingin sekali….”


Jekson berkata sambil menggigil.


“Benar-benar dingin….”


Suara Lyla juga bergema.


“Provinsi Murra memang seperti ini, empat musim tidak bisa dibedakan dengan jelas, walau turun salju di cuaca seperti ini, juga tidak mengherankan….”


Imam menjelaskan.


Hanya saja Aron tidak mengatakan apapun, dia mengernyitkan keningnya dan melirik sekelilingnya : “Apakah kuburan leluhur seseorang digali? Hawa Yin nya berat sekali…..”


Imam tidak mengerti apa yang Aron katakan, hanya saja Jekson dan Lyla mengerti.


Karena mereka berdua mengikuti Aron, dan sudah pernah melihatnya sebelumnya, saat di Kota Taka, keluarga Cangga mencelakai begitu banyak gadis, dan mengubur mereka di lereng bukit kecil, dan saat itu Aron adalah orang yang merasakan hawa Yin di tempat itu sangat berat dan memerintahkan orang untuk menggalinya.


Saat ini Aron juga mengatakan hal yang sama, Jekson dan Lyla mengerti kenapa mereka bisa merasa kedinginan seperti ini.


__ADS_1


__ADS_2