
“Hari ini benar-benar ramai, saya Lion juga akan memasang taruhan, saya bertaruh untuk kemenangan saudara Aron, dua puluh triliun…”
Lion juga membawa serta orang-orang dari Keluarga Dayo, kali ini Lion membawa dua ahli bela diri dengan kekuatan Great Grand Master tingkat puncak, terlihat bahwa kekuatan Keluarga Dayo tidak kecil, pantas saja mereka meremehkan Aliansi Seni Bela Diri!
Banyak orang yang kaget dengan kemunculan Lion, dan bertanya-tanya apa hubungan Lion dengan Aron hingga dia memasang taruhan untuk kemenangan Aron?
Melihat kemunculan Lion, raut wajah Wiwanto seketika berubah, selama pelatihan Lion selalu membantu Aron dalam segala hal, sekarang dia membawa dua orang Great Grand Master tingkat puncak, entah apa yang akan terjadi dalam pertandingan hari ini.
“August datang…”
Saat itu, seseorang berteriak, dan terlihat August dan Naveen yang perlahan-lahan berjalan kemari!
Mereka diikuti oleh beberapa ahli dari Keluarga King di belakang!
August terlihat percaya diri dan menyapu sekelilingnya dengan penuh percaya diri!
Melihat kedatangan August, banyak yang menghampiri dan menyapa August, tapi August tidak mengucapkan sepatah kata pun!
Ada orang merasakan aura yang terpancar dari August dan tidak bisa menahan diri untuk tidak berseru : “Astaga, aura di tubuh Tuan Muda August saat ini samar-samar sudah mencapai kekuatan Great Grand Master, Aron sepertinya pasti akan kalah!”
“Dalam beberapa hari, kekuatan Tuan Muda August berkembang terlalu cepat!”
__ADS_1
“Seiring berjalannya waktu, saya rasa Tuan Muda August akan menjadi Great Grand Master termuda.”
Sekelompok orang itu terus memuji August, dan semakin banyak orang yang menaikkan taruhan mereka pada kemenangan August!
August yang melihat pemandangan ini menunjukkan ekspresi puas di wajahnya, dia memang sengaja memancarkan auranya.
“Kepala Keluarga Keluarga King…”
Saat ini, Wiwanto menghampiri dan menyambut, lalu menyapanya!
“Ketua Dewan Wiwanto, saya lihat banyak orang dari Aliansi Seni Bela Diri di sekeliling, bahkan empat tetua juga sudah dikerahkan, lantas takut ada orang yang membuat masalah?”
Wiwanto sedikit tertegun, dia tidak menyangka Naveen begitu jeli, dia bahkan sudah mengatur orang-orang itu agar berbaur di dalam kerumunan, dan tidak terekspos, namun tidak disangka Naveen langsung menyadarinya.
“Ketua Aliansi hanya takut ada keributan, jika benar-benar terjadi sesuatu, kami tidak bisa mempertanggungjawabkannya kepada Tuan Gino…”
Wiwanto menjelaskan.
“Hahaha, Ketua Arthur benar-benar sangat berhati-hati, tapi di seluruh Kota Dama, siapa yang berani membuat masalah di kesempatan seperti ini, bukankah itu cari mati!”
Naveen berkata sambil tertawa.
__ADS_1
“Kepala Keluarga Keluarga King, kita juga tidak boleh meremehkan Aron itu lagi, sekarang Aron sudah memiliki kekuatannya sendiri di Kota Dama!”
Wiwanto berkata dengan muram : “Jadi, Ketua Aliansi takut Aron akan menimbulkan badai, dan berencana menggunakan pertarungan ini untuk meminta Tuan Muda August langsung membunuhnya…”
Naveen tercengang, tapi dia segera membenarkan ekspresinya : “Ketua Dewan Wiwanto, kamu beritahu saja kepada Ketua Arthur, agar dia tidak perlu khawatir, Aron tidak akan bisa membuat badai apa pun di Kota Dama, saat di ring, August akan langsung melumpuhkannya, dan Aron akan menjadi orang cacat!”
“Kepala Keluarga Keluarga King, apakah mungkin kamu memiliki urusan dengan Aron? Kenapa setiap kali kamu selalu tidak ingin Aron mati?”
Wiwanto bertanya-tanya.
“Ketua Dewan Wiwanto, kami bisa punya urusan apa dengan Aron, saya hanya takut jika August membunuh Aron, maka Tuan Gini akan menyalahkannya, jika begitu bukankah Keluarga King akan menjadi kambing hitam? Kalau kalian ingin Aron mati, Aliansi Seni Bela Diri saja yang mengirim seseorang untuk melakukannya…”
Setelah selesai bicara, Naveen langsung membawa August pergi.
Wiwanto menatap punggung Naveen dan menggertakkan giginya : “Cuih, apa-apaan…”
Wiwanto sebagai anggota dewan dari Aliansi Seni Bela Diri memiliki posisi yang tidak rendah, tapi bagi banyak keluarga klan besar, Wiwanto tidak memiliki kekuatan atau gengsi apa pun.
Tidak lama kemudian, hampir semua orang sudah tiba di sana, hanya menunggu Aron!
__ADS_1