
“Kepala keluarga, kita bisa melepas pakaian kita lalu membakar pakaian kita…”
Seorang murid Keluarga Umar berkata pada Herman.
“Bisa saja, tapi pakaian kita juga tidak cukup!”
Herman berkata lalu menatap Wiwanto.
Pakaian Herman dan bawahannya tentu tidak akan cukup, jika ditambah dengan pakaian yang lainnya maka mungkin akan cukup.
Namun mereka ini adalah orang-orang terbaik dari setiap keluarga dan klan bela diri, Herman tidak mempunyai hak untuk meminta mereka melepaskan pakaian mereka, jadi dia menatap Wiwanto.
Wiwanto melihat lebah beracun yang tidak ada habisnya di terowongan dan tidak punya pilihan lain, jadi dia berteriak pada kerumunan itu : “Lepaskan pakaian kalian, cepat…”
Perkataan Wiwanto membuat banyak orang tercengang, mereka tidak mengerti kenapa mereka harus melepaskan pakaian mereka saat menghadapi lebah beracun? Bukankah itu akan membuat lebah beracun lebih mudah menyengat mereka?
“Semuanya, kita akan menggunakan api untuk memusnahkan lebah beracun, karena disini tidak ada bahan yang bisa kita bakar, jadi kita harus membakar pakaian kita…”
Herman segera menjelaskan.
Setelah mendengar alasan itu, mereka hanya bisa melepaskan pakaian mereka dengan tidak berdaya.
Tidak lama kemudian setumpuk pakaian ditumpuk pada pintu masuk terowongan dan Herman menaburkan bubuk api, dan setelah suara ledakan, pakaian-pakaian itu terbakar.
Hal ini membuat lebah beracun tidak bisa terbang keluar, dan terus ada lebah beracun yang mati terbakar karena mencoba menembus kobaran api.
Herman mengambil beberapa pakaian lagi dan membakarnya, lalu melemparkannya ke dalam terowongan sambil melemparkan bubuk api yang ada di tangannya.
Kemudian satu tangannya mendorong ke arah depan dengan ganas, dan sebuah energi yang kuat terpancar dari telapak tangannya, hembusan angin menyapu dan membuat pakaian yang terbakar itu langsung memanfaatkan momentum dari energi itu untuk semakin berkobar.
__ADS_1
Lebah-lebah beracun itu jatuh satu per satu dan mulai terbang kembali, mereka ingin menghindari kobaran api itu.
“Ayo!”
Herman berteriak lalu bergegas menerobos maju.
Setelah bergerak maju sesaat, sesekali dia akan membakar beberapa pakaian dan melemparkannya lalu menggunakan api untuk membunuh lebah beracun di makam itu.
Segera, terowongan itu dipenuhi dengan mayat lebah beracun, terasa lembut saat menginjaknya seolah-olah ada lapisan salju tebal di lantai.
Pada akhirnya setelah membakar habis pakaian, lebah-lebah beracun itu juga sudah dimusnahkan.
Orang-orang dari keluarga dan klan bela diri itu saling menatap keadaan menyedihkan mereka dan merasa tidak berdaya.
Di makam kuno ini, walau mereka memiliki kekuatan yang kuat, tidak jarang mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka, ada begitu banyak Great Grand Master yang menjadi sangat menyedihkan karena sekawanan lebah beracun.
Di sisi lain, Aron dan yang lainnya tidak tahu sudah berjalan berapa jauh, Aron merasa energi itu semakin lama semakin dekat.
Namun saat Aron terus berjalan maju, aura kuat yang begitu membunuh tiba-tiba menghampirinya.
Aron tidak sempat bereaksi dan tubuhnya langsung terpental.
Bam!
Tubuh Aron menghantam dinding terowongan makam dengan keras, dan seluruh tulang di dalam tubuhnya seperti hampir patah.
“Aura membunuh yang sangat kuat!”
Wajah Aron penuh dengan keterkejutan, dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba ada aura pembunuh sekuat itu disini.
__ADS_1
“Kak Aron, apa yang terjadi padamu?”
Thomas bergegas bertanya dan membantu Aron berdiri.
“Aron apa yang terjadi?”
Lion juga bertanya pada Aron.
Sementara August dan yang lainnya yang mengikuti Aron seketika menghentikan langkah kakinya.
“Pasti ada seseorang yang sudah memasang mantra di depan, tidak bisa lewat lagi!”
Aron berkata dengan wajah serius.
Lion melihat ke arah terowongan makam itu, dan tidak melihat apapun, tampak kosong…
“Tidak ada apa-apa!”
Lion melangkah maju.
“Saudara Lion, hati-hati…”
Aron baru saja selesai berkata, tubuh Lion juga terhempas oleh kekuatan yang begitu besar sama seperti dirinya.
Aron segera menarik lengan Lion, dan menghentikan sosok Lion.
Sudut mulut Lion sudah mengucurkan darah.
__ADS_1