
“Tuan Muda Lion, seingat saya Keluarga Dayo tidak termasuk dalam daftar partisipan pelatihan kali ini?”
Saat ini Wiwanto berjalan menghampiri dan bertanya kepada Lion.
Lion langsung mengeluarkan undangan dari sakunya dan melemparkannya kepada Wiwanto : “Ayahku sudah berkata pada Ketua Arthur untuk membiarkan saya ikut dengan kalian, hanya saja barang apapun yang ditemukan di dalam sana, Keluarga Dayo tidak akan menyentuhnya, saya hanya datang karena penasaran, saya tidak akan tertarik pada harta karun apapun yang ditemukan di dalam…”
Wiwanto melihat undangan yang ada di tangannya dan tidak bisa mengatakan apapun.
Lion membawa orangnya berjalan ke samping dan menunggu pelatihan itu dimulai.
“Siapa orang itu?”
Aron sangat penasaran, Lion ini memiliki kekuatan yang hampir sebanding dengan August tapi Aron tidak pernah bertemu dengan orang ini, saat perjamuan dia juga tidak pernah melihatnya, bahkan dia belum pernah mendengar tentang Keluarga Dayo.
“Tuan Aron, orang ini adalah putra dari Keluarga Dayo, dia sudah mencapai ranah Great Grand Master sejak usia belasan tahun, hanya saja pelatihannya melambat dalam beberapa tahun terakhir, entah apa sebabnya!”
Eddyt memperkenalkan kepada Aron.
“Keluarga Dayo? Kenapa saya tidak melihat mereka saat di perjamuan?” Aron bertanya dengan bingung.
__ADS_1
“Tuan Aron, di seluruh Arunika ada terlalu banyak klan dan keluarga bela diri, walau hanya di Kota Dama tidak semua dari mereka bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri dan terikat dengan Aliansi Seni Bela Diri, Keluarga Dayo ini adalah salah satu keluarga yang berada di luar Aliansi Seni Bela Diri, jadi mereka juga tidak termasuk dalam pelatihan kali ini.”
Eddyt menjelaskan.
Aron yang mendengarnya seketika mengerti, sepertinya pelatihan ini bukan diselenggarakan untuk seluruh klan dan keluarga bela diri Kota Dama, melainkan mereka yang tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri, klan dan keluarga bela diri yang tidak tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri tentu tidak memiliki hak untuk berpartisipasi.
Sepertinya, dunia bela diri ini terlalu dalam, hanya para klan dan keluarga yang tergabung dalam Aliansi Seni Bela Diri saja sudah banyak orang-orang hebat di dalamnya, entah berapa banyak orang yang jauh lebih hebat diluar Aliansi Seni Bela Diri.
Saat ini Aron tiba-tiba merasa dirinya sangat kecil, jalan kultivasinya masih sangat panjang…
“Robi dari Keluarga Himawan datang!”
Dibelakang pemuda itu, ada seorang lelaki tua bungkuk yang mengikutinya, lelaki tua itu tampak sudah tua tapi batuknya seolah bisa membuat hembusan angin menerpa dari waktu ke waktu.
Tapi aura di tubuh lelaki tua itu juga sangat kuat, kekuatannya sudah berada di puncak dari Great Grand Master .
Saat ini, kekuatan Wiwanto dan lelaki tua itu tampak sebanding.
“Saudara Robi, kamu juga datang untuk menonton keramaian ya!”
__ADS_1
Lion yang sejak tadi mengabaikan semua orang dengan raut wajah dinginnya saat ini langsung melangkah maju untuk menyapa Robi.
Robi menjawab : “Saya hanya bosan dan tidak memiliki pekerjaan jadi berencana datang untuk menghabiskan waktu…”
Orang-orang lainnya juga menyapa Robi, namun Robi berbeda dengan Lion, raut wajahnya penuh senyuman, dan membalas sapaan orang lain dengan sikap yang tenang dan santai.
“Tuan Muda Robi…” August melangkah maju dan menyapanya.
“Tuan Muda August juga ada disini ya!” Robi tercengang lalu bertanya kembali : “Saya dengar tahun ini kamu tidak akan ikut serta dalam pelatihan, tidak disangka kamu juga akan datang, ini adalah pelatihan yang dapat menghasilkan keuntungan, jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka tidak hanya menunda pelatihan Tuan Muda August, setelah beberapa tahun Tuan Muda August akan menjadi Great Grand Master puncak , dan menjadi Master Guru yang muda!”
“Tidak kok, tidak kok, semua itu hanya rumor belaka!” August segera mengibaskan tangannya, tapi ekspresi wajahnya sangat tidak wajar.
“Tuan Muda August terlalu merendah, saya masih ingin banyak belajar dari Tuan Muda August!”
Robi berkata sambil tersenyum.
Perkataan Robi saat ini membuat August sedikit malu, tapi dia tidak bisa mengatakannya dan hanya bisa melangkah pergi.
Sat aini hati August sangat kaget, tidak banyak yang tahu mengenai latihannya dan dia tidak ingin dibeberkan begitu saja oleh Robi, ini membuat August merasa sedikit kaget, dan setelah pelatihan dia harus menyelidiki masalah dengan baik dan melihat siapa yang membocorkan beritanya.
__ADS_1