Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Keraguan Kembar


__ADS_3

Lagipula, setelah lebah beracun menembakkan jarum beracunnya, dia juga akan mati dan harus dipelihara kembali.


“Paman Danu, Neli itu mungkin ada hubungannya dengan Desa Poison, selain bisa menggunakan teknik pesona, dia juga bisa mengeluarkan gas beracun, untung saja Seni Konsentrasi Jiwaku yang sekarang bisa menyerap dan memurnikan semuanya, jadi saya tidak takut dengan gas beracun...”


Kata Aron pada Danu.


“Ayo kita tanyakan, dan cari tahu apa asal usul Neli sebenarnya…”


Danu juga merasa perlu mencari tahu tentang identitas Elen, ini juga merupakan kesempatan satu-satunya.


Saat Aron dan Danu masuk ke dalam kamar, mereka menemukan Elen dan Neli sedang duduk bersama dan dua orang itu sedang bercanda gurau, tidak terlihat asing sama sekali dan seolah sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.


​Melihat Aron dan Danu masuk, senyuman Neli seketika menghilang dan dia mengatupkan mulutnya.


“Apa hubunganmu dengan Desa Poison?”


Begitu masuk Danu langsung bertanya pada Neli.

__ADS_1


Melihat Danu yang bertanya tentang Desa Poison, Neli menutup mulutnya dan tidak mengatakan apapun


Saat ini Elen membuka mulutnya: “Kakak, ini adalah Paman Danu, dia yang membesarkanku sejak kecil, dia sangat baik, kamu bisa memberitahunya...”


Permohonan Elen membuat Neli menatap Elen lalu berkata: “Raja Poison dari Desa Poison adalah ayah angkatku, saya dibesarkan di Desa Poison.”


Perkataan Neli membuat Danu kaget, jika Elen dan Neli adalah saudara kembar, dan kedua orang tua mereka meninggal karena terkena racun lebah Desa Poison, bagaimana mungkin orang dari Desa Poison bisa mengadopsi Neli?


​“Ternyata kamu adalah utusan dari Raja Poison, sepertinya Raja Poison ingin membalaskan dendam anak angkatnya ya...”


Aron yang mendengar Neli diutus oleh Raja Poison seketika mengerti, lagipula dia yang membunuh Picak, anak angkat dari Raja Poison, dan menghancurkan Lembah Ilusi yang dikelola oleh Desa Poison dengan susah payah, sudah sewajarnya Raja Poison mencari seseorang untuk menanganinya.


“Karena bukan untuk membalaskan dendam Picak, lalu kenapa dia mengutusmu untuk menanganiku?”


Aron bertanya dengan ekspresi bingung di wajahnya.


“Ini adalah rahasia Desa Poison, saya tidak bisa memberitahumu...”

__ADS_1


Neli berkata dengan tegas, sepertinya walau Aron menyerang dia juga tidak akan mengatakannya.


“Elen, apa kamu tahu bagaimana kedua orang tuamu meninggal?”


Saat itu, Danu bertanya pada Elen.


Elen kaget: “Paman Danu, bukankah kamu mengatakan saya anak yatim piatu yang dipungut di pinggir jalan? Apa kamu pernah bertemu dengan orang tuaku?”


Karena Danu tidak pernah membicarakan tentang orang tuanya dengan Elen.


Bram menggelengkan kepalanya: “Saya tidak pernah bertemu mereka, tapi saat Salomo memungutmu dia pernah bertemu dengan orang tuamu, orang tuamu yang memohon kepada Salomo untuk membawamu pergi, dan orang tuamu juga meninggal karena terkena racun lebah Desa Poison, Salomo juga menguburkan kedua orang tuamu...”


Mendengar Danu mengatakan kalau orang tuanya meninggal karena terkena racun lebah Desa Poison, Elen mau tidak mau menatap Neli.


Sedangkan Neli seketika kaget dan bergegas bangkit berdiri: “Tidak mungkin, hanya Raja Poison yang bisa mengendalikan lebah beracun di Desa Poison, dan Raja Poison tidak akan menggunakan lebah beracun semudah itu, bagaimana mungkin orang tua kami terkena racun lebah Desa Poison? Kalau benar Raja Poison yang membunuh orang tuaku, kenapa dia membesarkanku?”


Neli sudah yakin kalau dirinya dan Elen adalah kakak beradik, jadi tentu saja orang tua Elen juga adalah orang tuanya.

__ADS_1


Tapi dia tidak berani percaya, kedua orang tuanya meninggal karena terkena racun lebah Desa Poison.



__ADS_2