Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pertemuan Undang Detasemen Perlindungan Hukum


__ADS_3

Keesokan harinya!


Semua orang dari keluarga dan klan bela diri Kota Gama berkumpul di Majelis Perlindungan Hukum!


Bagi mereka semua pertemuan kali ini jelas berbeda dengan sebelumnya!


Belum pernah ada begitu banyak orang yang menghadiri pertemuan bersamaan sebelumnya, perlu diketahui ada ratusan orang di klan dan keluarga bela diri Kota Dama.


Dan dari jumlah tersebut, hampir sepertiganya bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri, karena tidak semua klan dan keluarga bela diri tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri.


“Entah apa yang membuat Tuan Gino mengumpulkan kita semua di sini, apakah ada sesuatu yang terjadi?”


“Dengar-dengar belakangan orang berbaju hitam telah berkeliaran dan itu bisa jadi merupakan kebangkitan dari Kultivator Iblis, sepertinya akan ada pertumpahan darah yang tidak dapat dihindari.”


“Sekarang komunitas bela diri sedang tercerai-berai, jika Kultivator Iblis kembali muncul maka saya rasa akan sangat sulit untuk dihentikan!”


...****************...


Kerumunan orang itu mulai berdiskusi dan mencari kenalan mereka untuk saling berbincang.


Sedangkan di depan pintu masuk Detasemen Perlindungan Hukum, Rael dan Lion sedang melihat keluar, seolah sedang menunggu seseorang.


“Ketua Detasemen Eddyt, apakah Tuan Aron benar-benar diundang juga?”


Rael bertanya pada Eddyt.

__ADS_1


Karena Aron hanya seorang diri dan belum mengumumkan dia sudah membentuk klan, bahkan belum mendaftarkan diri jadi biasanya individu tidak akan diundang ke pertemuan seperti ini.


“Tentu saja, Tuan Gino secara langsung menyampaikannya, selain itu bukankah sekarang Keluarga Dayo sudah berada di bawah pimpinan Tuan Aron?”


Eddyt berkata sambil tersenyum.


“Benar benar benar, Keluarga Dayo sudah berada di bawah pimpinan Tuan Aron, Tuan Aron dapat mengambil keputusan penuh atas nama Keluarga Dayo!”


Rael segera menganggukkan kepalanya.


Segera, sosok Aron muncul di depan pintu, Rael dan Lion segera menyambutnya.


Dan saat Aron terlihat datang menghadiri pertemuan ini, banyak orang yang menoleh ke arahnya!


Seseorang berbisik di telinga Arthur.


“Apakah semuanya sudah siap?”


Arthur menatap Aron yang berjalan menuju pintu dan bertanya dengan suara pelan.


Orang itu menganggukkan kepalanya : “Semuanya sudah disiapkan, saat Aron pergi nanti dia pasti akan mati…”


Arthur sudah memasang Jaring Surgawi untuk Aron sejak awal, meskipun dia tidak berani menyerangnya saat pertemuan Detasemen Perlindungan Hukum, tapi saat berjalan keluar dari sini, Aron sudah tidak bisa melarikan diri.


Aron melihat ke sekelilingnya dan menemukan banyak orang yang menghadiri pertemuan ini, banyak di antara mereka yang tidak dia kenal.

__ADS_1


Namun orang-orang ini malah sudah mendengar banyak hal tentang Aron.


Hampir tidak ada orang yang tidak mengenal Aron yang sudah membuat reputasinya sendiri di komunitas bela diri Kota Dama akhir-akhir ini.


“Aron, ini adalah pertemuan komunitas bela diri Kota Dama, berbagai klan dan keluarga bela diri menghadirinya, kamu hanya seorang diri, punya hak apa ikut serta dalam pertemuan ini? Apa kamu punya undangan?”


Saat itu, seseorang tiba-tiba bangkit berdiri dan bertanya pada Aron.


Orang ini berasal salah satu klan yang tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri, jadi dia langsung menohok Aron.


Alasannya tidak lain tidak bukan adalah untuk menunjukkan dirinya di depan Arthur.


Saat perkataan ini keluar, banyak orang yang menatap Aron dan banyak di antara mereka yang mulai membicarakan Aron!


Aron sebenarnya tidak mendapat undangan, dia hanya diberitahu secara lisan oleh Junior.


Pada saat ini, Eddyt bergegas mencoba untuk menjelaskan namun Rael sudah melangkah maju dan berkata : “Tuan Aron menghadiri pertemuan ini mewakili Keluarga Dayo, tidak boleh? Keluarga Dayo akan menjadi pion Tuan Aron mulai sekarang, siapa yang merasa tidak senang boleh keluar dan bertarung…”


“Saya rasa kamu sudah bosan hidup, apakah kamu percaya setelah keluar saya bisa membuat klanmu itu langsung menghilang dari komunitas bela diri Kota Dama?”


Rael menatap pria yang baru saja memprovokasi itu dan tatapan matanya sangat tajam.


Keluarga Dayo mampu berdiri sendiri dan tidak bergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri tanpa diganggu oleh orang lain pasti karena memiliki kekuatan mereka sendiri, ini bukan sesuatu yang dapat dibandingkan dengan klan dan keluarga bela diri biasa.


Perkataan Rael seketika membuat kepala keluarga itu ciut, raut wajahnya tampak sangat jelek dan ekspresinya tampak canggung.

__ADS_1


__ADS_2