Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mencari Jalan masuk ke penjara bawah tanah


__ADS_3

Tubuh Kakak pertama tidak berhenti kejang-kejang, wajahnya tampak meringis kesakitan, seolah dia sedang merasakan rasa sakit yang luar biasa!


“Kalian para Kultivator iblis, juga harus merasakan bagaimana rasanya dihisap…”


Saat ini, Aron menunjukkan ekspresi dingin yang terlihat sangat kejam.


Segera, tubuh Kakak Pertama tidak berhenti menyusut, pada akhirnya hanya menyisakan tumpukkan tulang yang terbalut kulit yang terjatuh di tanah.


Melihat Kakak pertama mereka mati dengan tragis, tiga orang lainnya ketakutan hingga tidak bisa bicara.


Mereka selalu mengandalkan esensi orang lain untuk dihisap dan menambah waktu mereka, tapi mereka tidak pernah berpikir bahwa suatu hari nanti mereka juga akan dihisap oleh orang lain untuk meningkatkan kekuatannya.


Aron menjentikkan tangannya dengan ringan, sebuah nyala api berwarna biru muda mendarat di atas mayat Kakak pertama, dan dalam sekejap mayat itu terbakar habis.


“Ar…Aron, kita tidak punya dendam satu sama lain, saya berharap kamu dapat melepaskan kami, yang kamu cari adalah Aliansi Seni Bela Diri, kami bukan anggota dari Aliansi Seni Bela Diri!”


Tubuh Kakak kedua gemetaran dan berkata pada Aron.


“Di mana Arthur?”


​Aron bertanya dengan dingin.


Kakak kedua menggelengkan kepalanya : “Saya juga tidak tahu, mungkin dia ada di halaman belakang!”


Aron melihat ketiga orang yang sudah ketakutan dan melambaikan tangannya dengan santai, Ruang Terlarang seketika terangkat.


“Sekarang, kalian bawa saya menuju penjara bawah tanah Aliansi Seni Bela Diri…”


Aron berkata kepada tiga orang itu.


“Kami…kami tidak punya cara untuk membuka penjara bawah tanah, setiap kali pergi ke sana, kami selalu dibawa oleh Ketua Arthur.”

__ADS_1


Kakak kedua berkata dengan suara kecil.


“Kalian hanya perlu membawaku ke sana, bisa membukanya atau tidak bukan urusan kalian!”


Aron berkata dengan dingin.


“Kalau…kalau kami membawamu ke sana, apa kamu akan melepaskan kami?”


Kakak kedua bertanya kepada Aron.


Setelah Kakak kedua selesai bicara, tatapan mata Aron dipenuhi dengan keinginan membunuh : “Kamu sedang membicarakan persyaratan denganku?”


Setelah selesai berbicara, telapak tangan Aron bersinar dengan cahaya keemasan dan langsung menyambar Kakak kedua!


Kakak kedua tidak sempat bereaksi dan sudah tertangkap oleh Aron.


Energi di dalam tubuhnya terkuras dengan sangat cepat, sehingga hanya dalam waktu belasan detik yang singkat, Kakak kedua berubah menjadi tumpukkan tulang…


Hal ini membuat Kakak ketiga dan Adik keempat ketakutan hingga mengompol di celana.


Dia menyuruh mereka berempat untuk mengantar diri pada kematian dengan melawan orang sehebat ini, dan Arthur malah tidak terlihat sama sekali.


“Kalian berdua bawa saya ke sana…”


Aron menatap Kakak ketiga dan adik keempat, lalu berkata dengan dingin.


“Baik baik baik…”


Dua orang itu segera mengangguk dan membawa Aron ke halaman belakang!


Dua orang itu tidak berani macam-macam, setelah membawa Aron ke depan pegunungan palsu, mereka menunjuk ke arah gua yang ada di gunung palsu itu : “Ini adalah pintu masuk menuju penjara bawah tanah…”

__ADS_1


“Kalian berdua masuk dulu…”


Aron berkata sambil menunjuk ke arah pintu gua.


Dua orang itu tidak berani mengatakan apa pun dan langsung berjalan masuk, Aron juga mengikuti dari belakang.


Baru berjalan tidak jauh, mereka melihat sebuah pintu besar.


Pintu gerbang itu terbuat dari perunggu antik dengan ukiran dua kepala singa di atasnya yang terlihat sedikit menakutkan.


“Kami juga tidak tahu bagaimana cara membuka pintu gerbang ini, hanya Ketua Arthur yang dapat membukanya.”


Kakak ketiga berkata dengan gemetaran.


Aron menatap pintu gerbang itu lalu berdiri di depannya, meletakkan telapak tangannya dengan ringan pada pintu itu.


Sebuah gelombang kesadaran spiritual menyebar, dia ingin menggunakan kesadaran spiritual untuk menyelidiki bagian dalam dari penjara bawah tanah!


Namun kesadaran spiritual yang baru saja menyebar, seolah dihalangi oleh sesuatu.


Di sini, meskipun kesadaran spiritualnya tidak diputus, namun sama sekali tidak bisa masuk ke dalam penjara bawah tanah.


Aron mengangkat tangannya, cahaya keemasan bersinar di telapak tangannya.


Lalu mengarahkan pukulannya ke arah pintu gerbang itu.


​Pukulan Aron ini memiliki kekuatan puluhan ribu pon, tapi saat menampar pintu gerbang ini, tidak ada yang terjadi.


Bahkan tidak ada suara yang terdengar, seolah-olah kekuatan puluhan ribu pon itu menghilang setelah menyentuh pintu gerbang.


Aron mengernyitkan keningnya dan melayangkan pukulan berikutnya.

__ADS_1


Setelah melayangkan beberapa pukulan, pintu gerbang itu tidak bergerak sedikit pun, sedangkan kening Aron sudah dibasahi oleh keringat!



__ADS_2