
“Tuan Benny, kamu tidak perlu khawatir, saya tahu harus melakukan apa, namun Pil Penambah Energi yang Tuan Benny janjikan…”
“Baginda Gavin tidak perlu khawatir, sejak kapan saya Benny mengingkari janjiku? Hanya seratus butir Pil Penambah Energi, bagi Keluarga Jaya itu tidak ada apa-apanya.”
Tanpa menunggu Gavin menyelesaikan perkataannya, Benny langsung menjamin sambil menepuk dadanya.
Gavin baru tersenyum puas sambil menunggu kedatangan Bella.
Tidak lama kemudian, Bella masuk bersama dengan dua orang murid Istana Lotus , karena sudah membentuk aliansi dengan Istana Hewan Surgawi, dan Bella sudah beberapa kali datang ke Istana Hewan Surgawi, Bella tidak membawa banyak orang.
Melihat Bella tiba, Benny membawa bawahannya bersembunyi di belakang aula utama dan memperhatikan Bella melalui celah-celah.
“Baginda Bella, maaf membuatmu harus datang kemari…”
Gavin yang melihat Bella segera berkata dengan sungkan.
“Baginda Gavin terlalu sungkan, apakah ada masalah penting sampai mengutus orang untuk memanggilku kemari?”
Bella bertanya pada Gavin.
“Baginda Bella silakan duduk dulu, kita bisa mengobrol sambil minum, saya sudah mempersiapkan teh bagus secara khusus…”
Gavin duduk dan membuat isyarat mempersilahkan.
__ADS_1
Bella juga tidak waspada, dia langsung duduk namun dia tidak meminum teh dan bertanya sekali lagi : “Baginda Gavin, sebaiknya kamu katakan terlebih dulu kamu punya masalah penting apa!”
Bella menjadi lebih cemas, dia ingin tahu kenapa Gavin begitu tergesa-gesa mencarinya, sebenarnya apa yang terjadi.
“Baginda Bella, kamu tahu Benny dari Keluarga Jaya di Kota Larso?”
Gavin bertanya pada Bella.
Bella mengangguk : “Tahu, bukankah dia pria hidung belang itu? Yang memiliki belasan istri, sangat terkenal di daerah itu, ada apa?”
“Benny dari Keluarga Jaya datang menemuiku, memintaku agar menghubungkan Baginda Bella dengannya, sepertinya dia menyukai Baginda Bella, namun karena kita sudah membentuk aliansi, saya mana boleh melakukan hal seperti itu, jadi saya menolak dia!”
“Namun kamu juga tahu kekuatan Keluarga Jaya saat ini, jika Keluarga Jaya benar-benar menyerang Istana Hewan Surgawi, maka kami hanya akan dihajar, jadi saya pikir..”
“Walau harus mati bersama juga tidak akan membiarkan Istana Hewan Surgawi menghadapi Keluarga Jaya sendiri!”
Saat ini Bella merasa sangat berterima kasih pada Gavin, dia berterima kasih Gavin dapat memilih menyinggung Keluarga Jaya demi dia, maka Istana Lotus Merah juga tidak akan duduk diam melihat Istana Hewan Surgawi mengalami kesulitan.
“Baik, dengan perkataan dari Baginda Bella, saya juga sudah lega!”
Gavin tampak senang lalu mengangkat cangkir tehnya : “Baginda Bella, mari kita gunakan teh sebagai ganti anggur untuk bersulang, menyatakan tekad kita bersama!”
Bella tanpa ragu mengangkat cangkir dan bersulang dengan Gavin, lalu meminum tehnya sampai habis!
__ADS_1
Benny yang mengintip dari belakang melihat Bella meminum tehnya tersenyum dengan puas.
Setelah meminum teh, Bella tidak merasakan ada yang berbeda, dan masih terus berbincang-bincang dengan Gavin.
Namun saat Benny berjalan dari belakang, Bella seketika tercengang.
“Hahaha, Baginda Bella benar-benar secantik dewi, saat bertemu langsung hari ini, ternyata jauh berkali lipat lebih cantik daripada dewi.”
“Jika saya bisa tidur bersama Baginda Bella, maka mati pun saya rela.”
“Saya rela mati demi wanita cantik…”
Benny menatap Bella dengan penuh nafsu dan berjalan mendekati Bella!
Bella mengernyitkan keningnya : “Baginda Gavin, apa yang terjadi di sini?”
“Bella, sebaiknya kamu menuruti Tuan Benny, saya juga tidak punya cara lain…”
Gavin berkata dan membujuk Bella.
Bella yang mendengarnya seketika mengerti, raut wajahnya seketika memerah dan menatap Gavin dengan tajam, seolah dia sudah tidak sabar untuk menelannya.
__ADS_1