
“Saya bukan ahli bela diri, saya hanya orang biasa, dan Liu Khang juga bisa membawaku ke jalan kultivasi abadi bukan?
Aron membalas.
Karena Aron sudah menjadi orang biasa sejak kecil dan saat masuk penjara dia juga bukan ahli bela diri, hanya saja setelah ikut bersama dengan Liu Khang selama tiga tahun, dia memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
“Apa bisa dibandingkan denganmu, kamu itu kan…..”
Elen hendak mengatakan sesuatu tapi Danu memelototinya dan Elen bergegas menelan kembali ucapannya.
Aron menatap Elen, dia tahu Elen pasti mengetahui sesuatu tapi karena Danu ada di sana dia tidak berani mengatakannya.
“Aron, bukannya tidak mungkin membawa pacarmu ke dalam dunia kultivasi abadi, hanya saja menjadikan saya sebagai gurunya pasti tidak tidak bisa, saya tidak ingin menyesatkan muridku, dan jangan kira saya memiliki kekuatan yang hebat, nanti setelah kamu benar-benar memahami dunia kultivasi, kamu akan menyadari ada langit di atas langit, ada manusia diatas manusia, hanya saja saya bisa memberikanmu sebuah Pil Xisui, dan setelah pacarmu memakannya, pil ini akan mencuci tubuhnya dan kamu bisa mengajarkan metode konsentrasi Jiwa, dan bisa atau tidak memasuki dunia kultivasi abadi itu tergantung pada keberuntungannya….”
Danu berkata pada Aron.
__ADS_1
“Kalau begitu, terima kasih banyak Paman Danu!” Aron berkata dengan senang.
“Hanya saja kali ini saya tidak membawa Pil Xisui, apakah kamu memiliki bahan obat disini? Tidak perlu yang mahal, bahan obat yang biasa saja sudah bisa, saya akan meramu beberapa butir untukmu, Pil Xisui ini tidak sebanding dengan Pil Pengolahan Tubuh, sangat mudah diramu….”
Danu bertanya.
“Paman Danu membutuhkan bahan obat apa, saya akan meminta seseorang untuk mengirimkannya…”
Meskipun saat ini sudah malam, tapi Aron hanya perlu menelpon dan akan ada orang yang mengantarkannya dengan segera.
Danu memberitahukan bahan obat yang dia perlukan pada Aron, Aron langsung menelpon Jekson dan Jekson langsung mengendarai mobil menuju Istana Raja Obat untuk mengambil bahan obat.
Jekson sedikit kaget saat melihat ada seorang pria dan gadis yang muncul di villa Aron, namun gadis itu terlihat familiar, dan Jekson akhirnya teringat kalau itu adalah gadis yang mengantarkan Cermin Perunggu Pelindung Hati beberapa hari yang lalu.
Setelah meminta Jekson meletakkan bahan obat itu, Aron menyuruhnya untuk kembali beristirahat, dan setelah Danu melihat bahan obat itu, dia memutar tangannya sedikit dan sebuah bola api berwarna hijau zamrud langsung melompat-lompat di udara.
__ADS_1
Danu menggunakan pikirannya untuk membuat api spiritual, dan api spiritual itu menjadi semakin kuat, lalu berubah menjadi bentuk seekor anak anjing dan mulai melahap bahan obat yang ada di lantai.
Melihat situasi ini, mata Aron membelalak, ini pertama kalinya dia melihat seseorang mengendalikan api spiritual untuk membuat alkimia.
Segera, anak anjing yang terbuat dari api spiritual itu melahap habis semua bahan obat itu ke perutnya dan melalui api spiritual itu, dapat dilihat dengan jelas kalau bahan obat yang dilahap oleh anak anjing itu mulai terbakar dan meleleh.
Melihat pemandangan ini, pikiran Danu bergerak dan dia langsung mengaktifkan energi spiritual agar api spiritual itu menjadi lebih kuat, dan seluruh ruangan dipenuhi dengan energi spiritual yang kaya.
Merasakan kekuatan spiritual yang besar dari Danu, Aron merasa iri dalam hatinya, dia tidak tahu kapan dia bisa mengembangkan kekuatannya menjadi seperti kekuatan Danu.
Aron diselimuti oleh energi spiritual, dan Seni Konsentrasi Jiwa dalam Dantian Aron tanpa sadar berputar dan mulai menyerap energi spiritual yang Danu pancarkan di dalam kamar.
Seni Konsentrasi Jiwa berputar seperti pusaran arus saat ini dan langsung menyerap energi spiritual milik Danu, dan api spiritual yang sedang digunakan untuk alkimia kehilangan sumber energi spiritualnya dan berangsur-angsur menjadi redup.
Kening Danu saat ini sudah dipenuhi oleh keringat tapi dia tidak menghentikan Aron, tapi dia tiba-tiba menarik nafas dan mencurahkan kekuatan spiritual yang ada di dalam Dantiannya dengan panik.
__ADS_1
Elen yang melihat ini seketika menjadi bingung dan setelah beberapa saat dia tersadar dan langsung memelototi Aron dengan marah.