Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ilmu ilmu dan pedang tak berguna


__ADS_3

“Apakah kamu berasal dari Sekte Penyihir Darah, atau orang dari Sekte Hitam Putih?”


Canon menatap Aron dengan hati-hati dan bertanya.


Kalau Aron adalah anggota dari dua sekte itu maka Canon tidak akan berani membunuhnya dengan sesuka hati, karena kedua sekte itu sangat kejam, kalau sampai terjerat dendam dengan dua sekte itu, maka mati pun tidak akan tenang, setelah Master mengetahui hal ini, dia pasti akan memakinya sampai mati.


Saat ini Canon adalah orang terkenal di Yayasan Hanura, jadi dia harus berhati-hati agar tidak menunda masa depannya yang cerah.


“Saya bukan dari Sekte Penyihir Darah, juga Sekte Hitam Putih, kalau kamu takut maka berlututlah dengan patuh, mungkin saya akan melepaskanmu...”


Aron tersenyum tipis.


“Hm, arogan, walau kamu adalah seorang kultivator jahat lalu kenapa, Yayasan Hanura kami adalah sekte yang benar dan adil, kami berspesialisasi dalam menangani para kultivator jahat seperti kalian...”


Canon mendengus dingin lalu menarik kembali Formasi Perangkap Naga nya dan mencabut pedang dari tubuhnya, sebuah pedang sederhana dan gelap terlihat, entah terbuat dari bahan apa, hanya saja pada tubuh pedang itu ada beberapa mantra yang digambar dengan Kuas Sinabar merah.


“Pedangku ini adalah Pedang Pembasmi, yang dirancang khusus untuk menghadapi kultivator jahat seperti kalian...”


Sambil berkata, Canon memegang pedang di depan dadanya dan memusatkan kekuatan sihirnya, lalu mengayunkannya...

__ADS_1


“Srek...”


Udara seolah terbelah dalam sekejap, ada suara angin yang berderu, aura pedang yang tajam ditembakkan dan mantra pada pedang itu tampak hidup saat ini, mereka satu per satu meninggalkan tpedang dan bercampur dengan aura pedang lalu mengarah ke arah Aron.


Semua yang dilewati oleh aura pedang itu terbelah dua, bahkan lantai marmer yang keras, saat ini juga menunjukkan retakan yang dalam.


Krek...


Aura pedang itu langsung menebas tubuh Aron, setelah terdengar suara nyaring, tubuh Aron masih utuh tapi ada bekas sayatan pada pakaiannya.


Melihat aura pedang itu tidak melukai Aron, mantra yang bercampur dengan aura pedang berputar di sekitar tubuh Aron, dan mantra itu tidak berhenti memancarkan cahaya merah.


Canon tidak berhenti melantunkan mantra, urat di dahinya menonjol dan keringat mulai bercucuran.


Aura pedang tadi gagal melukai Aron, jadi sekarang dia hanya bisa mengandalkan mantra itu.


Saat Canon melafalkan lebih cepat dan lebih cepat lagi, mantra itu berputar lebih cepat lagi di sekitar Aron, dan cahaya merah menyala dengan semakin terang.


“Basmi kejahatan...”

__ADS_1


Canon berteriak keras, dan mantra-mantra itu seketika menempel di tubuh Aron.


Seluruh tubuh Aron terbungkus oleh cahaya merah, dan mantra itu menempel pada tubuh Aron seperti sebuah stempel merek.


Canon melihat Aron dan menyadari walau mantra-mantra itu melekat pada tubuh Aron, mereka tampak tidak berpengaruh, Aron juga tidak bereaksi, ini tidak seharusnya terjadi?


Canon mengernyitkan keningnya, dan kembali melafalkan mantra itu lagi dengan cepat.


Melihat wajah Canon yang berkeringat, Aron mendengus dingin.


“Dasar bodoh...”


Tubuh Aron sedikit bergetar, lalu mantra yang ada di tubuhnya seketika menyebar ke sekeliling, angin kencang yang tidak terhitung jumlahnya juga menyebar, dan retakan muncul di lantai yang ada di sekitar.


Pupil mata Canon menyusut, dia melambaikan Pedang Pembasmi yang ada di tangannya, lalu mantra yang tersebar itu seketika kembali ke Pedang Pembasmi, namun wanra mantra itu tampak jelas menjadi jauh lebih redup.


Canon menatap Aron dengan tidak percaya, Aron baru saja menahan aura pedangnya, dan sekarang dia melepaskan diri dengan mudah dari mantranya, bukankah ini terlalu hebat?


Pedang Pembasmi ini adalah benda pusaka milik Yayasan Hanura, Master Narsi mewariskan Pedang Pembasmi ini kepada Canon karena dia sangat berbakat, dia juga mewariskan Formasi Perangkap Naga pada Canon, meskipun Canon belum mencapai keberhasilan besar, tapi kultivator jahat biasanya akan melarikan diri saat bertemu dengannya, dia belum pernah bertemu dengan kultivator jahat yang tidak takut pada Pedang Pembasmi di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2