Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mati kelelahan


__ADS_3

Lubang yang dibombardir oleh kekuatan besar bertambah dalam lagi, dan setelah debu asap menghilang, Boyca yang berdiri di tepi lubang besar melihat Aron masih berdiri tegak di tengah lubang dan tatapan matanya menatapnya dengan jijik.


“Ah……….”


Boyca sudah hampir gila : “Dasar sampah sialan, apa kalian semua tidak makan? Gunakan semua kekuatan kalian…..”


Boyca berteriak marah, dan setelah mendengar perintah Boyca, Empat Raja Surgawi juga tidak berhenti menghantamkan tinju mereka ke udara.


Tidak lama kemudian, keempat orang itu sudah bersimbah keringat dan kekuatan di tubuh mereka sudah hampir habis, dan setiap tinju raksasa yang terbentuk setiap kalinya menjadi semakin lemah.


“Boyca, apakah empat orang yang kamu bawa ini tidak makan?”


Aron yang berdiri di tengah lubang dalam itu bertanya pada Boyca dengan wajah mengejek.


Boyca hampir mati kesal, dan saat dia bersiap memerintahkan Empat Raja Surgawi lagi, dia menemukan Empat Raja Surgawi sudah tergeletak di tanah.


Empat orang itu adalah boneka, dan mereka terus menuruti perkataan Boyca, Empat Raja Surgawi tidak berhenti sampai kelelahan dan mati kelelahan, sekarang empat orang ini tergeletak di tanah, dan itu menunjukkan dengan jelas kalau mereka sudah kehabisan nafas.

__ADS_1


Boyca yang melihat kematian Empat Raja Surgawi, perlahan-lahan tersadar dan tatapan matanya dipenuhi dengan kepanikan.


Empat Raja Surgawi adalah kartu as dari Keluarga Bara, dan saat ini mereka mati kelelahan karena Boyca, kalau sampai kakaknya tahu, maka dia pasti tidak akan mengampuninya.


Boyca menyesal saat ini, dia seharusnya tahu sejak awal kalau kekuatan Empat Raja Surgawi tidak dapat melukai Aron, tetapi pada saat itu dia terprovokasi oleh Aron sehingga dia terus memerintahkan Empat Raja Surgawi untuk bertindak, dan hasilnya mereka mati kelelahan.


Pada saat ini, Aron yang berada di dalam lubang besar melihat tidak ada pergerakan dan langsung melompat keluar dari lubang besar itu.


Ketika dia melihat Empat Raja Surgawi yang tergeletak di tanah dan kehabisan nafasnya, dia tidak bisa menahan tawanya : “Hahaha, saya mengira mereka berempat masih bisa menemaniku latihan, kenapa mati begitu saja? Apakah mati kelelahan?”


Sarkasme Aron membuat tubuh Boyca bergetar karena marah, satu tangannya menekan pinggangnya dan meraih pedang sabuknya.


Boyca berkata sambil mengayunkan pedang sabuk di tangannya dan seketika berubah menjadi bayangan pedang yang tidak terhitung jumlahnya dan langsung menyelimuti Aron.


Ting ting ting tang tang tang……


Setelah terdengar suara logam yang bertabrakan, Boyca bergegas melangkah mundur dan tangannya yang memegang pedang sedikit bergetar, dan merasakan rasa sakit di tangannya.

__ADS_1


Dan saat dia melihat pedang sabuknya, dia menemukan celah di pedang sabuknya yang ditempa dengan baja, dan seiring dengan celah itu tubuh pedang mulai retak dan pecah menjadi pecahan yang tidak terhitung jumlahnya.


“Pedangmu bagus, tapi tidak sebagus pedangku….”


Aron menatap tangan kanannya dengan wajah yang penuh semangat.


Boyca membuang gagang pedangnya, dan dia menatap Aron dengan marah, tetapi dia tidak menyerang Aron karena dia tahu kalau dia melakukannya maka itu sama saja dengan mencari masalah dan dia bukanlah lawan Aron.


“Karena kamu tidak menyerang, maka sekarang giliranku….”


Aron melihat Boyca yang tidak berani bergerak seketika melompat.


Aron mengayunkan tangan kanannya dengan ringan di atas udara, dan cahaya pedang terlihat dengan mata telanjang bersinar, cahaya pedang yang mengerikan itu membawa badai tanpa akhir, dan sebelum cahaya pedang itu mengenai tubuh Boyca, Aron kembali mengayunkan pedangnya lagi.


Setelah puluhan tebasan, seluruh warna langit berubah.


Dan belasan cahaya pedang itu menyelimuti Boyca, tidak peduli bagaimanapun Boyca bersembunyi, sudah tidak mungkin bisa menghindar, dan dia sudah membuat persiapan untuk mati, dia menutup kedua matanya dengan ringan.

__ADS_1



__ADS_2