Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bombardir tinju


__ADS_3

Tinju raksasa itu terbentuk dari energi Empat Raja Surgawi, dan pukulan yang baru saja mereka arahkan ke udara bukan untuk membuang-buang energi, melainkan mereka mengumpulkan kekuatan di udara untuk membentuk tinju raksasa itu.


Gelombang fluktuasi kekuatan yang sangat besar meluap dari tinju raksasa itu, dan kemudian tinju itu menyapu ke arah Aron.


Hanya satu pukulan sudah membuat angin berhembus dengan kencang bagaikan angin tingkat sepuluh yang berderu dan membuat pasir serta batu beterbangan.


Boyca yang merasakan hembusan angin tidak bisa membuka matanya dan bergegas melangkah mundur, dan wajahnya terlihat puas : “Aeon, biarkan saya melihat bagaimana kamu bisa selamat dari pukulan seperti ini.”


Aron menyipitkan matanya dan menatap pukulan yang mengarah dari langit lalu perlahan mengangkat tangan kanannya dan tiba-tiba menghentakkan kakinya.


Krek krek krek……


Saat Aron menghentakkan kakinya dengan keras, retakkan muncul di permukaan jalan yang keras, seperti jaring laba-laba dan retakan mulai muncul di segala arah sejak Aron menghentakkan kakinya.


Retakan semakin lama semakin besar dan pada akhirnya seluruh telapak tangan bisa masuk ke dalam.


Melihat retakan di jalan, raut wajah Boyca yang semula sudah puas seketika berubah menjadi dingin.

__ADS_1


Satu hentakkan kakinya saja bisa membuat retakan seperti ini, maka sebenarnya seberapa kuat kekuatan yang dimiliki oleh Aron?


Boyca belum sempat merespon, tiba-tiba suara ledakan keras terdengar dan Aron melompat ke atas, dan mengarahkan tinjunya untuk menabrak tinju raksasa itu dengan ganas.


Cahaya keemasan yang menyilaukan bersinar dan tinju raksasa itu dihancurkan oleh pukulan Aron dan akhirnya berubah menjadi kepulan asap dan tertiup angin.


​Melihat pemandangan ini Empat Raja Surgawi merasa sangat tidak puas, mereka kembali mengayunkan tinju mereka berulang kali ke udara dan segera membentuk tinju raksasa lagi.


Aron baru saja mengerahkan tenaganya untuk pukulan tadi, dan sudah hampir menghabiskan kekuatan spiritualnya, namun saat dia baru saja mendarat, tinju raksasa lain langsung menghantamnya.


Aron mengangkat kepalanya dan dalam sekejap tinju raksasa itu sudah sampai di atas kepala Aron.


BAM!


Suara ledakan kembali terdengar seperti bom jatuh dari langit dan ledakannya sangat dahsyat.


Gelombang ledakan yang dahsyat itu membuat Boyca yang berada tidak jauh dari sana merasa terguncang, dan batu seberat puluhan kilogram terlempar dan beterbangan kemana-mana.

__ADS_1


Sebuah lubang besar langsung terbentuk di jalanan yang kokoh dan Aron berdiri di tengah lubang itu, baju yang dia kenakan sudah robek dan kulitnya yang bagaikan tembaga terekspos.


Melihat hal ini, Boyca bergegas berjalan ke tepi lubang besar, dia ingin melihat apakah Aron sudah dihancurkan hingga menjadi lumpur, namun pada saat dia melihat Aron masih berdiri di tengah lubang besar, dan selain pakaian yang dia kenakan robek dia tidak mengalami cedera apapun membuat Boyca tercengang.


Sedangkan Aron diam-diam merasa senang melihat penampilannya yang sedikit memalukan saat ini, tubuhnya jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan, pantas saja seorang kultivator seperti Danu juga ingin mendapatkan Pil Pengolahan Tubuh, dan butuh perjuangan penuh lika-liku untuk mendapatkannya!


Aron mengangkat kepalanya perlahan, dan sama sekali tidak peduli dengan penampilannya yang memalukan saat ini, lalu menyeringai pada Boyca memperlihatkan gigi putihnya dan membuat Boyca hampir mati kesal.


“Sampah, dasar sampah sialan, terus pukuli dia, pukuli dia sampai mati….”


Boyca berteriak marah, Empat Raja Surgawi hanya bisa mengumpulkan kekuatan lagi dan membombardir udara!


Bam bam bam…..


Sebuah tinju raksasa terbentuk lagi, dan Aron berdiri tegak di tengah lubang untuk menahan pukulan yang menggelegar itu!


Saat tinju raksasa ini mengenai tubuh Aron, Aron tidak merasakan sedikit rasa sakit pun melainkan dia merasakan perasaan yang sangat nyaman, sepertinya semakin tubuhnya yang sudah diolah ini mendapatkan tekanan, maka akan menjadi semakin tidak bisa dihancurkan.

__ADS_1



__ADS_2