Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tidak Akan Mengorbankan wanita lagi demi kristal Naga


__ADS_3

Sama seperti Aron, Tommy yang sudah hampir menggila menatap Wenny yang membeku dengan senyuman di wajahnya dan tidak bisa bergerak, Tommy menghampiri dan memeluknya dengan erat, dia ingin menggunakan kehangatan dari tubuhnya untuk melelehkan Wenny yang membeku.


Jelas terlihat kalau anak ini benar-benar jatuh cinta pada Wenny.


“Cepat, saya perintahkan buatkan saya api, cepat buatkan saya api…”


Tommy berteriak dan memberi perintah pada bawahannya sendiri.


Tapi ditempat sedingin ini, apa yang bisa digunakan untuk membuat api?


“Apa kalian tidak mendengar perintahku? Tidak dengar ya?”


Tommy melayangkan pukulannya pada bawahannya sendiri, tapi walau membunuh para bawahannya ini, juga tidak akan ada cara untuk membuat api di tempat seperti ini.


Pada saat ini, Raul yang sejak tadi berdiam diri melihat ke arah Kristal Naga yang ada di tangan Aron, matanya seketika bersinar dan saat melihat ekspresi Aron yang tidak fokus, dia akhirnya memberi isyarat kepada Boyca, dan menghentakkan kakinya menuju ke arah Aron.


Namun saat ini Aron sama sekali tidak bergerak, seolah-olah dia tidak menyadari serangan diam-diam dari Raul.

__ADS_1


Aron tidak bergerak tapi Boyca juga tidak bisa berdiam diri membiarkan Raul mengambil Kristal Naga darinya.


“Serang…”


Roddy memberi perintah dan bawahannya menyerang ke arah Aron, sementara salah satu Great Grand Master di antara mereka bergerak ke arah Raul, tidak membiarkan dia mendekati Aron.


“Sialan…”


Sutai yang melihat itu langsung mengumpat dan berteriak kepada bawahannya : “Lihat apa lagi kalian, masih tidak mau bergerak, Kristal Naga itu akan segera menjadi milik orang lain!”


Sutai membawa bawahannya menyerang ke arah Aron, kali ini, tiga pihak terlibat dalam pertarungan yang kacau, mereka semua ingin mendekati Aron dan mengambil Kristal Naga yang ada di tangan Aron, tapi dua pihak lainnya akan menghalangi!


Saat ini, Aron yang memegang Kristal Naga di tangannya bergumam : “Kenapa, kenapa bisa menjadi seperti ini…”


Nuri dan Lina berada di dekat Aron, raut wajah keduanya menjadi sangat jelek karena mereka tahu mengandalkan kekuatan mereka berdua sama sekali tidak bisa melindungi Aron.


“Aeon, tenangkan dirimu, ini adalah takdir, kami tidak menyesal melakukan apapun untuk dirimu, cepat makan Kristal Naga ini, lalu kita segera pergi dari sini untuk mencari Naga Api dan mengambil Kristal Naga dari Naga Api, kalau tidak semuanya akan terlambat…”

__ADS_1


Nuri berteriak pada Aron.


“Tidak, saya tidak akan mengambil Kristal Naga lagi, saya tidak akan menggunakan nyawamu untuk ditukarkan dengan Kristal Naga, tidak akan…”


Aron menatap Nuri dan tiba-tiba memeluk Nuri.


Nuri merasakan kehangatan dari tubuh Aron dan air matanya tidak berhenti mengalir.


Meskipun dia dan Aron sudah begitu lama bersama, tapi kedua orang itu hampir tidak pernah berpelukan dengan begitu mesra.


“Aron, kamu tahu saat pertama kali saya bertemu denganmu, saya kira dengan statusku sebagai Nona dari Keluarga Utomo sudah cukup untuk melindungimu, menafkahimu seumur hidup, tapi perlahan-lahan saya menyadari orang yang dilindungi adalah saya, sedangkan saya tidak bisa membantumu sedikitpun, saya sering menyalahkan diriku sendiri, merasa rendah diri, saat orang-orang dan musuh yang ada di sekelilingmu menjadi semakin kuat, saya merasa saya menjadi semakin kecil dan tidak pantas untukmu…”


​“Hingga tiba di pulau, Kakek Liu bercerita tentang dirimu, tentang identitasmu yang sebenarnya, mengatakan bahwa kamu membutuhkan bantuanku, saya baru menyadari saya berguna untukmu, saya bisa melakukan apa saja untukmu, saya melakukannya dengan sukarela, sekarang kita pergi mencari Naga Api ya, jangan menunda-nunda lagi…”


Nuri yang berada di dalam pelukan Aron berkata dengan nada lembut.


“Tidak, saya tidak akan membiarkan kalian mengorbankan diri kalian demi diriku sendiri, tidak akan…”

__ADS_1


Aron melepaskan Nuri dan tatapannya menjadi tegas.



__ADS_2