Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berkultivasi Dengan Giat


__ADS_3

“Aih…”


Intan menghela nafasnya!


Saat pelayan itu masih ingin mengatakan sesuatu dia melihat Naveen yang tiba-tiba masuk, dia seketika meletakkan makanannya dan pergi dengan ketakutan.


Naveen melirik pelayan yang keluar, lalu menoleh dan berkata pada Intan : “Adikku, saya sudah mengirim orang untuk menyiapkan hidangan-hidangan ini, apakah cocok dengan seleramu?”


Nada bicara Naveen penuh dengan perhatian, seolah-olah orang yang mengurung Intan disini bukan dia.


Intan melirik Naveen dengan tatapan tajam dan tidak mengatakan apapun, dia sudah lama terbiasa dengan sikap Naveen yang seperti ini.


Beberapa tahun ini, Intan tidak pernah mengatakan apapun pada Naveen, walau tubuhnya disiksa dia juga tidak akan membuka mulutnya.


Naveen juga tampaknya sudah terbiasa dengan raut wajah Intan, dia duduk di depan meja sendirian lalu mulai mengangkat sumpitnya dan mencoba beberapa hidangan dengan lembut.


“Babi goreng seledri ini agak asin…lalu tahu pedas ini tidak empuk, paru-paru sapi iris ini seingatku adalah makanan kesukaanmu saat kecil…”

__ADS_1


Naveen mencicipi hidangan tersebut sambil bicara dengan Intan, hanya saja Intan tidak mengatakan apapun, seolah Naveen sedang berbicara dengan dirinya sendiri.


Setelah makan beberapa suap, Naveen menyeka mulutnya dan berdiri.


“Adik, tidak disangka kamu masih mempunyai seorang putra di dunia ini, dan putramu mungkin sudah mendapatkan Kristal Naga, sepertinya dia sudah mengetahui identitas aslinya dan sangat ingin menyelamatkan kamu, ibunya ini, saya malah berharap dia akan datang ke Keluarga King lebih cepat, saya juga ingin saling berkenalan dengan keponakanku ini, karena sudah bertahun-tahun hidup di luar sana dia juga pasti sangat menderita…”


Naveen mulai berkata-kata dengan tenang.


Mendengar hal ini, kekhawatiran mulai muncul di wajah Intan yang awalnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi itu hanya sekilas, meskipun begitu Naveen tetap melihatnya.


Melihat kilatan kekhawatiran di wajah Intan, Naveen tertawa, bahkan tertawa dengan puas.


“Hahaha…haha…”


Setelah berkata Naveen tertawa layaknya orang gila, dia merasa ini adalah anugerah, kalau bukan karena keponakannya yang muncul entah dari mana, sepertinya dia akan sulit mengetahui rahasia yang ingin dia ketahui seumur hidup ini.


Intan menatap Naveen yang tertawa seperti orang gila, tatapan matanya penuh dengan kebencian, dia tahu kalau Naveen sekarang sudah gila dan bisa melakukan apa saja.

__ADS_1


“Kalau kamu berani melukai anakku, maka saya tidak akan mengampunimu sampai mati…”


Intan buka mulut, ini adalah pertama kalinya dia berbicara pada Naveen dalam dua puluh tahun terakhir.


Naveen mendengar Intan yang berbicara pada dirinya dan tercengang, lalu mulai tertawa terbahak-bahak lagi : “Adik perempuanku yang baik, dia adalah keponakanku, mana mungkin saya melukainya, tenang saja…”


Naveen berjalan keluar dari penjara bawah tanah, raut wajahnya dipenuhi dengan kepuasan, semakin Intan peduli pada putranya, Naveen semakin memiliki harapan untuk mengetahui rahasia itu!



Beberapa hari berikutnya, banyak orang yang mencari Aron dengan gila-gilaan dan Lembah Tanpa Bayangan menjadi target, karena orang yang membawa Aron pergi adalah Khu Tang!


Sedangkan pada saat itu, Aron sedang mengasingkan diri dan berkultivasi di Lembah Pengobatan, tanpa mengetahui apapun yang terjadi di dunia luar.


Dalam sekejap, satu bulan sudah berlalu!


Selama satu bulan ini, Aron tidak pernah bergerak, tidak beraktivitas dan tidak pernah makan sedikit pun.

__ADS_1


Dengan adanya energi spiritual yang tidak berhenti memancar dari Kristal Naga, Aron tidak perlu khawatir kehabisan energi spiritual, dia hanya perlu berkultivasi dengan giat.



__ADS_2