
“Siapa kamu? Kenapa bisa muncul di sini?”
Aron menatap pria tua itu dengan heran : “Lantas kamu sudah berada di sini selama ratusan tahun?”
Meskipun Aron adalah seorang kultivator, tapi Aron masih terkejut dengan seseorang yang bisa hidup selama ratusan tahun.
"Haha, Menara Setan ini dibuat khusus untukku, saya sudah dikurung di Menara Setan ini selama ratusan tahun, hanya saja yang terkurung di sini adalah sisa-sisa jiwaku, kalau tidak benda busuk ini tidak akan bisa menjebakku…”
“Sekarang kamu sudah mempelajari Tinju Cahaya Suci milikku, kamu sudah boleh pergi dari sini, kebetulan saya juga bisa pergi bersama denganmu!”
Pria tua itu tertawa.
“Menara Setan ini disegel, saya sama sekali tidak bisa membuka pintu keluar!”
Aron berkata dan menggelengkan kepalanya.
“Tenang saja, kamu hanya perlu menggunakan Tinju Cahaya Suci, simpan seluruh kekuatan spiritualmu, maka kamu sudah bisa membuka pintunya, ingat, hanya boleh mengandalkan kekuatan tubuhmu sendiri…”
Pria tua itu memperingatkan Aron.
Setelah berkata, pria tua itu juga perlahan-lahan menghilang.
“Eh…eh…”
Aron masih ingin bertanya kepada pria tua itu, mengenai kenapa dia menyebutnya sebagai putra dari Naga, apa maksudnya, namun pria tua itu sudah tidak terlihat lagi!
__ADS_1
“Aron, Aron…bangunlah, cepat bangunlah, kamu jangan mengagetkanku…”
Pada saat ini, Elly mengguncang tubuh Aron dengan sangat kuat, dan suaranya sedikit bergetar!
Aron membuka matanya dan menemukan dirinya terbaring di tanah, dan Lina memanggilnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
Melihat Aron bangun, Lina akhirnya merasa lega : “Kamu mengagetkanku saja, saat naik ke atas kamu langsung meninju sembarangan lalu pingsan, bahkan mengoceh…”
Aron perlahan-lahan bangkit berdiri, mengernyitkan keningnya dan mencoba mengingat kembali apa yang baru saja terjadi.
“Lantas tadi saya hanya bermimpi?” Aron merasa sedikit tidak percaya!
“Bermimpi apa kamu?” Lina bertanya dengan penasaran.
“Oh, tidak apa-apa!” Aron menggelengkan kepalanya : “Ayo kita pergi!”
Tanya Lina.
“Ikut saja denganku, kita akan mencoba lagi!” Aron menarik Lina dan berjalan ke bawah menara.
Sedangkan pada saat ini, Raden sedang duduk di balkon sebuah vila, memutar anggur merah di tangannya dengan lembut, sepasang matanya menatap ke Menara Setan yang tidak jauh dari sana.
“Sudah tiga hari, entah Aron itu sudah mati atau belum!”
Raden menyesap anggur merahnya dengan lembut.
__ADS_1
Pada saat ini, kepala pelayan Paman Martin berjalan menghampiri dan berbisik kepada Raden : “Kepala keluarga, Tuan Muda Robi sedang dalam perjalanannya kemari bersama dengan pasukannya, selama kita menyerahkan Aron kepada Tuan Muda Robi, maka kali ini Keluarga Jota akan mempunyai harapan untuk masuk ke Kota Dama…”
“Hm, saat Keluarga Jota memasuki Kota Dama, tidak lama setelah itu, jabatan Ketua Aliansi Seni Bela Diri akan menjadi milikku, pada saat itu seluruh dunia bela diri harus mendengarkan perintahku…”
Tatapan mata Raden membara dan dipenuhi dengan hasrat yang tidak berkesudahan.
Dia tidak puas hanya menjadi Raja Alhas, dia ingin melakukan segalanya agar Keluarga Jota bisa memasuki dunia bela diri Kota Dama, agar dia bisa menjadi Ketua Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama!
Orang ini memiliki ambisi yang sangat besar.
“Kepala keluarga, kita memiliki Menara Setan, posisi Ketua Aliansi itu cepat atau lambat akan menjadi milikmu, hanya saja setelah Tuan Muda Robi datang kemari, maka kita tidak akan bisa menyimpan rahasia tentang Menara Setan lagi, pada saatnya apa yang harus kita lakukan jika mereka membongkar Menara Setan kita?”
Paman Martin memperingatkan.
“Jangan khawatir, Menara Setan hanya dapat digunakan olehku, selain saya, benda itu tidak akan ada gunanya di tangan orang lain…”
Raden tersenyum ringan dan berkata dengan penuh percaya diri.
…
Aron yang ada di dalam Menara Setan sedang menuntun Lina menuju ke bagian bawah menara!
Mereka sama sekali tidak tahu saat ini waktu sudah berlalu tiga hari di luar sana!
Di dalam Menara Setan, mereka sepertinya baru melalui beberapa jam saja.
__ADS_1
Saat tiba di pintu keluar, Aron tiba-tiba mengepalkan tinjunya perlahan sambil menatap pintu besi yang berat itu!