Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kekuatan Absolut


__ADS_3

Tiga orang itu menyerang secara bersamaan, dengan serangan yang mematikan namun saat menghantam tubuh Aron, Aron malah tidak terluka sama sekali!


Perbedaan kekuatan seperti itu bahkan dapat terlihat oleh orang biasa sekalipun.


Dan Aron menatap tiga orang yang terkejut itu dengan dingin.


“Merepotkan…”


Setelah satu suara itu, tubuh Aron tiba-tiba meledakkan kekuatan yang sangat mendominasi!


Kekuatan itu berpusat pada Aron dan mulai menyapu ke segala arah, Benny dan dua orang lainnya yang ada di hadapan Aron belum sempat bereaksi dan sudah dijungkirbalikkan oleh kekuatan yang luar biasa ini.


Bruak bruak bruak…


Seluruh vila mulai runtuh akibat kekuatan Aron yang menakutkan ini.


Aron menyebarkan kesadaran spiritualnya dan seketika menemukan Bella yang ada di dalam kamar, sosoknya langsung melesat!


Tidak lama kemudian, Aron sudah tiba di hadapan Bella.


Melihat Aron yang ada di depannya Bella masih belum sempat bereaksi dan sudah dipeluk oleh Aron.


Sedangkan batu bata serta ubin di seluruh vila mulai berjatuhan.


Aron memeluk Bella dengan erat dan membiarkan batu bata serta ubin itu menghantam dirinya.


Namun batu bata serta ubin ini sama sekali tidak melukai Aron sedikit pun.


Setelah asap dan debu menghilang, Aron memeluk Bella dan berdiri dengan tegak di antara reruntuhan.

__ADS_1


Bella mencengkeram leher Aron dengan erat, menatapnya tanpa berkedip.


Bella terlihat sangat bergejolak, sangat bergejolak…


“Aron, kamu…kamu benar-benar tidak mati?”


Bella menggigit bibir merahnya dan air mata tidak berhenti mengalir di wajahnya.


“Saya baik-baik saja, bagaimana mungkin bisa mati, ada begitu banyak orang yang menginginkan nyawaku tapi sayangnya mereka tidak bisa membunuhku…”


Aron berkata pada Bella sambil tersenyum tipis.


Pada saat itu, Benny yang terhempas bangkit dengan susah payah, lalu menyeka darah dari sudut mulutnya.


Melihat Bella yang berada dalam pelukan Aron, tatapan mata Benny memerah.


Benny berkata kepada dua orang itu.


Dua orang itu mengangguk lalu mulai mengumpulkan energi mereka dan bersiap untuk menyerang!


“Aron, cepat turunkan saya, jangan pedulikan saya…”


​Bella melihat dia sudah menjadi beban bagi Aron meminta Aron untuk menurunkan dirinya.


Namun Aron tidak melepaskannya dan tersenyum ringan : “Tiga sampah itu, walau saya tidak melakukan apa pun, apa yang bisa mereka lakukan padaku?”


Melihat Aron berkata dengan begitu santai, tatapan Bella bersinar dengan cahaya lembut.


Pada saat ini, posisi Aron di hati Bella menjadi jauh lebih tinggi.

__ADS_1


Melihat Aron begitu meremehkan mereka, tiga orang itu menjadi semakin geram dan marah.


Tangan Febri mulai mencakar-cakar ke arah reruntuhan lalu merenggangkan tangannya.


Tidak lama kemudian, puing-puing batu itu mulai beterbangan dan berubah menjadi sebuah tombak sepanjang beberapa meter di tangan Febri.


Satu per satu tombak terbentuk lalu melayang di udara, seperti anak panah tajam di atas seutas tali yang siap untuk ditembakkan.


Benny juga segera membuat sebuah segel dengan cepat, sebuah energi yang menakutkan seketika meledak, lalu diikuti dengan bola api sebesar sebuah bola sepak yang samar-samar bersinar di udara.


Arfan juga tidak tinggal diam, dia mengumpulkan energinya di dalam Dantian lalu mengucapkan mantra, seketika bayangan tinju yang tidak terhitung jumlahnya terlihat, masing-masing bayangan tinju itu tampak sangat tajam.


Melihat tiga orang yang sedang mempersiapkan diri itu, sudut mulut Aron terangkat : “Ternyata Keluarga Jaya ini ahli dalam ilmu sihir ya, kalau begitu saya akan menemani kalian bermain ilmu sihir…”


Setelah selesai berbicara Aron membentuk sebuah perisai transparan yang menyelimuti dirinya dan Bella.


Karena Bella berada dalam pelukannya, jika Aron mengandalkan Tubuh Emas tak terhancurkan maka walau dia bisa melindungi dirinya dia tidak bisa melindungi Bella.


Jadi setelah melafalkan mantra, sebuah perisai transparan muncul dari udara dan melindungi keduanya.


“Bunuh…”


Benny berteriak marah!


Kemudian, orang-orang itu tampak menyerang secara bersamaan, tombak yang tidak terhitung jumlahnya menusuk ke arah Aron, bola-bola api juga menerjang ke arah Aron!


Dan bayangan-bayangan tinju mengikuti di belakang, berniat menghantamkan pukulannya ke tubuh Aron setelah berhasil menerobos pelindung yang ada di depan Aron.


__ADS_1


__ADS_2