Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lyla Maju


__ADS_3

“Nona Lina, kamu lihat saja biar saya yang memberi pelajaran pada anjing Keluarga Bara ini….”


Jekson tidak tahan lagi dan setelah menghentikan Lina dia melayangkan tamparannya ke arah bawahan Keluarga Bara.


Melihat serangan Jekson raut wajah bawahan Keluarga Bara seketika menjadi muram, karena Jekson juga sudah mencapai tahap seorang master, dan tubuhnya sangat kuat, berkat Pil Peremajaan Ekstra yang diberikan Aron, kekuatannya bertambah dengan pesat.


Hanya saja, Jekson baru memasuki tahap master saat ini, dan dia masih memiliki jurang pemisah yang cukup besar dengan bawahan Keluarga Bara yang ada di hadapannya.


Bam…….


Suara ledakan yang keras terdengar dan tubuh Jekson mundur beberapa langkah dan kalau Lyla tidak bergegas memapah Jekson pasti Jekson sudah terjatuh ke lantai saat ini.


“Ini bawahanmu? Kekuatannya payah sekali….”


Dika menatap Jekson yang dipermalukan dan mendengus dingin pada Aron.


Aron tidak mengatakan apapun dan melirik Lyla, Lyla mengangguk dan langsung menerjang keluar.


Dalam periode waktu ini, dengan bantuan pil obat dari Aron, kekuatan Lyla sudah meningkat pesat dan menunjukkan tanda-tanda akan menerobos tingkat grand master.


Melihat Lyla hanya seorang wanita, bawahan Keluarga Bara mengendurkan kewaspadaannya dan tatapan matanya tampak mempermainkan.

__ADS_1


Namun di saat berikutnya, bawahan Keluarga Bara itu menyesal, Lyla mengepalkan tinjunya dan bawahan Keluarga Bara itu bergegas mengangkat tangannya untuk menghadang.


Bam….


Setelah suara keras terdengar, bawahan Keluarga Bara itu langsung terhempas terbang dan menabrak lantai dengan keras.


“Ini bawahan keluargamu? Bahkan tidak sebanding dengan seorang wanita, memalukan sekali membawanya keluar..”


Aron menatap Dika dan menyeringai.


“Berani melukai bawahanku di depanku, cari mati…..”


Wajah Dika menjadi dingin dan dia langsung mengulurkan tangannya dan menampar Lyla, meski jarak mereka masih beberapa meter, tapi Lyla merasakan kekuatan besar datang ke arahnya.


Lyla memelototi Dika, meskipun perbedaan kekuatan mereka sangat besar tapi tidak ada rasa takut di mata Lyla.


“Kamu masih bisa berdiri setelah menerima pukulanku?”


Dika sedikit kaget dan tatapan matanya penuh amarah.


Dika kembali mengangkat tangannya dan sebuah bola cahaya tampak muncul di telapak tangan Dika dan ada kilat yang menyambar bola cahaya tersebut.

__ADS_1


Melihat pemandangan ini, kepanikan muncul di mata Lyla tapi dia tidak mundur.


Dan tepat saat Dika hendak bergerak, Aron melangkah maju dan retakan muncul di lantai seketika, dan retakan itu menuju ke arah Dika dengan sangat cepat.


Melihat hal ini Dika hanya bisa menekannya dengan telapak tangannya dan bola cahaya yang ada di tangannya langsung membentur retakan yang ada di lantai.


Setelah suara keras terdengar, sebuah lubang besar dengan diameter hampir satu meter muncul di lantai marmer ruangan utama.


Asap dan debu beterbangan dan seluruh ruangan berserakan, Aron bergegas mendorong telapak tangannya dan sebuah dinding energi yang tipis muncul dan menghadang kekacauan itu agar tidak melukai Jhonatan dan Nuri serta yang lainnya, karena mereka adalah orang biasa, dan mereka tidak akan bisa menahannya.


Sedangkan dua bawahan Dika langsung tersapu dan keduanya jatuh ke lantai dan menyemburkan seteguk darah.


Aron dan Dika bertarung dan walau hanya sisa pertarungan mereka juga tidak akan bisa ditahan oleh kekuatan seorang master.


“Ternyata kamu memang memiliki sedikit kekuatan….”


Dika menatap Aron dan tatapannya tampak sedikit kaget.


“Kekuatanmu tidak buruk….” Aron berkata dengan dingin : “Hanya saja tidak peduli sekuat apapun kamu, sekarang kamu sudah merusak rumahku, dan kamu harus mengganti rugi….”


Melihat Aron meminta kompensasi padanya, Dika tercengang lalu tertawa keras : “Nak, kalau kamu benar-benar punya kemampuan maka biarkan saya mengkompensasi mu besok di atas arena….”

__ADS_1



__ADS_2